tangan waktu tidak akan pernah terhenti
namun saat waktu-waktu terhenti
maka di ketika itu semuapun berpulang
kepulangan banyak titik sambutannya
dan kepulanganku adalah kembali ke sebuah sepi
sewaktu-waktu, sepi itu indah
sebuah sepi yang kucoret dengan segala warna alam
sebuah sepi yang kulukis hijau dan dingin nyaman
sebetulnya sepi yang segar
dan kulewati sepi itu dengan diam
aku diam menyepi dalam perjalanan panjang
sepi itu kembali bertandang
namun kini sepi itu sepi
segala kian memudar samar
hatiku nanar tidak lagi bisa melukis apapun
aku kembali diam
diamku telah menghukum untuk aku akhirnya sepi
diamku mengembalikan aku kepada sepi yang sepi
lirih
Tuhan, Ya Rabbi
apa masih ada kemaafan di atas kaku bicaraku
bisakah Engkau terima di atas khilaf keras kelu lidahku
apa detik waktuMu masih ada untuk aku membisik
mendekatkan mata hati dan lidahku
aku sedang berpulang
untuk menunai tasbih Yunus di perut Nun
agar kepulanganku tidak sepi nan sepi
Tuhan, Al Rahman Al Rahim
kupohon biarlah kepulangan ini janganlah terhenti dulu detik buatku
terima saja sebagai kepulangan biasaku
harus saja sepi ini kujalani sebagai sebuah diam untuk sebuah muhasabah
Tuhan, Ya Rahman Ya Rahim, kepulanganku biarlah ada ertinya buatMu
Bintaro, Jakarta
16 Jun, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment