.

ABC Sadong

Writing that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around my world which you may find hard to believe and understand. ABC Sadong
Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

4/3/2025 Just be there.

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - March 18, 2025
together we walked our long winding past
I carried you through all the bitter loses
we took all the hard steps in total silence thought
we endured what may come
you just kept me strong to my smile
as one you and me
in trust that He is always there

we came and settled to a beautiful field
colors and fragrant filled the horizon
you shouted and danced to your full joys
celebrating
to your no worries

I watched in deep silent
my sight passed you to the far distance
in my mind the long road had not meet to it's end
I felt a darkness stormy horizon was coming
yet I can't tell you
I didn't know how to tell you
I hold not to tell you
I was horribly scared to tell you

in my exhausted silent
the lightening striked me hard
tearing my body soul apart
my shocking chest crashed opening wide
I bleed to deep killing pain
I endured the shaken soul to my wholeself 
in my blurring tears I prayed for you
"hold hard in me my heart
hold to me and keep walking with me"

In Shaa Allah
in cripple state I'll never give up
I'll stand to walk though to tumbling bad
I'll hold at least my head straight
in dry silent tears I'll make you can't feel
"just be there
hold to me hard 
be with me"

just keep to our smiles
accompanying me to take my shattered pain body
to our trust that He is always be there
our almighty Him, He will always be there


Asajaya, Samarahan
18 March, 2025




2/1/2024 DARJAT PILIHANKU ...

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - January 30, 2024
jemari-jemari ini bisa saja kukekal lembutnya
kekal mulus dan bersih
dan kamu senang atas nikmat kelembutan segala sentuhanku
kita mesra berasmara pada kita

soalnya "hidupku untuk apa?"
(itulah renung dan diamku seringnya)

suatu waktu, di Syurga kita bersenang
semua ada dan segala tunduk kepada kita
ingatkah, semua itu belum cukup bukan?
kita di sini akhirnya 
dalam dunia pasti kotor dan hanyir
hidup ini pasti tidak mudah


aku memilih agar tanganku kotor
jari jemariku menjadi keras dan kusam
tubuhku memasai
wajahku ikut kerepot cepat
namun suatu kesucian dan kelembutan mutlak sedang aku tekad

cuma pedih yang cukup berbisa
pada saat aku lelah
segar hangat tubuhmu tidak kurasa

kudrat aku perlu sendiri
tanpa engkau
terus merdeka berdaulat sejati
dan jemari-jemari kotor akan kusuci dengan air mata murni memburai dalam pasrahku kepada Ilahi


Terasi,
30 Jan., 2024

1/11/2023 KITA TELAT MEMAHAMI ..

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - November 12, 2023
Prolog:

Sebentar tadi aku ke kandang haiwan
Sepasang angsa sedang bercanda atau apa?
Kadang-kadang jantannya jalannya mendada
Terkadang jalannya menyosor
Sang betina mengiring seperti taat atau apa?

Aku bertikung bertanya, "ada apa di sana?"

Monolog:

Aku lelaki, turun dan terdampar entah di pergunungan dan belantara mana?
Perlu saja aku berjalan tegak perkasa merentas lurah dan danau
Sewaktu-waktu harus juga aku tunduk lantaran onak belukar menyampu kepala

Kamu Hawa, terdampar dan takdirnya sabar menanti
Kamu usah gundah mahu ke mana-mana
Selagi aku bisa pulang dan diam
Usah ribut-ribut lantaran aku tengah lelah dan perit

Sebegitu aku melihat sepansang angsa itu
dan kamu pada tutunan bapa dan bunda 
Adam dan Hawa (asalnya)

Epiloq:

Apa kamu kira kita angsa
Terkiong-kiong?

Tidak, kita adalah kita, cuma ilmu kita belum dewasa
mereka adalah metos setia
guru kita utusan Allah di depan mata.


Sambil Ngopi Pasar Simunjan
12 Nov., 2023



1/9/2023 aku bukan untuk dimiliki ....

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - September 10, 2023
Islam membicarakan betapa kita berbeda agar kita lebih bersama
namun, kita seperti sebermula sebelum penciptaan kita, 
kita telah malaikat duga bahawa kita pasti saling mencelakakan,

maka beda
memisahkan kita,
membedakan mungkin Neraka atau Syurganya kita,

kamu di sana
pada jasad, 
pada fikir dan 
pada jiwanya kamu;
lahirnya kamu, 
pada kanak-kanakmu, 
lalu mendewasanya kamu penuh timangan
kapanpun penghargaan kamu hambati
tanpa pujaan kamu seolah-olah sepi seperti mahu mati


aku di sini pada semengertinya aku
terlahir dengan seribu payah
pada kanak-kanak aku merangkak sendiri
dewasaku tetap hanya aku
biarpun  kamu hadir dalam hidupku aku kekal hanya satu
biar payah dan duka yang  erat memberkasku
kepingin aku hamburkan sejahtera kepada semua
namun kamu hanya mahu aku untuk kamu

aku tidak bisa sebegitu,
lantaran Islam mengatakan ikutlah jalannya Allah:


Dia kesendiri
Dia penuh kreatif
Dia penuh peka
Dia penuh berkuasa
Dia merahmati segala

aku hanya kepingin menjejaki Dia 
pada kadarku yang Dia telah tetapkan
pergiku juga biar hanya kekal sendiri

biarlah aku milikNya sepenuhnya
terima kasih kerana lebih meyakinkanku 
sendiri itu terlalu indah
dan aku akan lebih berharga
In Shaa Allah


Pasar Minggu Simunjan
10 Sept., 2023

4/3/19 kudrat kita tidak sama

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - March 27, 2019
kata mereka:
saat kita mereka nobatkan jadi tubuh dan persalinan
di tanganku Syurga, sedang Syurga di telapak kakimu


lama aku memikirkan
bagaimana?
kenapa?




teringat aku akan moyangku Adam AS
juga moyangmu Hawa AS
saat keduanya turun ke bumi
moyangku menghenyak tumit ke bumi
jauh menelusuri segala
moyangmu melabuh pingul di bungkah batu menanti





pada tanganku, itulah anugerah untuk aku bekerja
maka, biarlah aku bekerja
jika aku biar sedetik terlalai
rugilah kita
pasti jalanan kita kian memudar
telapak kaki kita pasti tidak berinjak melanghkah deras
menuju pulang ke rumah Syurga moyang kita
malah mungkin kita bersama bergulat di Neraka

engkau duduklah tenang
jangan engkau cemburukan helang terbang bebas
jangan engkau curigai anjing pemburu lepas di hutan
tunggulah dengan penuh kesyukuran

Kuching, Sarawak
27 Mac., 2019


2/3/18 Jika sebegini perlunya ...

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - March 05, 2018
hitam rambutku, merah daraku
Alhamdullillah In Syaa Allah aku tidak keliru
tetap itu kugengam

tidakkah sebegitu juga buat kamu?



perjalananku ini bukan mudah
biar bisa saja aku bikin mudah
soalnya saat kini aku permudahkan
pasti besok kita bersama payah
harus kita sadar, betapa payanhnya besok itu cukup panjang
maka biarlah aku kini payah sementara
asal saja besok cukup menyenangkan kita
namun kapan besoknya itu tidak, janganlah ditanya
biarkan saja ia datang pada waktunya semahuNya
namun yakinlah, besok itu dekat tergantung dengan keikhlasan kita
pasti itu sudah engkau mengertikan
biar terdakang lebih banyak kita lupai dari sentiasa mengingati

jika itu engkau tidak bisa pertahankan

Dia telah menjadikan burung
lihatlah pada mereka
terbanglah seperti mereka
ke mana saja semahu kamu
lelah akan datang juga akhirnya
hinggapnya nanti di mana dan seenak apa?
yang pasti terus saja mereka terbang
berulang-ulang sama saja sehingga waktunya

ingatlah, bukan aku berputus asa
mengalah Al Kahfi sudah kurenungi
kecewanya Yunus juga sudah aku mengerti
tidak lupa aku berani kentalnya Zulkarnain
maka biarlah aku menyusur Musa-Khidir
berjalan dan terus mencari
lantaran darahku masih merah
rambutku juga masih ada hitamnya
aku akan menempuh payah biar hanya tinggal aku

aku dan kamu
Dia telah tegas mengatakan "Aku adalah Aku, kamu adalah kamu"
sampai waktunya, aku adalah aku, kamu adalah kamu

KLIA, Kuala Lumpur
28 Feb., 2018

2/7/17 pada burung aku melihat kamu.....

