Latest Postings
Loading...

Development Economy

In Search of Excellence

Urban Development

Recent Post

May 12, 2016
1/5/16 <i>YOU YOU</I>.......ya baruk Denan!

1/5/16 YOU YOU.......ya baruk Denan!

You you bukanlah suatu kata seruan. Ini berbeda dengan istilah Uhaaa. Istilah Uhaaa adalah kata seruan yang menjadi amalan kaum Iban pada saat mereka mengadakan miring iaitu suatu bentuk doa selamat. Uhaaa adalah kata seruan memanggil roh mereka yang telah pergi sebagai tanda memohon restu ke atas sesuatu hajat. Ianya juga adalah kata seruan untuk menyeru roh ghaib sebagai lambang penguat semangat, khususnya bila berdepan dengan perkara-perkara getir. You you telah dipopularkan oleh Adenan bukan hanya semasa PRN Sarawak baru-baru ini. Beliau sejak dahulu sering mengungkapkan istilah you you. You you pada asalnya bukanlah kata seruan sepertinya Uhaaa. Istilah you you sangat popular di kalangan masyarakat Melayu di tahun 1960an dan 1970an. Masyarakat Melayu Sarawak, khususnya dari kawasan persisiran, yang berumur 40 tahun ke atas pasti tahu akan maksud you you bila diungkapkan. Namun, konsep you you seperti kian pupus khusus di kalangan generasi kini.

(2) Bagi masyarakat Malaya (saya ingin mulai dari ketika ini, menggunakan kembali istilah Malaya jika tidak Tanah Melayu, sebagai gantinama kepada istilah Semanjung Malaysia bagi mengingatkan tentang betapa Malaysia sebetulnya terbangun dari tiga wilayah merdeka iaitu Malaya, Sarawak dan Sabah), konsep you you Melayu Sarawak juga luas diamalkan di sana. Di Kedah umpamanya, konsep you you sama saja dengan konsep hang niiih. Bila dua atau sekumpulan orang Kedah sedang bersembang, jika terkeluar ungkapan hang nihh pasti ada sesuatu yang tersembunyi, tersirat dari ungkapan itu. Biar maksud tepatnya tidak jelas, namun kiasnya biasanya yang berkenaan akan faham. Contoh, jika seseorang sahabat katakan beria-ia meminta untuk bertandang ke rumah, pasti dia punya tujuan yang tersirat dari permintaannya itu. Jika ditanya kenapa dia beria-ia sangat hendak bertandang ke rumah sahabatnya, pasti contohnya jika ianya melibatkan dua rakan remaja, pasti yang meminta tadi akan berkata hang nihhh, takkan tak faham. Jika itu terungkapkan, maka pasti ada udang di sebalik batu atas tujuannya. Biasanya, mungkin teman tadi ingin berkenalan dengan adik atau kakak temannya. Atau saja mungkin kebetulan musim durian atau rambutan. Hajatnya bukan untuk bertandang tetapi meminta sesuatu secara sindiran.

(3) Di Kelantan, konsep you you juga luas diamalkan. Di sana mereka sering jika ingin menyindir atas sesuatu tujuan, mereka akan berkata demo gak. Contohnya, bila seseorang sahabat tiba-tiba menjadi terlalu baik, bila disoal pasti dia dengan nada bergurau senda akan berkata demo gak, kawe buat baik tok leh ko?. Biar itu hanya senda loka, namun maksud tersiratnya hanya yang bertujuan saja kemudian akan menyatakannya. Ungkapan-ungkapan hang nihh, demo gak sering diungkap sebagai tanda pengenalan untuk yang berkenaan kemudian akan berbicara secara lebih jelas dan tepat akan tujuannnya. Mungkin inilah apa yang orang Inggeris maksudkan scratching your back, garu belakang.

(4) You you bukan sekadar scratching the back ianya juga boleh berupa sindiran pedas. Contohnya, bila sang isteri malas untuk melayan untuk membuat air kopi bila diminta oleh sang suami, maka sang suami mungkin secara sindiran mengungkapkan you you, aik kupi Cina nyaman lagi. Jika sebegitu ungkapannya, maka sang suami akan berlalu pergi bersama teman-temannya dan keadaan itu mungkin melarat kepada perkara-perkara lain. Sindiran sebegitu akhirnya akan merenggangkan perhubungan seterusnya. Selama saya memerhati dan pernah juga dekat dengan Adenan, bila dia mengungkap perkataan You you maka mood dalam dia berkata sebegitu adalah sangat penting untuk diperhatikan untuk menangkap maksud sebenar akan maksud you you beliau. Jika dalam mood gembira, maka ungkapan you you beliau adalah sekadar seloroh. Jika you you terungkap di saat dia sedang tegang, pasti itu berupa sindiran pedas. Ada ketika, you you Adenan membawa maksud suka hati kaulah. Mungkin lantaran generasi kini sukar untuk berpunya sifat empathy maka konsep you you kian pupus lantaran generasi kini sudah buntu dalam menilai yang tersirat dari tersurat. Bagi generasi kini, jika tiada dalam Google Search maka semua itu boleh saja dilupakan.

(5) Konsep you you semasa PRN Sarawak telah memberikan Adenan kekuatan yang cukup luar biasa, sehingga beliau dapat mengembalikan kekuatan manis bagi Kerajaan pimpinanya. You you Adenan semasa PRN sangat rakyat Sarawak fahami, Adenan menyatakan dengan jelas apa yang dia mahu tabur baktikan. Rakyat Sarawak menyahut permitaan Adenan lantaran mereka juga berpunya permitaan yang sangat besar. Secara pribadi, saya dapat melihat kesungguhan Adenan untuk membina Sarawak yang maju dan bersatu padu. Gerak kerja beliau selama dua tahun lepas sangat jelas dan menepati keperluan untuk melegakan rakyat kebanyakan. Cuma untuk tempoh sekuarang-kurangnya dalam lima tahun mendatang, rakyat sedang menuntut kesaksamaan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih meluas. Maka sesungguhnya, You you Adenan bersahut dengan you you rakyat Sarawak. Mudah-mudahan Allah terus mencucuri taufik dan hidayah kepada beliau untuk terus menjadi khalifah yang Islam tuntutkan ke atas beliau. Jika tidak you you Adenan akan bertukar jadi you you, abu duak sudukpun sik ada menjelang 2018 dan 2021 nanti. In Shaa Allah you you Adenan akan kekal sebagai you you ya baruk Adenan.

Kuching, Sarawak
12 May, 2016
Apr 20, 2016
2/4/16 ADENAN NEED NO MONEY AND NEED NOT PLEDGING POLITICAL MONEY .....

2/4/16 ADENAN NEED NO MONEY AND NEED NOT PLEDGING POLITICAL MONEY .....

Muhammad SAW, the Muslim paramount caliph from foetus to his last day, had to undergo a true hard life. At his mother, Aishah’s pregnancy, his father by command of the grandfather Muthalib had to part to earn a living. He then never returned. The mother had to raise him in extreme poverty. At the age of six, the mother passed away. He was deprived of the parental sea of loves. He then had to be raised by the grandfather and at childhood he need to earn his own living by being a shepherd. Despite coming from a very dignified Hashimite clan, he was nothing different from all the other poor Meccan boys. He was made to no special by the successful merchant Muthalip. He never attended schooling. He never know how to read and write. But, Allah as He wishes, Muhammad hard life made him grew as an intelligent observer and thinker. He observed all the cruelty and stupidity of his society, the Meccan Quraish. Allah made him the determined messiah to firstly his society, the Quraish even to the far fetch Malays over here>

(2) The Quraish has no respect over humankind. They killed the baby girls. They made their women at no value. Women were treated as sex slaves. They loved fighting and killing each other. They were sex, gambling, alcoholic and blood thirsty people. They turned their back to the poor and disadvantages and made them their donkey slaves. They warship their own hands’ carved stones. They prayed to the useless stones as their Al Mighty Gods. Their leaders ruled by whims and fancies, as their wishes to their greed. Usury and bribery were their norms. They deployed usury and bribery to take what not theirs. Their culture turned barbaric and corrupted by the day. Muhammad seen all these as dangerous to the survival of his society. These greed-based and ignorant culture could lead to the perish of his Quraish society and Hashimite clan was at no mercy. He began to think and searching for the true path to a living.

(3) Allah the Al Mighty, His promises are genuine. His kindness is of no comparison. He promises to care for His creations doesn’t matter how deviant they are. In most cases I would say, He left His subjects to what they love to be until the day of judgment. In some cases, definitely with some greater purposes, Allah did bestowed His far profound dealing accordingly in their living period. The Quraish as one of His creation, as an example, served His purpose. He dealt with them at their living time. He purposely let them go astray in the beginning for them later in His design to turn and uphold fast to the true path. In the history of the Quraish, Allah purposely created the bad and the good side of their history for the rest of humankind to look at and learn. Muhammad to me was indeed Allah’s grandeur design not only to take the Quraish but the whole humankind to the path that they should live within. In the hands of Muhammad, Allah then passed the Al Quran which indeed was the expansion of the earlier Zabur, Taurah and Bible as guidance firstly for the Quraish. The Books of Allah and pertinently the Al Quran, their basic teaching is for human to defy greed. Sholah, fasting, zakat, fitrah, offering, fisabillah contributions, pilgrimage and all those suggested good deeds by the Books of Allah are check gate and or micro filter to greed. Indeed greed was and is the source of all evils. Satan from a very highly respected Allah creation turned evil by a mere greed. Satan refused to submit to the human caliphate role. Allah created Satan as the father of greed to clearly separate a man of heaven justice and a man of greedy hell. Satan indeed was created as the piety testing instrument to humankind.

(4) In regard to today National and State noisy socio-political scenario, it is a sign of we are overwhelmed by the greed phenomenon. While the rakyat are trapped into the illogical escalating cost of living the leaders are engaged to nonstop political squabble. Our polemic indeed if it is not a crisis is all within the ambit of greed. Greed made people to take the game of manipulation as way to get to what they want which is not necessarily theirs. There are people seem to be crazy to uphold and or be within the political power circle to the greediest most. Not much really care to be in the circle of power to really serve as the caliph as the Books of Allah had laid out. Accordingly, the disadvantage in view of their unconscious greed are willingly to be the subject of the bigger greed. They exposed themselves to the game of greed manipulation. Each becoming the prey to each other accordingly. The game of I scratch your back, you scratch mind with morality pinned to the bottom feet is the source of all these noises that we are celebrating.

(5) Nonetheless in the case of, Adenan Satem, at least from the good and black history of his political career and health, had made me feel happy about his remark that ”He need nothing more. He realizes; insaf and really praises Allah for giving him the second chases both in politic and life for him to serve in the true path of Islam. He just want to do a good job for the people of Sarawak.” Indeed if one study the Books of Allah, there is nothing that Allah wants out of a man, except to be a good caliph. Adenan’s wish falls within the Books of Allah had commanded, and thus I really pray he stay on with his realization at least to the end of his political term as the Chief Minister as he promised. From meeting with the people on the street, I can assure that his promise and realization had gained him the best respect by all quarters in Sarawak. Overwhelming majority of the Sarawakian are with him. Such is his paramount best asset.

(6) From the day he took the Office of the Chief Minister, on 24 February 2014, he had shown his determination to serve the people rightfully. He had set few administrative policies review on matters that are very dear to the people especially wrt land tenureship. In term of trasparency governance, he made his first move to curb corruption in the State service. After more or less had been in politic for 30 years, Adenan I would say had enough seeing of the bad effect of corruption. The resourceful Allah blessed State of Sarawak could do very much better if good governance had been our culture. Unfortunately corruption and patronizing by some parties at all levels had deprived Sarawak from the best bless of Allah. I hope to see next he would be very serious putting in place a governance system that could evaluate development costing to the most cost-effective manner. Too much profiting and cost derailment in lots of development projects had placed the State in lots of financial burden. As a note, I'm very happy to hear and see for instance his courage and willingness to put a bridge across the Baram River to give Long Lama (literally could be translated as “too long awaiting”) the long awaited cost-effective access to the rest of Sarawak. The growth of the interior Baram had been constraint by the missing small bridge. The same applied to Telok Melano in Sematan. The abolishment of TOLL bridges at no cost to the State Government of Sarawak was his greatest courage. His doing away with high electricity tariff and smallholding Quit Rent ease the poor greatly. All these are his true gesture of his caring for the poor and the disadvantages. Definitely the keeping to the promise of the Federal Government on implementation of the dual carriageway of the Pan Borneo Highway had given him the best respect. I surely hoping next to hear and see for him to really put the roughly 5,000-6,000 hard lives people in the Bruit Island into the prime stage of the whole State development. To me this group of population had suffered enough from the nonperforming appointed caliphs of the past. Of course the plight of all those neglected and or disadvantage areas all through Sarawak should be given just treatment as well. Adenan is working hard to care for all quarters of his caliphate subjects. To be fair, let not hope too much from him with all the constraints he will be facing. The best expectation of Adenan is to lead us in the most best governance practises.

(7) Adenan indeed is trying his very best to bring all Sarawakian into the same boat to a better destination. His battle cry Autonomous Sarawak is what everybody is looking for. But make no mistake, the sarawak Autonomous Struggle should clearly a hit to the Federal Government that the original true spirit of the Federalism must be honored. It is Sarawakian outcry for just treatment within the Malaysian Nation, nothing more and nothing less. To date, as within his means, be they the Malays, Iban, Bidayuh, Orang Ulus and Chinese, Adenan had been seen giving them the just treatment. To me, then, all Sarawakians, in the name of kesejahteraan dan kemakmuran for all, of which is of no precise translation in English or to the closest could meant wellness and prosperity, Adenan must be given all the chances to be our good great caliph as defined in the Books of Allah. As such, I would urge every Sarawakian not to deploy greed to gain what is not theirs. In this sense, usury and bribery shouldn’t be practiced to gain into the center of political power and favor. The big winning of Adenan's team must not be gain through heavy political monetary cost. Let Sarawakian show the Nation on how to get the best blessing from Allah by virtue of clean political practises. In the coming State Election, let us practice our rational judgment to choose the better caliphs among the offering. Thus Adenan, as the caliph by virtue shouldn’t be lured to deploy usury and bribery to meet the greed of the voters whom want his good great favor. The people of Sarawak must reject the practise of usury and bribery to satisfy whoever greed. Let free ourselves from Allah only enemy ie greed. This State must move toward a State of Allah great blessing by everybody working hard to free themselves form greed. Greed had turned the Quraish into barbaric lives. But by virtue Muhammad SAW ability to practice zuhud lifestyle the Quraish then raised to the world super power. The same applied to the Pharaohs and even the West before and with their Renaissance. Greed made the Pharaohs to vanish to earth. The West rose to today world super power by not tolerant to greed. Today, the formerly guided Arabs world is in great trouble when the people and their caliphs went back to the black days of greed of their ancestors the Jahilliah Quraish.

(8) In Shaa Allah, if Adenan and the people of Sarawak choose to refrain from greed and be with Him as the Quraish in the time of Muhammad SAW, definitely Allah will care for us better. By virtue of his honesty and determination to impart good governance to Sarawak, the people of Sarawak should dare to give Adenan a chance. People must give Adenan a good great governance team by exercising good voting practises. A good mix of good great fellows should make his real good team. They must vote for his team without having to be lured to do so.  Adenan on the other hand must have the courage and determination of not to resort to political money to lure people votes. Let Allah determines his good deed. Allah had saved him once for His reason, thus with his realization, I would believe Adenan must have a greater courage to stand to his keinsafan realization. There is no for Adenan need to get all to agree to him, since even Allah never force or expect everything to submit to Him. In Allah's kingdom, He celebrates diversity that serve the purpose. For instance a dog is to bark to help the effective job of the shepherd. The crocodile infestation in marshland is to signal human being to take extra precaution in exploring the marshland since there might exist sucking mud areas. Thus I would say, in consonance to Al Quran calls for Muslim to emulate Allah's ways of governance then, Adenan should have the courage to accept diversity in building his team. Thus, to me Adenan's team is not necessarily an absolute National Front Team (BN), but could be a mixed of good great fellows whom all having one solid mind ie to serve Sarawak to the blessing of Allah.

(9) Indeed the greatest political asset of Adenan that he must uphold and the people of Sarawak must honored is his determination to bring about good governance. Such is pivotal to the Islamic caliph deed and such must be honor for the sack of Allah. While being a caliph is a trust,amanah, but then to choose a good caliph and his good great team is also a trust. Indeed the hand that votes determine the kind of caliph we will get. Allah had made it clear, it is our own hands that take us to where we want. Thus everyone must hold to the amanah to get the purest blessing of Allah. Adenan and the people of Sarawak need no political money to be great. Adenan honesty to his professionalism should be seen by Muslims, Christians and even Buddhism as the profound characters of Muhammad SAW, Jesus Christ and Gautama Buddha in guiding their men to the great path. His professional honesty worth no money to match. We must show the Nation the way to a clean politic path road. In Shaa Allah.