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - July 11, 2017
di tempat kudiam,
kembangan berkeliling
saban pagi dan sore
pasti riuh kicau beburung
dan itu menjemput aku memerhati
lalu memaksa berfikir

Tuhan, Dia, hidupkan kembang
lalu berkicauan beburung
beda rupa dan suara pada waktu-waktunya
sebentar-sebentar, tidak pernah lama-lama
namun esok selagi besok masih ada tetap mereka ada
UNTUK APA?

aku melihat
juga kamu mendapati
beburung hinggap menjemput madu
tidak kurang datang menjamah buah-buahan ranum
ada sekadar melepas haus pada tetes-tetes embun
bahkan ada singgah sekadar berhenti lelah
tidak kurang hanya untuk bermain ikut-ikutan
aku berfikir dan mulai mengerti:
setia mereka cukup berbeda
(adakah kamu melihat?)
(1) tidak pada kembang untuk madunya
(2) tidak pada buah untuk mengisi laparnya
(3) tidak pada dahan untuk melepas penatnya
(4) bukanlah padang permainannya
indah kembangan, indah beburung
kepada Tuhan, itulah Mahahebatnya Dia
pada keindahan segala, Dia sedang menduga
SIAPAKAH YANG BISA MENGERTI DAN BERSYUKUR?

mengertikah kamu?
kembang nan cantik berdatang beburung paling cantik
namun, apa hasilnya? Sekadar cantik bukan?
sekadar hidangan mata!
(1) mawar itu sangat cantik;
 bekasnya hanyalah tangkai nan layu!
(2) angerik itu mutiara rimba;
apanya yang bisa engkau garap? tangkai kosong!
sedang kembang yang biasa-biasa;
burung yang hinggap juga biasa-biasa
namun hasilnya luar biasa
(1) apa ada pada kembang kelapa?
tanpa kelapa, apa enak lemangnya?
(2) apa ada pada kembang durian?
namun dia raja bagi segala bebuah!
(3) apa indahnya kembang padi?
nasi goreng yang enak dari mana datangnya?

maka, jangan dilihat pada gagahnya aku
untuk kamu memiliki aku
dan pasti aku tidak melihat pada ayunya kamu
kerana besok-besok ayu itu layu
ibarat burung
juga kembangan
bukan indah atau jeleknya
bukanlah pada madu yang harus dinikmati
bukan juga pada enak buah penghilang lapar
Tuhan, Dia telah menetapkan tujuan hidupku
cantiknya kamu di mata Dia,
adalah memantap aku ke jalan itu
tersangat mulia, dan sewajibnya
kita menjadilah kita pada kehendakNya
Hanya untuk Dia


p/s hebatnya Khadijah tidak pada rupa dan hartanya
     hebatnya Fatimah kerana Ali kekal Ali RA
     hebatnya Habsah dan Aishah kerana Umar dan Abu Bakar meluruskan mereka
     paling hebat dalam semua, adalah SAW yang kekal pada kehendakNya

Kuching, Sarawak
11 July, 2017


1/3/17 THE MAN ....