(9) I have a strong conviction that if Adenan focus to his caliphate honest professionalism to bring great for the people of Sarawak, I can see Adenan In Shaa Allah will be written in history as a true reformist that lead today astrayed Muslims caliphs back to the true path of Muhammad SAW. It is now, very important that someone out of the blue just as Muhammad SAW, or even Joseph As and Jesus Christ to take the messiah role to calm our noisy socio-political climate especially in today Malaysia and the Muslims world. I do pray Adenan in one way or another, will be the person and having the courage to do so.

(10) Let remember, despite Muhammad early life was full of miseries, when indeed he was the emperor of the Madinah-Mecca Islamic State, he lived to a zuhud humble simple life. He never gave himself or even his family members to the best royal treatment. He lived far from luxuries. He practiced no usury and bribery. He lived a free-greed lives. He kept his course to impart the greatness deed and survival of his people in the eyes of Allah and denied all the greed of the worldly demand. He left his families and himself fortune totally in the hands of Allah. He succeeded and being remembered and glorified to this day and end of the world by his great zuhud deed. Indeed as comparison, King David and King Solomon AS were the greatest leaders Allah had raised among His great prophets, yet today his people is minute and not even having a true State of their original making. The Jewish State, Israel is a State made out of the International Mercy and the Palestinian blood cries. Yet Muhammad SAW followers are growing with times and In Shaa Allah if everyone of them submit to the good deed of Islam, the world will be most blessed by Allah. Such is Allah promise. Then, what wrong with us the so called Muslims for not able to emulate our Muhammad SAW footsteps then?

Kuching, Sarawak
20 April, 2016
Apr 19, 2016
1/4/16 MEMBINA MELAYU: <i>Punca kegagalan Razak, Mahathir dan Najib</i>... (draft)

1/4/16 MEMBINA MELAYU: Punca kegagalan Razak, Mahathir dan Najib... (draft)

Intipati:.

Bangsa kita Melayu masih tercorot. Itulah hakikat yang Melayu tidak boleh nafikan. Pelbagai bentuk keciciran dari segi dasar, strategi dan program pembangunan telah menyebabkan Melayu tercorot. Melayu tercorot dalam pelbagai bidang utama. Kemelut Mahathir-Najib kini saya kira adalah anugerah Allah untuk menyadarkan Melayu betapa mereka jika ingin perkasa harus berani untuk bermuhasabah diri. Melayu harus berani untuk memeriksa dirinya dari dalaman juga luaran. Sesungguhnya kehadiran Mahathir Muhammed, dan keuletan hayatnya biar sudah menjangkau usia 91 tahun beliau tetap berjiwa kukuh dalam memperjuangkan apa yang beliau percayakan punya hikmah yang sangat besar jika umat Melayu mahu berfikir. Sebegitu juga keberadaan Mohd Najib Abdul Razak  yang kelihatan keras mahu lari dari bayangan Mahathir sehingga beliau bertegas dengan apa juga cara barunya dalam mentadbir Melayu yang kini menjadi polimik hebat antara keduanya. Pada saya, Melayu tidak harus hanyut oleh kancah dua manusia Melayu besar ini. Kemelut Mahathir-Najib jangan dipandang sebagai sengketa, tetapi adalah pencetus agar kita berfikir. Kancah antara keduanya adalah petanda betapa Melayu sedang berada di persimpangan perjalanan panjang berliku. Melayu sedang berbahas jalan apa harus mereka aturkan untuk benar-benar bangkit perkasa. Maka, apa yang Melayu harus cari dan putuskan adalah bagaimanakah caranya Melayu kini harus melihat segala di sekeliling kita dan darinya kita bangkit perkasa. Untuk Melayu boleh jadi perkasa dan lestari perkasa, maka kita harus berani untuk melihat bagaimana kita boleh tercicir sedang segalanya dalam kekuasaan kita. Negara kita punya. Allah anugerahkan Negara ini untuk Melayu, namun kenapa kita boleh tercicir dan corot? Tanahair adalah pilihan Allah untuk Melayu perkasa, tetapi biar dalam peliharaan Allah tetap Melayu kian tercorot, apakah itu tidak anih dalam Melayu melafaz Allahuakbar?

(2) Semasa terjajah oleh Barat (1511-1963), Melayu terpinggir. Melayu meminggir. Melayu dipaksa ke pinggir. Sebaik merdeka, Melayu memberontak ingin sesuatu yang tegas dan nyata. Maka pada 1971 terbangun Dasar Ekonomi Baru (DEB). Berhempas pulas Razak tanpa kenal lelah dan tanpa peduli kesihatan diri membangun Melayu di desa-desa dan kota-kota, namun dalam penilaian pada 1990, Melayu tetap tercorot. Melayu tidak dapat mencapai 30 peratus dari pegangan ekuiti ekonomi Negara. Maka DEB, telah dirombak berubah menjadi Dasar Pembangunan Negara (DPN) dengan teras-teras asas DEB dikekalkan. Mahathir dengan cara kuku besi bekerja lebih keras dalam mengasak perubahan kepada Melayu, namun tetap juga dalam penilaian semula pada 2000, Melayu masih tercorot. Ada nada-nada berkata taraf Melayu pada 2000 kembali ke asas 1990. Bermaksud, perjuangan Melayu selama 29 tahun dari 1971-2000, hanya mampu meletakkan Melayu ke tangga 1990, suatu hakikat ekonomi yang sangat perit untuk diterima. Melayu 10 tahun keterbelakang dari cita-cita mereka. DPN kemudian dirumus menjadi Model Ekonomi Baru Negara, New Economic Model (NEM) oleh Najib. NEM cuba lari dari DEB dan DPN. Tetapi kini suara-suara Melayu sudah lantang menlahirkan rasa resah dan gundah gulana sosio-ekonomi. Paling nyata, Pendapatan Isi Rumah kebanyakan Melayu tidak mampu untuk melepaskan diri mereka untuk membiayai keperluan asas dengan agak selesa. Hakikatnya, di ambang sasaran Negara Maju pada 2020, Melayu kian resah untuk berdiri sebagai bangsa merdeka dan berdaulat. Melihat corak pertumbuhan ekonomi sebenar Negara khususnya bagi tahun 1998-2015 yang hampir-hampir mendatar pada 4-5 peratus berbanding disasarkan pada purata 7-10 peratus oleh DPN, saya menjangka taraf penguasaan ekonomi Melayu pada 2015 masih lagi di tahap pencapaian 2000-2005. Kita tetap masih 10-15 tahun terkebelakang dari Masa Sebenar. Pada Pilihanraya 2008 Melayu dengan jelas menampakkan keresahan mereka dengan beralih undi secara ketara. Maka Kerajaan Najib terpaksa mengambil langkah-langkah popular dengan pelbagai pendekatan social safety net seperti BR1M, K1M, KR1M, PR1MA, PPA1M dsb untuk menutup kebinsingan Melayu. DEB, DPN dan NEM gagal merobah kehidupan Melayu menjadi moden sebagaimana yang disasarkan. Kenapa?

(3) Kemelut Mahathir-Najib, adalah perdebatan untuk mencari kelemahan dan seterusnya semoga kekuatan baru dan sebenar akan ditemui. Bermula dari kritikan konvensyenal tentang dasar dan strategi untuk membangun Negara, kini segalanya sudah beralih menjadi perang gerila menjurus kepada isu-isu berbentuk pribadi. Kemelut keduanya kian menjadi meriah bila rentetan perkara-perkara sampingan menjadi tumpuan banyak pihak. Namun, kemeriahan perdebatan itu janganlah dilihat sebagai persengketaan, ianya harus dilihat sebagai public discourse yang mengambarkan betapa Melayu dari segenap lapisan ingin menyumbang ke arah keperkasaan bangsanya. Dalam masa yang sama juga, Melayu secara rohaniahnya harus boleh melihat kemelut ini sebagai pertunjuk jelas tentang apa yang Melayu tidak suka dan masses self-correction mechanism harus dihargai. Melayu dengan keras menyuarakan mereka tidak suka rasuah dan salahguna kuasa. Cuma takrifan rasuah dan salahguna kuasa itu kini kian berputar belit bagai Tongkat Musa AS ie terkadang-kadang ular dan terkadang-kadang senjata, maka menjadikan banyak kekeliruan pada Melayu massa. Walaubagaimanapun tulisan saya kali ini, cuba menilai kecorotan Melayu dari pengalaman lepas kita, serta membandingkan dengan kejayaan Negara-Negara terpilih dalam mengatasi masalah serupa dan akhirnya saya cuba melihat kebangkitan kita dari sejarah lepas Islam. Saya ingin memriahkan kemelut Mahathir-Najib dengan menabur perisa dari persepektif yang sedikit berbeza dari kebanyakan yang sering didengar dan baca. Semoga usaha ini akan mencetus pemikiran baru tentang gaya kita harus membawa diri dengan peredaran masa. In Shaa Allah.