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - March 27, 2017
I heard, you are looking for a man
a firm standing man
a heroic man
a man with so much to admire
his physic, his mind, his heart
a man, a real man


Indeed my predicament of your man
is man of your heart


Lady, wish to whatever you wish of a man
but never forget
you'll never find a man of your wish
you'll only befall to a man of him be just him
though at times of courting he was God
yet at times to care, be ready he is a care-less
he cares least, not because he is careless, but that is him

being a man, he was created of dust and dirt
he was made of nature
you can't take nature out of him
Allah had bestowed upon him to the nature
his inspiration is conquering the nature
you is just part of his conquest
he needs to conquer many more than just you

ya he stands firm to his conquest
he walks straight to his conquest
he just wants be a hero to conquer
his physic, his mind, his heart
are nothing but conquest
such is a real man of his destine
and most you had not understand
such made your world volcanic

Lady, look into the Al Quran of a man that He had created him for
such indeed is a man of the man you should let him be free
In Shaa Allah he'll then be your true man here and after

Terasi, Pendam
26 Mac, 2017

3/2/17 KEYAKINAN ...

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - February 14, 2017
dia lahir mudah saja
sempurna seperti yang lain-lainnya
punya tulang empat kerat
kudrat harta itulah syukur miliknya

dari pria menjadi tua
cita-citanya ringkas saja
biarlah anak cucunya punya Desa dan Nusa Negara
usianya habis juga cara mudah
saban hari ke kebun-sawah menebas, membajak dan mencangkul
dari kebun dia membina Desa
dari Desa harapannya terbina Nusa Negara
dia kepingin menjawab mudah Munkar Nakir
"di mana kamu habiskan masa, harta dan tenaga kamu?"
di perbaringan kekalnya nanti

Desa nan hijau, Nusa Negara nan makmur
Desa nan permai, Nusa Negara nan sejahtera
tidak lain, itulah jambatannya ke Syurga kekal
cukup ikhlas ibadahnya kepada Allahuakhbar


dia sudah semakin tua
pohon-pohon yang ditanam sudah kian tua-tua
mereka sama-sama segar dan menua
dia menumpang berteduh menepis lelah
melempar pandang merentas laut luas

alangkah pedih saat bayu menerpa wajah
dia mendengar khabar
bukan sekadar Desa malah Nusa Negaranya
dia sudah samar, semuanya mahu ke mana
ada tangan di Ibu Kota
katanya berpunya hati yang lupa Syurga di mana
Neraka sepertinya sedang tangan ini bina buat anak cucunya
bikin onar mengila
menjadikan hatinya terasa luka bernanah

biar lemah dia terus menebas membajak dan mencangkul
pohon-pohon baru tidak pernah lupa dia tanam
biar kebunnya terus subur
kekal menghijau nyaman
setidak-tidak anak cucunya ada taman berlarian

Desa Nusa Negaranya
kepada Allahuakhbar dia terus yakin bersandar
biar tuanya tersengal-sengal
namun lelahnya dia tepiskan
dia terus menebas membajak mencangkul
terus menanam hari ini untuk anak cucunya esok-esok, In Shaa Allah pasti ada




terasi, sadong jaya
14 Feb., 2014

7/6/16 HIDAYAH I - nafsu monyetan

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - June 25, 2016
kakiku menghayun tidak pada bicara fikir
jejakku jejak binggung
lalu binggung menyerahkan aku ke rimba pekat ini

dan kutemukan sepohon hutan semarak kembangnya
anugerah indah Tuhan buat semua
dan seekor monyet betina sedang riang
di tangannya sejambak kembang
satu-satu dia robek dan campakkan
setangkai habis meranting
kemudian menjambak setangkai lain
berulang-ulang tiada henti
kembang gugur melayang-layang
menyembah bumi sebelum waktunya
rama-rama tidak sempat menyerikan
apa lagi para lebah hilang waktu mengumpul madu
banyak menjadi kempunan
hanya kerana monyet

ibarat aku yang kehausan
Tuhan teteskan butir-butir embun
lalu hujan yang kupinta
syukurku tak pernah puas


Tuhan, Ya Rabb
dalam Al-Araaf-66 Engkau jadikan manusia tiada syukur jadi monyet
namun biar sudah menjadi monyet tetap dia tidak syukur
maka kekallah ia hidup monyet-monyetan
melompat-lompat bergayutan
menyambar-nyambar tanpa puas
kekal tamak
menjadilah hina

aku, mengerti kini
monyet-monyet inilah yang menjadikan aku binggung
bersyukur tidak, merosak pasti
celaka sungguh

Kuching, Sarawak
24 June, 2016

4/6/16 KEPULANGAN ....bairlah ada ertinya.

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - June 17, 2016
tangan waktu tidak akan pernah terhenti
namun saat waktu-waktu terhenti
maka di ketika itu semuapun berpulang

kepulangan banyak titik sambutannya
dan kepulanganku adalah kembali ke sebuah sepi

sewaktu-waktu, sepi itu indah
sebuah sepi yang kucoret dengan segala warna alam
sebuah sepi yang kulukis hijau dan dingin nyaman
sebetulnya sepi yang segar
dan kulewati sepi itu dengan diam
aku diam menyepi dalam perjalanan panjang

sepi itu kembali bertandang
namun kini sepi itu sepi
segala kian memudar samar
hatiku nanar tidak lagi bisa melukis apapun
aku kembali diam
diamku telah menghukum untuk aku akhirnya sepi
diamku mengembalikan aku kepada sepi yang sepi
lirih

Tuhan, Ya Rabbi
apa masih ada kemaafan di atas kaku bicaraku
bisakah Engkau terima di atas khilaf keras kelu lidahku
apa detik waktuMu masih ada untuk aku membisik
mendekatkan mata hati dan lidahku
aku sedang berpulang
untuk menunai tasbih Yunus di perut Nun
agar kepulanganku tidak sepi nan sepi

Tuhan, Al Rahman Al Rahim
kupohon biarlah kepulangan ini janganlah terhenti dulu detik buatku
terima saja sebagai kepulangan biasaku
harus saja sepi ini kujalani sebagai sebuah diam untuk sebuah muhasabah
Tuhan, Ya Rahman Ya Rahim, kepulanganku biarlah ada ertinya buatMu

Bintaro, Jakarta
16 Jun, 2016




3/5/15 I'M A TREE.....but who are you?

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - May 05, 2015
I'm a tree, real big tree
from hard nut, thrown by a monkey to a far
I sprouted as His will to be
struggling my breath through the muddy ground
sticking my neck through the bushes
competing with many in thin and weak trunk
groping the thin air, light and food
despite every day the grasshoppers torn down my green
I cried not to any one's ears
believing in Him I'll be me

Now I'm a tree, a big tree
my arms' branches hold strong to my green
the green that soothing your sight
the green that gives cool shade to many
the green that bears fruits for many
the green that gives nesting places for many
my wholeself stand before many from the strong storms
my feet holds the mountain to its form and footage
giving you the rivers to drink

I'm a tree
If you break my arms, then what would be me?
If you burn my green hairs, then whom I'll be?
If you rooted my feet, then what would be me?
If you fell the whole me, what then will be me?

Just that, did you ever ask?
Between you and me, whom indeed should be a real big tree?
Am I a tree, or am I is your purpose shadow?
Either or, let me know who is the real you!

Terasi, Pendam, Asajaya
5 Mei, 2015

6/7/14 SALAM APA HARUS KUHULURKAN...untuk siapa?

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - July 25, 2014
asalnya, qabilkah engkau yang celaka?
dan apa mungkin aku adalah sisa si habil yang engkau bunuh?
lantaran waktu, aku menjadi aku di kejauhan ini
menyaksi api di antara kalian bersaudara terus membakar
sepertinya alam ini harus kalian miliki penuh
apa tidak terbagi kami yang lainnya

jerit tangis sengsara saudara satu kalian
tidak pernah henti dalam sorak dendam saudara lainnya
seribu tersungkur, darah menyimbah
satu gagah terus membantai onar bergegak

dan aku apa ada di dadaku
sebak menangis menghadap Tuhan
bertanya dan bertanya
apakah ini ujian buatku?
ataukah ini hukuman?
atau apakah ini sekadar bahan tawaku
bersaksi qabil dan habil sedang hadir pada lain waktunya?

lantas salam apa harus aku hulurkan?
untuk siapa?


Somewhere Allah left me be
25 July, 2014
27 Ramadhan, 1435



9/4/14 HELP ME BATTLE MY HOPE......kembalikan airmata ini.