Pendekatan Penelitian:

Saya tidak akan membicarakan kecorotan Melayu dalam semua bidang. Saya hanya ingin menumpu kepada beberapa bidang asas utama saja. Tumpuan saya adalah dalam bidang pemodenan kehidupan Melayu. Saya perlu menumpu di bidang permodenan, kerana itulah hambatan manusia sejagat dan itulah natijah tujuan hidup manusia. Biar Zabur, Taurah, Injil dan Al Quran semua menjurus manusia ke alam kehidupan penuh sempurna moden. Kemodenan hidup gagasan Zabur, Taurah, Injil dan Al Quran tidak lain adalah kehdidupan sempurna di Syurga. Di dalam kitab-kitabNya, Allah jelas membayangkan bagaimana kehidupan di Syurga. Syurga sebetulnya menjadi ilham hambatan kehidupan moden manusia di dunia. Pembinaan Taj Mahal dan Bandar Fatihpursikri oleh Kerajaan Moghul Islam India adalah bukti bagaimana gambaran syurga oleh Al Quran menjadi idaman semua. Maka dalam prihal penelitian tahap kemodenan hidup Melayu, saya ingin menumpu kepada tiga bidang utama iaitu ekonomi, politik dan jatidiri. Biar ada yang berfikir, urutan hambatan Melayu harus berjujukan jatidiri, politk dan ekonomi namun biarlah saya menyorotnya secara songsangan dahulu iaitu politik, ekonomi dan jatidiri. Inilah tiga bidang utama di mana kelemahan ketara yang rata-rata Melayu sedari. Banyak bicara telah diutarakan tentang sebab musababnya. Saya ingin mendatangi permasalahan ini dari sudut yang sedikit berbeza dari yang sudah ada. Maka berasaskan betapa segala sesuatu adalah dalam pengetahuan Allah, dan Allah membuat segala sesuatu itu berpunya hikmah nyata, dan apa lagi Allah sentiasa memelihara sesiapa yang beriman kepadaNya maka dalam menyorot prihal kelemahan-kelemahan Melayu ini akan saya lakukan dengan membuat perbandingan-perbandingan dengan segala hamparan sejarah yang telah Allah bentangkan. Sesungguhnya pernyataan Al Quran Betapa Allah telah menyediakan pertunjuk jelas di dalam Al Quran akan menjadi asas utama dalam segala perbandingan yang akan saya lakukan.

(2) Maka pendekatan methodology penelitan saya akan lebih menumpu dalam mendongkel kembali sejarah silam yang berkaitan dan dari sejarah itu saya akan cuba membawa suatu tafsiran dan rumusan yang mungkin membuka pemikiran Melayu untuk sadar tentang kekuatan sediada yang tercicir dari pemerhatian hebat mereka. Melayu saya kira keciciran dalam mengenalpasti dan memperguna penuh segala kekuatan yang Allah telah sediakan pada mereka, maka apa yang mereka cicirkan telah menjadi kekuatan kepada pihak lain yang mengakibatkan mereka jauh ke depan sedang Melayu tercorot dan terus tercorot.

Tafsir Kemodenan

Di dunia Barat, kemodenan sangat terkait dengan mutu hidup. Mutu hidup itu pula terkait dengan ketemadunan manusia. Barat melihat sejarah ketemadunan manusia melalui jalan panjang progresif bermula dari zaman batu. Inilah zaman tanpa temadun. Zaman manusia hanya berburu. Mula-mula berburu dengan kekuatan tenaga sahaja. Kemudian baru berkembang ke berburu menggunakan lastit, kemudian tombak bermata batu lincip lalu panah. Dari zaman batu manusia kemudian kembang menelusuri zaman agarian, bercucuk tanam dan mengembala. Dari situlah kemudiannya muncul temadun besi, tembaga dan sewasa. Lalu kemudian diikuti oleh pengembangan kelompok yang saling berebutan wilayah pertanian dan kekuasaan menerbitkan zaman keganasan barbaric. Peperangan demi peperangan terus berlaku. Zaman barbaric ini akhirnya melahirkan Kerajaan-Kerajaan Kota City States di mana unsur-unsur kemewahan mulai menjelma. Panglima-panglima perang bangkit menjadi Raja-Raja feudal yang berpunya pelbagai keistimewaan hidup seperti istana, taman, tentera, hamba sahaya, boroh dan rakyat tersendiri. Dari segala kemewahan raja-raja ini lalu terbit kesukaan kepada seni penciptaan. Manusia-manusia seperti Micheal Angelo, Leonardo Da Vinci dll adalah hasil dari sikap patronised para raja-raja ini yang akhirnya menjelma para pencipta Sains dan Teknologi. Perkembangan Sains dan Teknologi akhirnya menumbuhkan kesedaran untuk hidup aman damai, lalu negara kota-negara kota bersekutu membentuk negara-negara wilayah besar yang kini disebut sebagai negara-negara bangsa.  Hakikatnya, sebegitulah perjalanan kemodenan dari sudut sejarah Barat khususnya di Eropah. Negara bangsa-negara bangsa ini kini menjadi model hambatan kemodenan segala negara dan umat manusia di dunia pada hari ini. Konsep the American Dream adalah contoh ketaksuban manusia pada kehidupan serba mudah dan mewah Barat. Model pemodenan Barat pada hakikatnya meletakkan segala kemodenan hidup dapat dicapai dengan usaha keras manusia. Manusia yang paling berusaha, pastinya akan paling berjaya dan mereka selayaknya menikmati atas segala apapun kejayaan mereka. Inilah dunia Kapitalis yang kian menjadi sanjungan semua pihak. Cuma persoalannya adakah model ini cocok buat kita umat Melayu khususnya dan umat Islam umumnya?

(2) Hakikatnya, kemodenan Barat membawa pengertian yang sangat mudah. Manuisa moden adalah manusia yang dapat menikmati kehidupan mereka secara selamat, selesa dan puas. Perhatikan sahaja gambaran sejarah apapun dari sudut pandang Barat, segala yang menjurus kepada kehidupan yang selamat, selesa dan puas pasti dinamakan moden. Cuma tahap kemodenan itu saja berbeza-beza lantaran perbedaan dari segi tahap keselamatan, keselesaan dan kepuasannya sahaja. Biar di Amerika sekalipun, kehidupan di Salt Lake City biar bersifat sangat selamat, selesa dan puas tetap dianggap tidak setaraf Las Vegas di mana ciri-ciri keselamatan, kelesaan dan kepuasan adalah sangat berbeda, saya kira 360 darjah berbeda. Maka takrif sebenar kemodenan sangat tergantung di mata hati siapa kemodenan itu sebetulnya dilihat dan rasa. Cuma mungkin banyak yang berkata, darjah kemodenan itu harus dilihat dari sudut teknologi yang digunakan untuk menghasilkan kehidupan yang selamat, selesa dan puas. Namun pada saya teknologi adalah hasil dan alatan bagi kemodenan. Kemodenan tetap saya tegakkan sebagai mutu kehidupan yang selamat, selesa dan puas bagi individu dan kelompok yang menikmatninya.