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - April 23, 2014
then:
Glimpse of your shadow
Inviting me to your door

Presenting Assalamualaikum to your heart
But to no answer

Yet the big bang slammed to my nose
A splash hot blood bathed my face
I next tapped onto the nearby window
You hit me another blow
The fury shattered glasses cut deep into my palms
I held up to my bleeding hands
I turned away, but tumbled on your door steps
I fumbled flat to my face,
My head bleed
I stood shivering walking away loosing dignity
To this far loneliness


sewaktu-waktu
saat akan kugapai bayanganmu
berderai dedaun pintu engkau hempaskan di langkahku
terasa menyimbah tumpah darahku
tetap kugagahi menjengah di muka jendelamu
namun kecaian kaca engkau tamparkan padaku
memaksa aku berlalu pergi
hatiku berderai menyembah bumi
lalu terketar lirih aku melangkah menjauh
sehingga hadirku di sini, sendiri

now:
the flame bustling all over
firing whistles to the chaos
kids girl crying to no tears
the boys sprawling bathed in blood pools
mothers shattered to no hand
their men lost to their lust
everything gone to ashes
Oh Allah. Here am I. Confused in the land of the Ambia (where are they?)
between me and them
what price is our dignity?

kini
terbakar di mana-mana
muntahan tembakan meranapkan
gadis-gadis kecil menangis tanpa airmata
remaja bergelimpangan lemas di kolam darah
tangan ibu-ibu tidak bersambutan
sedang para bapa tetap megah serakah
segala punah menuju debu
Ya Allah. Di sini aku keliru di Tanah RahmatPertunjukMu
(ke mana para ambiaMu?)
pada mereka dan aku
apa tersisa pada kami?

Forever:

with my heart bleed worst
to you I look for our dearest hopes
pray for us "Come flourish the loves we deserve
and return the tears to our smiling faces
at least if you can't give us your hands"


Kapanpun
teman, dalam derita pedih ini
kusandarkan harapanku
biar sekadar secebis doa, pohonlah buat kami
 kembali mengalirlah cinta-kasih di sini
agar airmata kami mengalir mengiring senyum biar sekadar sejenak
 penganti pembelaan yang tak kami harapkan mendatang

Ibn Sina at Al Nile, Cairo
Cairo University
23 April, 2014


Note:
This piece is an improved sketch from a once founded friend whom now lost to his despair of longing search. Let pray for him and his discoveries. I do hope the Malay version of it fit to his meaning. I'll be there friend, soon. InsyaAllah.

1/3/14 KENAPA AKU HARUS DI SINI?

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - March 03, 2014
senja meremang
riuh di mana-mana
obrolan berkumpul-kumpul
tawa riang berpesta anak-anak tertangga
nuansa desa penuh bahagia
namun tiada sela biar sedetik buat Ilahi
sekadar azan berkumandang sendiri di kaca tv
sedang itik dan ayam telah senyap di saf-saf
 saban sebegini mereka celingukkan kehairanan
toh mereka cucu Adam maghribannya di mana?
usah ditanya subuhnya
"biar tekakku pecah, bangkitnya tiada"
biar jalak mengerutu setiap kali pada azannya


anak ini:
yang berdiri di pinggiran semua
kuganding tangan kerdilnya
kuusap-usap kepalanya
dia mendongak bertanya:
"mahu ke mana?
mahu buat apa?
kenapa?"


kulempar kerling di keliling:
kakaknya, asyik dibuai keindahan remaja
abangnya, enak menderum motor-motoran
bapanya, tanpa baju bercelana singkat pada Imannya
ibunya, kerempeng ibarat Taqwanya
datuknya, duduk-duduk terus ngerokok mahu mensingkat rohnya
nenek, dari subuh, temannya hanya periuk dan ceret
Tuhan, hidup di bibir, mati telah mati

dalam bergiringan kami berdua:
terasa malam pekat di kesiangan benderang
terasa ketandusan dalam hujan lebat
terasa bahang dalam redup sepoi-sepoi
kegelapan kian mendatang,
lemas kian melambai
kebakaran bakal di mana-mana
dan aku
apa yang harus aku kerjakan?
apa yang harus aku katakan?
apa yang harus aku tinggalkan?
paling pedeh, kenapa aku harus di sini?

kepadanya, apa mungkin kutitip sebuah sirna?
pembawa obor-obor menyuluh apa perlunya?
kuusap rambutnya
kupeluk dia
semua mata-mata jadi kehairanan
mudah-mudahan ada yang akan bertanya.

terasi, pendam
3 march, 2014

5/12/13 HARI AKU MENANGIS BERTANYA?