(3) Secara bandingan ringkas, di Timur, Allah sepertinya mengilhamkan kemodenan cara lain.  Di Timur asalnya Allah menurunkan manusia iaitu Adam AS di Sri Lanka dan Hawa AS di Lembah Bekka Mekah. Keduanya kemudian disatukan di Jabal Rahmah, Mekah. Kemodenan bagi Adam dan Hawa bukanlah sesuatu yang tercipta secara progresif seperti digambarkan dalam sejarah temadun manusia Barat, tetapi kemodenan adalah sesuatu yang telah tersedia sebelum adanya mereka dan mereka pernah menikmatinya. Dalam kata lain, kemodenan tidak Adam dan Hawa bina tetapi telah tersedia meluas. Adam dan Hawa tercipta dalam segala kemodenan iaitu di Syurga, dan mereka pernah menikmati kesempurnaan hidup di Syurga. Hanya kerana takdir maka mereka harus turun ke dunia untuk menjadi khalifah, pengurus bagi segala penciptaan Allah serta ujian ke atas keimanan mereka dan segala zuriat mereka. Adam seperti tempelakan Allah pada malaikat pada waktu penciptaannya, telah Allah kurniakan dengan segala macam ilmu yang perlu untuk beliau boleh menjadi khalifah. Ilmu pada Adam adalah roh yang telah Allah tanamkan pada dirinya. Allah mengajar Adam tentang segala ilmu yang perlu untuk dia menjadi khalifah. Adam tidak memperolehi ilmunya secara progresif seperti dalam pandangan Barat. Chip keilmuan telah Allah tanamkan dalam diri Adam sejak dari mula penciptaannya. Cuma lantaran tidak dinyatakan bagaimanakah perjalanan hidup Adam dan Hawa kemudiannya sehingga merebak menjadi kelompok-kelompok manusia yang berbeda-beda di serata dunia, maka manusia kemudiannya dengan akalnya telah berhujah dengan pelbagai tiori.

(3) Tiori Barat dilihat sebagai engkar terhadap hukum Allah oleh masyarakat Timur. Tiori yang tidak bersandarkan kitab-kitab Allah. Walau bagaimanapun, masyarakat Timur tidak pula dapat menjelaskan bagaimana temadun manusia itu terbentuk untuk dapat menyanggah tiori Barat atau paling tidak membuktikan betapa Allah telah menyediakan manusia dengan segala ilmu ketemadunan dan hanya kerana waktu dan keadaan maka ketemadunan itu tercicir dan manusia kembali corot.

(4) Saya berfirasat, dan bertiorikan betapa penciptaan Adam AS oleh Allah adalah MasterplanNya untuk memisahkan ahli Syurga dan ahli Neraka di kalangan semua mahlukNya, tidak kira apa dan tidak hanya terbatas pada manusia. Setan, biar adalah mahluk Allah yang paling berIman kepadanya sebelum terciptanya Adam AS, namun mereka kemudiannya menjadi mahluknya yang paling bongkak dan engkar. Setan bertukar dari jadi pengikut kepada penyesat dengan adanya Adam AS. Janji Allah, saat tibanya hari kiamat, segalanya akan musnah kecuali yang beriman kepadaNya. Janji sebegitu, saya yakin, sesiapa dan apapun yang tidak memberikan mafaat dan kebaikan kepada mahluk lainnya Allah, pada saat tertiup sangkala pasti semua akan musnah. Maka sebagai panduan untuk manusia menjadi khalifah yang sempurna, Allah turunkan Zabur, Taurah, Injil dan Al Quran. Kitab-kitab ini mengajar segala cucu cicit Adam AS tentang adap ketemadunan untuk mereka menghambat kemodenan yang sempurna di dunia dan akhirat. Kitab-kitab ini menjelaskan secara terang tentang kemodenan dunia yang ada nilai di akhiratnya. Allah tidak mencipta mahluknya lalu kemudian meninggalkan mereka meraba-raba dalam kegelapan untuk boleh berfungsi baik sebagaimana kehendak penciptaanNya. Allah mencipta manusia dengan segala kesempurnaan tersedia. Mana mungkin Allah mencipta manusia sebagai khalifah waliNya di muka bumi tanpa memberikan dia ilmu untuk mentadbir. Allah mengkehendaki manusia untuk jadi khalifah pengurus terbaik bagi segala ciptaanNya, maka keilmuan kekhalifan pasti Allah kurnia bersama manusia.

(5) Sesungguhnya, Tiori Manusia Batu Barat dapat diselaraskan dengan pengajaran Al Quran dengan amat mudah. Saya yakin pernyataan Al Quran dan Tiori Barat tidak bercanggahan. Saya berhujah sebegitu atas dua landasan. Pertama, manusia-manusia Barat adalah juga mahluk Allah. Segala yang dalam fikir dan hati mereka Allah tahu. Saya yakin, ilham tiori yang terlahir dari the searching mind mereka adalah fitrah dari Allah. Di dalam Al Quran, jelas diterangkan betapa hati manusia itu akan sentaiasa tercari-cari. Cuma mungkin sengaja Allah tutupkan pintu hati mereka untuk tidak mengait segala tiori mereka dengan perakuan kebesaran Allah, atas tujuan MasterpalnNya yang berpunya hikmah untuk menguji kebijaksanaan dan kekuatan iman mereka yang bersyahadah. Manusia Barat, mereka mengejar keseronokan hidup di dunia. Mereka seboleh mungkin menyisih dari tuntutan kehidupan akhirat. Maka dengan itu, Al Quran juga telah menegaskan Sesiapa mahukan dunia, maka dunialah Allah kurniakan dan sesiapa mahukan keduanya, maka ke jalan itulah Allah akan tujukan mereka. Saya berpendapat tiori Barat tentang progression ketemadunan manusia adalah songsangan kepada hakikat ketemadunan manusia dari mulanya seperti dinyatakan di dalam Al Quran dan kitab-kitab Allah lainnya. Saya yakin, dari asalan di Syurga yang penuh nikmat kemodenan, lalu Adam AS dan Hawa khilaf engkar maka kemodenan Allah cabutkan dari mereka. Kerana engkar, Allah menghukum manusia untuk menerima padah dengan kemuduran ketemadunan. Contoh jelas antara lain adalah seperti apa yang Al Quran ceritakan tentang kaum Yahudi di zaman Sulaiman AS. Betapa pada waktu itu, Kerajaan Yahudi adalah sangat hebat, namun lantaran pengembalian mereka ke jalan mungkar selepas ketiadaan Sulaiman AS, maka Yahudi kemudiannya menjadi kaum yang kembali lemah dan mundur. Maka, sejak menduduki dunia, Adam dan manusia-manusia selepasnya hanyalah menelusuri menjejakai jalan pulang ke kemodenan yang telah Allah adakan seperti yang telah Adam nikmati. Perjalanan penelusuran inilah saya kira apa yang Barat lihat sebagai civilization progression dari Zaman Batu ke Zaman Swasa dan terus ke Zaman Sains dan Teknologi kini. Keduanya, umat Islam harus telah mengerti betapa segala mercu tanda kemodenan yang manusia kini gilakan sebetulnya telah Al Quran jelaskan. Cuba semak kembali sejarah nabi Daud dan Sulaiman AS. Tidakkah di waktu mereka Allah memberikan mereka segala kekuasaan untuk membina segala macam mercu tanda kemewahan hidup? Namakan saja dari Istana, alatan perang, kenderaan, bahkan segala yang berbunyi khayalan telah Allah berikan kepada Sulaiman AS khususnya. Begitu juga perihal nabi Noh AS. Pembinaan bahtera dan segala sistem pelayaran Allah kurniakan kepada Noh. Noh tidak perlu mencari ilmu itu, Allah yang mendatangkan kepadanya. Sebegitu juga tentang penerokaan angkasa lepas oleh Muhammad SAW di atas Buraq untuk melawan graviti, kerentanan haba, dan keupayaan untuk terbang mengatasi kelajuan supersonik. Cuma bedanya, Barat sengaja Allah berikan ilham khayal yang kemudian mereka tukarkan menjadi segala macam penciptaan nyata, sedang bagi umat Islam, biar segala ilham penciptaan Allah jelaskan di dalam Al Quran, mereka membacanya, namun mereka tidak mengambil sikap proaktif untuk menukar cerita Al Quran menjadi bahan penciptaan perakuan kebesaran Allah. Kita corot, lantaran kita tercicir dalam menilai maksud sebenar apa yang dinyatakan di dalam Al Quran.

(6) Maka atas sikap umat Islam yang melihat penceritaan Al Quran sebagai sejarah, dan tidak sebagai panduan dan ilham penciptaan kehidupan sempurna, maka inilah apa yang saya namakan sebagai kemunduran umat Islam dan Melayu khususnya adalah atas sikap mereka menjalani hidup songsang dari panduan Al Quran. Barat menjadi maju dan moden jauh mengatasi umat Islam dan Melayu, lantaran mereka bersikap proaktif di atas ilham pemberian Allah. Barat menghargai ilham Allah, cuma mereka tidak memperakui keesaan Allah. Melayu dan Muslim memperakui keesaan Allah namun mereka tidak mengerti maksud ilham yang Allah sembunyikan di dalam Al Quran. Kecorotan Melayu punya kaitan yang sangat rapat dengan prihal ini.