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - December 06, 2013
runtuh di mana-mana
dada sesak menyimbak deras air berkaca-kaca
perjalanan semalam nan perih lara
kembali bertandang tanpa segan biar telah lama kuhalau pergi

astarfirrullah. astarfirullah. astarfirullah. berkali-kali terulang-ulang
dada perih pada tubuh berguling-guling
mataku engan pejam biar rembulan sudah nyenyak
tuhan. kerdil jadinya diriku ini
sesat mahunya fikiranku ini
kalah rasanya asaku ini
berputus mungkinkah aku?

biarlah kupinta dariMu
kalau ada sumur di ladang
apa boleh kutumpang mandi
jika gagah hidupku Kau beri panjang
apa mungkin aku kental berdiri?

agar tegar kupimpin sesiapa berjalan sama, InsyaAllah.

nota:
illustrating photo cropped from johnlund.com. TQVM

terasi, pendam, simunjan
6 dis., 2013

2/10/13 PADA MEREKA......siapakah kita?

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - October 01, 2013
saat segala kehausan:
danau kekeringan berganti lopak
lalu para ikan dan belut mengemis nafas
para kodok entah sembunyi ke mana?
sedang flamingo berdansa kenyang keriangan
rusa-rusa bergelut hidup bersama lumpur
tanpa sedar sebentar ada yang mengelupur
hanya harimau dan buaya paling bersyukur
dan serigala tumpang mengamin


saat padang merekah-rekah
menguning lembah mematikan asa:
ke mana belalang mencari pucuk?
ke mana rama-rama menghisap madu?
ke mana cacing sembunyi diri?
cengkerikpun membisu
hanya debu berterbangan menutup pandang


adakah kita merasa dan mengerti?
paling tidak bertanya, siapa kita:
pada ikan dan belut, hidup pasrah sekadarnya?
pada flamingo, sekadar singgah berdansa indah?
pada kodok, sering saja melompat pergi, hidup sendiri sembunyi di balik daun mati?
pada rusa, megah bertahta indah di tanduk saja?
pada buaya dan harimau kenyangnya pada ngeri kematian?
apa lagi, pada licik srigala tahunya hanya mencuri?
juga pada yang kerdil-kerdil, terpinga binggung terus?


Hati Tuhan, bagaimanakah harus menghiburkanNya?

Pasir Panjang, Kuching
1 Okt., 2013

13/8/13 aku tidak mengucap selamat tinggal

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - August 31, 2013
kutunggu di pantai bergelora
dalam gundah dalam gelana
saban waktu tanpa mengerti di mana kamu
setiap deru angin memukul cemara
kukira suara pastinya langkah kakimu
ternyata aku sering khilaf
angin adalah angin
datang dan pergi tetap sama
tiada engkau di situ
tidak akan pernah nyata mimpiku di situ
namun aku tetap sabar

suatu petang meminggir sebuah perahu
kupegang talinya biar tubuhku terpaksa bergulat menahan badai
aku berkira engkau pasti hadir sebentar lagi
kita akan belayar bersama biar ke mana
sedang ombak terus memukul kencang
angin melanda kegilaan
tanganku jadi kepenatan
tali terlepas
malam bertandang
perahu hilang entah ke mana

aku terkusur menyembah pantai
lalu menengadah ke langkit tanpa bintang dan bulan
hitam pekat semua
dingin mengigit tubuh dan hatiku
perlahan-lahan aku terluka
kini sengoyoran membawa diri

mengertilah, saat matinya jasadku
aku tidak mengucap selamat tinggal kepadamu
aku sekadar sedang mencari banyak erti
agar menjadi titian hidupmu penuh pasti

terasi, pendam, simunjan
25 ogos, 2013

10/8/13 Alif Lam Min dan doa

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - August 24, 2013
lihatlah di gurun, gersang mematikan
namun, kaktus tetap bertahan
dan unta terus berlengok tanpa penat
jangan lupa, kala dan ular tetap ada
para helang tetap juga segar kepak mereka
tanyalah:
apakah mereka mengerti berdoa?
apakah doa mereka?
apakah mereka hanya berdoa?
lihatlah:
kaktus bertahan kerana durinya
namun bertahannya untuk para tikus nan dahaga
unta besar bonggol di pundaknya
lelahnya demi penghambaannya untuk pengendera
kala dan ular, tahu di balik batu mana harus mereka sembunyi diri
hidup mereka, demi helang untuk terus segar
dan helang tiada henti berlegar
mengkhabar berita buat pengembara, di sana ada kehidupan
alam, seisi alam, doa mereka, agar hidup untuk sujud kepada manusia
Alif Lam Min, alam, sebegitulah Allah jadikan agar kita mengerti MahaRahimNya
Alif Lam Min, ilmu, tanpa fikir mengongkel, tiada kita akan pernah mengerti
tanpa mengerti, Alif Lam Min, alam, kita terima sekadarnya, tanpa ilmu
namun:
apakah bakti doa kita untuk alam?
paling, bagaimanakah bakti doa syukur kita kepada Pencipta alam dan ilmu?
yang mana?:
Ya Rabbi, rahmatilah hidupku dengan segala kemurahanMu atau
SubhannaAllah. Ya Allah. Rahmatilah aku demi tujuan hidupku pada mahuMu?

terasi, pendam, simunjan
24 ogos, 2013

8/7/13 the wilting me.....

Posted By: Abdullah Chek Sahamat - July 17, 2013
dari sebuah belukar berduri ranjau
kupetik sekuntum mawar hanya untukmu
kurentasi tujuh benua lewat tujuh ketandusan
kurenangi tujuh lautan lewat segala kemasinan
tujuh purnama lamanya aku menghambatmu

from the thorny field, I plucked the rose
for you, I crossed the seven deserts and salty seas
in seven months, I walked and sailed in pain


senyum manis melirikmu mengetarkan
aku terpana saat di kejauhan
namun saat harum tubuhmu menusuk deriaku
kau berpaling mendongak ke langit
sepertinya bintang kau hambat hajati
kembangku tidak pernah kau sentuh peduli
lalu engkau melangkah pergi tinggal aku tertegun sepi
dan tawamu tetap kuikuti di balik angin-angin pagi

from a distance you threw me a smile
sweet and filling
but as we touch, you turned to the sky searching for the stars
ignoring the rose in my hand
and you walked pass, I stood to loneliness
only your laughter made me accompanied


mawar ini
dulu indah sekali
kelopaknya hijau segar
tangkainya jinjang melintuk-liuk
rangginya merah harum semerbak
jadi kegilaan segala semua
kerana lantaran terbakar matahari jadinya begini
lalu kusirami airmata agar tetap memerah sebegini
dan mengertilah merah menyala rangginya hanyalah adalah airmata darahku
dan kini tanganku yang berdarah
apa lalu apa mungkin aku akan layu sepertinya mawar ini?

I just want you to know, the rose is my blood tears to keep it them forever red
though it is not will be never

thus, will I not be also exhausted to death?

nota:
The illustration photo and sketch are sourced from the internet under the topics of wilting rose and bleeding hand. Thank to the contributor. Catatan ingatan ke atas seorang teman yang kabur terus lari membawa hati kerana tidak dipeduli, mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini, di manapun engkau berada, semoga Allah memelihara Iman dan kesihatanmu. Aku pasti menyusul suatu hari nanti.

terasi, pendam, simunjan
30 june, 2013



Copyright © 2010 abc sadong™ is a registered trademark.

Designed by Access. Hosted on Blogger Platform.