Hambatan Moden Duniawi:

Dalam menjelaskan hambatan kemodenan duniawi, saya akan membawa beberapa contoh Negara Bangsa Moden yang kita rakyat Malaysia dan Melayu sangat ingin dekati. Pertamanya pasti Amerika. Pulohan ribu Melayu telah belajar di sana dan pastinya saban tahun juga pulohan ribu Melayu berwisata ke sana. Kedua, wajar kita melihat Jerman. Dari bangsa tertindas mereka bangkit mengasak menjadi kuasa ekonomi Eropah yang digeruni. Sayangnya, tidak banyak masyarakat Melayu telah meninjuai kehebatan Jerman dan rantaunya. Di Eropah kita masih mahu melutut di depan Queen Elizabeth. Kita juga boleh melihat Russia. Inilah Negara yang sebermula mengasing dan terus ingin mengasing. Russia ibarat Negara yang bodoh sombong mengikat diri dengan segala tradisi Baltik-Black Sea. Saya juga cuba membawa pembaca untuk melihat Jepun (dan Korea), dua bangsa yang bangkit atas semangat bangsa. Inilah contoh Negara bangsa yang feudal, beralih ke demokratik tradisional dan kini menjdai kuasa ekonomi ketiga dunia. Sebuah Negara, Allah damparkan jauh ke selatan, tetapi dalam diam-diam telah menikmati hidup yang sangat aman dan makmur. Masyaratak pendatang dan pribumi seperti hidup penuh rukun menikmati segala kurnia Allah. Negara tersebut adalah New Zealand. Apa mungkin dengan memahami segelintir dari Negara-Negara Bangsa yang adal ini kita akan dapat maju tanpa gundah?

(a) The American Dream

Negara termoden di dunia adalah Amerika. Apa-apa yang tidak menuruti piawaian Amerika, maka itu belum diiktiraf sebagai moden. Sejarah moden Amerika boleh dikira bermula pada 3 Ogos, 1492 iaitu sekitar 524 tahun atau sekitar 21 generasi manusia dahulu dengan pendaratan Chritopher Columbus di sana. Columbus sebetulnya mahu berdagang ke Timur, namun untuk mengelak dari bertembung dengan armada laut Othmaniah, maka beliau memilih perjalanan merentas Atlantik untuk ke Pasifik. Tarikh 3 Ogos, 1492 saya pilih jika dilihat dari perspektif Barat. Jika disorot dari temadun manusia, Amerika telah dihuni manusia Red Indian dan segala kaum pribumi lainnya beribu tahun jauh lebih awal dari itu. Cuma, Sejarah hanya diiktiraf wujud jika ianya tercatit dalam tulisan Barat. Penguasaan Barat ke atas bumi Amerika hanya bermula secara besar-besaran pada 1600 dengan penghijerahan masuk secara meluas puak-puak Anglo dari British.  Pada 1770an, British telah menguasai Amerika jauh lebih meluas berbanding dengan bangsa-bangsa Barat lain khususnya Spanyol dan Peranchis. Dalam masa yang sama, Empayer British juga kian berkembang ke Timur khususnya Arab, Afrika, Asia dan Selatan Pasifik. Akibatnya, British memerlukan banyak dana bagi menyokong cengkaman mereka ke atas wilayah-wilayah jajahan baru. Maka pelbagai jenis cukai telah diwujudkan di wilayah-wilayah British dan Amerika tidak terkecuali sehingga menimbulkan pemberontakan di wilayah-wilayah ini. Pada tahun 1783 dengan dokongan kuat dari Peranchis dan kepimpinan hebat George Washington, wilayah-wilayah British bersatu berperang dengan British dan berjaya membebaskan diri membentuk sebuah Amerika sebagai Negara Merdeka Baru. Pada 1812 Amerika memenangi peperangan kedua dan terakhir dengan British untuk membebaskan sepenuhnya bumi Amerika dari penjajahan British. Bermula dari saat itu, Amerika menjadi the New Dreamland khususnya bagi masyarakat Barat dan penghijerahan dari Eropah sangat berleluasa sehingga bilangan penduduk meningkat dari 4 juta pada 1790 ke 7.2 juta pada 1810 ke 32 juta 1860 ke 76 juta 1900 ke 132 juta 1940 dan 321 juta pada 2015. Maka jika dilihat dari sudut kependudukan, saya bertanggapan Amerika benar-benar menjadi the Dreamland pada 1940an. Kecelaruan Eropah dari kesan WWI dan WWII memberikan Amerika ruang yang sangat luas untuk bangkit menumbuhkan konsep the American Dream suatu kehidupan moden dan demokratik-kapitalis.

(2) Bagaimana Amerika berubah dari the New World ke the Dreamland wajar kita teliti jika the American Dream adalah matlamat kemodenan kita. Sesungguhnya kebanjiran pendatang Eropah mengatasi penduduk Red Indian dan Mexico setempat pada 1800 adalah detik sebenar kepada kebangkitan Amerika sebagai the New World dalam mengambilalih tempat Eropah. Eropah pada 1800 masih berupa negara-negara beraja feudal yang sangat menekan. Di zaman feudal Eropah, rakyat dilihat sebagai bahan naungan bukan aset ekonomi yang bebas. Rakyat bekerja untuk para raja. Namun, penemuan the New World America menyediakan peluang bagi para pemberontak untuk keluar dari Eropah dan mencipta gaya usrustadbir baru. Tekanan cukai penjajah dan permusuhan Eropah dan Russia dengan bangsa Yahudi di 1900an sangat merobah gaya fikir rakyat baru Amerika. Seluruh pendatang dari perbagai bangsa dan agama bersatu tenaga dan kepakaran dalam melawan penjajahan Eropah. Mereka memberontak dan memisahkan segala cara kehidupan dan budaya mereka dari Eropah. Kerajaan feudal mereka gantikan dengan demokrasi-kapitalis. Di bidang agamapun mereka pisahkan jelas antara urusan Negara dan urusan gereja. Bahkan Kristian di Amerika berubah dari Katolik menjadi dominan Protestan. Pendeknya, Amerika memilih jalan liberal untuk bangkit kuat. Di bawah perlembagaan Amerika, hampir apa saja dilindungi oleh the First Amendment Perlembangaan mereka. The First Amendment ini adalah asas bagi sebuah Negara Amerika yang demokratik dan melindungi rakyat dan apapun pada hak mereka.

(3) Sesungguhnya penghijerahan besar-besaran bangsa Yahudi ke Amerika di akhir 1980an dan awal 1900an sangat memberi rahmat kepada Amerika. Yahudi dengan kepakaran perdagangan, kewangan dan kecendikiawanan mereka menjadi nadi kepada perubahan besar sistem ekonomi dan politik Amerika. Bersama Yahudi bangkit sistem kapitalis yang menyanggah sistem komunis, sosialis malah feudalis Eropah. Dengan adanya sikap demokratik di kalangan masyarakat Eropah bukan Yahudi yang menjadi kaum majoriti Amerika, maka kapitalisma dan demokrasi seperti sangat secocok. Kebobrokan Eropah akibat WWI dan WWII memberikan kedua-dua Yahudi dan Anglo Amerika untuk menonjol di persada dunia bilamana bank-bank milik Yahudi dan International Monetry Fund (IMF) telah boleh mempengaruhi Bangsa-bangsa Bersatu (UN) untuk menubuh Bank Dunia (WB) bagi membiayai pembinaan semula Eropah dengan dana kebanyakan dari pinjaman perbankan Yahudi kepada IMF dan setrusnya WB.  Keruntuhan Eropah, dan pembinaan semula Eropah telah kedua-dua Anglo Amerika dan Yahudi pergunakan baik bagi meletakkan Amerika menjadi the Super Power. Kedua-dua Yahudi dan Anglo Amerika tidak berbalas dendam terhadap Eropah yang menindas, tetapi mereka melihat simbiosis kukuh antara mereka sebagai jalan membalas dendam yang paling menguntungkan.  Sesungguhnya kelicikan Yahudi sangat jauh iaitu mereka menjadi IMF sebagai Bank Pusat Yahudi yang kemudian meminjamkan wang ke Bank Dunia dengan jaminan dari UN. Anglo menguasai UN dan Bank Dunia, namun keduan-duanya di kuasai Yahudi melalaui IMF.


(4) Maka jika kita ingin bangkit hebat, biar Amerika itu adalah Negara yang tidak mengakui keesaan Allah, namun saya yakin pembentukan sebuah Amerika itu pasti juga dengan restu Allah. Oleh yang demikian perjalanan kebangkitan Amerika itu boleh saja kita perhatikan jelas. Pertama saya mengira, Amerika itu menjunjung fitrah Allah bahawa manusia dicipta untuk merdeka berdaulat. Manusia hanya harus memperakui bahawa apapun yang terjadi dan bakal terjadi pada dirinya adalah hanya dengan restu Allah. Itulah maksud perakuan Allahuakbar. Oleh yang sedemikan, manusia tidak harus tunduk kepada siapa dan apapun dalam mengarap jalan kebaikan. Pendatang Amerika tidak mahu tunduk kepada Negara Ibunda penjajah asal mereka. Mereka sanggup berperang untuk menentukan jalan hidup sendiri. Mereka bangkit jadi anak derhaka. Mereka memilih jalan sendiri, dan jalan itu mereka sandarkan One God dan bukan the QueenIn God We Trust adalah lafaz Allahuakbar versi Amerika. Mereka seperti meletak segalanya di tangan Allah, dan dengan semangat itu mereka bekerja keras untuk mencapai cita-cita kebaikan bersama mereka. Bila berjaya, rakyat Amerika sering mengungkap God Bless Amerika yang saya kira sama saja dengan lafaz Alhamdullilah.

(5) Agak sukar untuk saya membuat analisa lengkap tentang bangaimana bangsa-bangsa bermusuhan di tanah asal mereka bila hijerah ke Amerika mereka dapat bersatu membentuk satu bangsa besar Amerika yang kental dan hebat di dunia di dalam tulisan berbentuk bloq ini Cuma secara ringkas saya yakin, pihak Anglo telah dengan sebegitu bijak dapat merumus dan mengadakan suatu sistem di mana kebebasan tersedia meluas khususnya melalui rumusan dan penjiwaan the First Amendment serta konsep God Bless Amerika di mana God diberikan pengertian bebas universal tanpa ikatan dengan nama-nama khusus seperti Jesus, Allah, Illah, dsb. Sebegitu juga, bagaimana para senirekabentuk dan jurutera binaan dan para pemikir masyarakat baru Amerika telah dengan sebegitu bijak meletakkan dua unsur terpenting dua temadun hebat silam iaitu Nil Firaun Mesir dan Yunani Roman sebagai simbol kebesaran mereka. Washington DC, Ibukota Amerika, dibangun dengan menjiwai senibina Nil dan Yunani. Senibina pembinaan institusi terpenting Washington DC  ini bukan atas pertimbangan rupabentuk gahnya, namun pemikira Amerika meletakkan falsafah kebesaran dua temadun itu sebagai asas dalam pembinaan dan kelestarian Amerika seluruhnya. Dua temadun yang bersifat strong industrial dan institutional-based dijadikan ilhamcipta bagi sebuah Amerika yang kuat. Sesungguhnya, model Jewish-freindly Firaun dan Roman pihak Anglo Amerika lihat sebagai pendekatan terbaik dalam membina Amerika yang perkasa. Permusuhan dengan Yahudi di zaman Firaun, Roman, bahkan Eropah moden dengan jelas Allah telah tunjukkan sebagai jalan menempah kerosakan. Firaun memusuhi Yahudi, mereka lalu musnah. Roman memusuhi BaitulMuqadis, akhirnya di tahun 1914-1944 akhirnya membawa kemusnahan Eropah. Maka kebijaksaan Anglo Amerika adalah dengan menukar sikap bermusuh menjadi simbiosis, bersama mereka akhirnya membentuk Amerika yang perkasa. Sesungguhnya, di zaman Muhammad SAWpun, beliau bekerjasama erat dengan pihak Yahudi untuk membina Kerajaan Islam Madinah yang makmur pada permulaannya. Cuma mungkin tercalarnya sejarah Islam bilamana Muhammad SAW terpaksa mengambil sikap bermusuh terhadap sebahagian kabilah Yahudi yang khianat dan perkara ini terus digambarkan secara meluas sedang sikap Muhammad SAW dan para sahabah besar dalam mengurus Yahudi yang patuh sangat kurang diperkatakan. Perkara sebegini menjadikan pandangan kita tentang Yahudi sangat tidak menguntungkan kita. Wajar, penulisan dikembangkan tentang bagaimanakah dan dalam bidang apakah Muhammad SAW serta para sahabah besar beliau terus bekerjasama dengan Yahudi di zaman-zaman mereka untuk pertimbangan wajar kita kini.

(6) Saya berkira, dan banyak dibuktikan secara empherical bahawa kebebasan boleh membawa kemajuan hebat kepada sesuatu bangsa. Eropah contohnya bangkit seiring Amerika, bila mereka merobah feudalisma ke demokrasi. Sama prihalnya dengan Jepun, China, Korea Selatan dan kini Vietnam. Fitrah Islam adalah kebebasan, merdeka. Tanpa kemerdekaan yang diasaskan oleh Islam di pihak Quraish, Arab, Farsi, Turki, membawa ke Balkan, Mongol, Moghul, Mancu malah ke dunia Melayu pada mulanya, saya pasti bangsa-bangsa ini sehingga kini pasti semakin tercorot menuju Zaman Batu. Mungkin khilafnya, bila Melayu ingin menciplak gaya Amerika, kita lupa meneliti dasar dan mekanisma kawalan dasar yang pihak Anglo adakan bagi memastikan biar kebebasan dinikmati oleh semua bangsa di Amerika, namun pihak Anglo tetap superior. Saya yakin, kerana kita cicir untuk meneliti prihal ini, serta juga tidak memahami khususnya di zaman Umar Al Khataab dalam mengurus Bazaar Madinah yang menyaksikan perkembangan subur perdagangan antara Quraish, Ansar, Kawarij, Yahudi, Farsi malah Byzanthium sehingga menjadikan Kota Madinah menjadi Trading House Arabia di abad ke 7 dan membawa kemakmuran kepada Madinah untuk memprkukuhkan daulah Islamiah. Madinah pernah berpunya peranan sebagai New York dan atau Shanghai World Business and Financial Center. Kita cicir untuk memerhati economic governance Madinah kerana kita asyik hendak menjadi replika fizikal Muhammad SAW tetapi tidak pada sifat pemikiran dan tindakannya. Sesungguhnya, MahaBijaksana Allah untuk memisahkan peranan awal Mekah dan Madinah sedemikan rupa sehingga akhirnya kedua-duanya saling mendokong kepada gerakan daulah Islamiah, sangat sedikit kita perhatikan, maka kita tercorot.

(7) Saya yakin sudah mencapai tahap pulohan ribu anak-anak Melayu menuntut ilmu ke Amerika, namun saya kira mungkin semua hanya melihat kehebatan Amerika dan belum ada yang melihat betapa di Amerika itu ada pengajaran Allah yang umat Melayu dan Islam cicirkan dalam cara mereka melihat Adeen Islam khususnya dalam socio-economic governance. Allah sengaja mengujudkan Amerika sebagai flash back betapa kemerdekaan adalah asas kepada kedaulatan ummah. Saya juga yakin, setelah membaca apa yang saya tuliskan di atas, maka pasti otak Melayu yang sering sangsi berhujah, itu Amerika, Negara dominen Anglo, Negara mengenepikan Allah sedang kita Negara plural yang kukuh berpegang pada adat dan agama masing-masing, maka mustahil kita boleh mengikuti langkah Amerika. Cuma anihnya, mereka yang berfikir sebegini sangat seronok melahap KFC, McDonald, Coca Cola, Starbuck, Coffe Bean, licah bercelana Jean Levis dsb. Pokoknya buat saya, inilah Melayu yang tidak mahu berfikir sepertinya saran Al Quran. Cuba renung kembali, jika Melayu benar-benar mahu mengotakan syahadahnya kepada Allah. Apa yang tidak ada di Syurga. Al Quran mengatakan, niatkan saja apa yang kita mahu, segalanya pasti tersedia. Bayangkan dalam kesediaan apa saja di Syurga, Allah membiarkan Adam AS memilih apa yag dia mahu. Adam AS punya sepenuh kebebasan untuk memilih apa yang dia mahu. Maka Adam AS memohon kepada Allah, memberikan dia pasangan sebagaimana segala mahlukNya yang lain. Permintaan Adam AS untuk dijadikan Hawa, adalah jelas kekebasan yang Allah anugerahkan kepada manusia dan dengan penciptaan Hawa, maka Adam AS termakbul menjadi khalifah. Kebebasan yang Adam AS pilih menjadikan dirinya pada darjat yang dia harus menjadi iaitu khalifah wali Allah. Kebebasan yang Allah berikan kepada Adam AS (manusia) terbukti meninggikan darjat mereka jika mereka mengerti.

(b) Aryan Supremecy

Bacalah sejarah Jerman, pasti semua akan tertarik dengan sejarah balas dendam Hitler di atas penindasan pedagang spekulatif Yahudi ke atas pribumi Aryan. Bangsa Aryan yang menduduki wilayah-wilayah Eropah Utara atau mulanya disebut sebagai wilayah Scandinavia, adalah salah satu bangsa Eropah yang sangat hebat. Mereka jauh lebih hebat dari puak Viking yang membuka Britain. Mungkin kerana berasal dari nenek moyang agarian iaitu petani dan pengembala, bangsa Aryan setelah hijerah dari Siberia yang tandus ke Scandinavia yang lebih subur, maka mereka menetap menjadi suatu bangsa yang menumpu kepada pertanian dan penternakan. Mereka menjadi Sons of Soil Scnadinavia. Namun dengan kebanjiran Yahudi akibat ranapan BaitulMuqadis oleh Rome dan Byzanthium semasa awal perkembangan Nasrani, maka puak Aryan telah membatasi penglibatan Yahudi hanya dalam sektor perdagangan sahaja. Yahudi tidak dibenarkan memiliki tanah pertanian dan penternakan. Walaubagaimanapun Yahudi, lantaran pengalaman mereka yang lebih luas setelah berbaur dengan dua temadun hebat iaitu Mesir dan Babylon, mereka juga menjadi pedagang matawang yang licik. Lantaran keterbatasan peluang pengembangan ekonomi Yahudi selain perdagangan dan kewangan, maka dengan menguasai penuh sektor tersebut, mereka akhirnya kembali kepada sifat lama mereka semasa di zaman Firaun dan Farsi Babylon iaitu pengamal riba dan rasuah yang hebat. Mereka menjadi lintah darat. Berakibat dari malapetaka Black Death di Barat pada 1348, puak pribumi Eropah dengan pengaruh gereja Nasrani maka Yahudi mulai dilihat sebagai pembawa sial kepada Eropah. Perusia, Peranchis, Italy dan bahkan Belanda adalah di antara yang mula-mula mulai menghalau Yahudi keluar dari Negara mereka. Akhirnya Yahudi menumpu ke wilayah Scandivania. Mereka kembang biak dan berdagang bebas di negara-negara Scandivania dan Baltik. Mereka menjadi lintah darat di sana. Akhirnya, kemelaratan masyarakat Aryan khususnya di Jerman mulai sandarkan sepenuhnya di tangan Yahudi. Hitler yang bangkit dari anak sampah akhirnya menjadi pemusnah nombor satu Yahudi. Facisma tumbuh memusuhi kuat Yahudi di Eropah bermula di akhir 1800an dan awal 1900an yang membawa kepada WWI (1918) dan WWII (1941) dan semuanya bermula di wilayah Scandinavia.

(2) Sesungguhnya sikap masyarakat Aryan iaitu negara-negara rantau Jerman (Scandinavia) terhadap Yahudi adalah sangat berbeza dengan cara pelayanan puak Anglo di Amerika. Aryan sangat memusuhi Yahudi berakibatkan faktor hasutan agama. Di permulaan pengembangan Nasrani Katholik di Eropah, tentangan masyarat ke atas agama itu adalah sangat hebat. Gereja dan Feudalisma Istana adalah sangat kuat bermusuhan. Perebutan pengaruh adalah sengit, sehingga di Eropah Utara berlaku transformasi Khatolik menjadi Protestan. Lantaran agama Yahudi adalah mirip Khatolik, maka Aryan Protestan telah menjadikan Yahudi sebagai musuh baru mereka. Ditokok dengan masalah ekonomi, sengketa mereka menjadi dendam kesumat. Bila WWII tamat, sebilangan besar Yahudi telah dihalau keluar dari wilayah-wilayah Scandinavia Jerman, maka pribumi Aryan akhirnya menyusun diri dengan semangat yang telah ditanam oleh Hitler untuk bangkit sebagai bangsa Eropah besar.

(3) Kebencian Hitler terhadap Yahudi sangat menarik jika kita kaji dengan teliti. Pada saya, biar di hati Hitler Yahudi itu ibarat anjing gongong Hyiena, namun sikap Hitler sungguh strategik. Dia sebetulnya menggunakan kehadiran Yahudi di Scandivania untuk kembali menuntut negera-negara Scandivania dan Baltik untuk kembali bersatu dalam bangsa Aryan Jerman yang besar. Kebanyakan ahli sejarah dan kita membaca bahawa kebencian Hitler kepada Yahudi adalah mutlak, tetapi saya berfikir lain. Yahudi hanyalah alat bagi Hitler mencapai cita-cita untuk menyatukan kembali semua negara Scandivania di bawah payung the German Democratic Federation. Jika di mana-mana, dan cuba perhatikan di Arab kini, bila berperang, tumpuan adalah untuk menghancurkan musuh. Tetapi tidak buat Hitler. Tentera Jerman melakukan dua kerja. Pertama berperang untuk meranapkan pengaruh Yaudi dan dalam masa yang sama mengasak transformasi industrialisasi cara Jerman. Hitler melalui peperangan, dia sebetulnya sedang bekerja keras untuk mengumpul merompak segala keilmuan Yahudi. Cuba perhatikan segala filem dokumentari tentang peperangan Hitler. Lori-lori tentera, selepas menurunkan para tentera untuk berperang, maka lori-lori yang sama jugalah digunakan untuk menyamun keilmuan Yahudi contohnya lukisan-lukisan dan segala macam dokumen-dokumen saintifik. Semangat Scandivania Superiority Hitler asakan. Hitler bekerja keras membangun teknologi Scandivania untuk mengatasi teknologi Eropah Barat dan British. Dalam prihal ini, Hitler menciplak penuh segala teknologi yang Yahudi telah bangunkan di univeristi-universiti di seluruh Scandivania. Masyarakat Aryan dipaksa keras untuk menjadi jauh lebih hebat dari Yahudi dan Eropah lain. Sesungguhnya banyak universiti di Jerman terbangun hasil dari ciplakan ilmuan Yahudi.

(4) Sesungguhnya, kebangkitan Jerman di tangan Hitler adalah melalui gerakan memperkasa Aryan. Bangsa Aryan dia sedarkan sebagai suatu waktu adalah bangsa besar. Aryan yang tertindas kerana bagi Hitler lantaran mereka menyerah untuk ditindas. Mereka harus bangkit membebaskan diri. Dalam pembebasan ini, Yahudi menjadi sandaran biar bukan alasan kukuhnya. Mereka mesti bersatu untuk membebaskan diri. Semangat membebaskan diri Hitler beliau terjemahkan sebabagi perjuangan yang besar iaitu mengembalikan Empayer Jerman. Cuma masalahnya, kebangkitan Jerman terjadi serentak dalam era perluasan pengaruh oleh bangsa-bangsa lain khususnya British, Peranchis, dan paling nyata Amerika. Russia juga tengah bangun membina kekuatan sendiri. Cita-cita Hitler sebetulnya agak terbantut lantaran beliau bangkit bersama mereka yang lain sedang ingin bangkit hebat. Rakan terdekat Hitler dalam cuba menguasai Eropah adalah Turki. Lantaran itu, Turki menjadi sekutu sama bangun dan ranap Jerman selepas WWII.

(5) Sesungguhnya, semangat penyatuan dan memperkasa Aryan Jerman di tangan Hitler tidak mati sekadar membina angkatan perang yang besar. Ianya menular sehingga ke seluruh permodenan Jerman. Biar selepas WWII Jerman mengecil menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, atas percaturan licik Amerika, Eropah dan Russia, namun semangat Aryan Supremecy ciptaan Hitler terus subur. Mungkin tidak ramai yang sedar betapa dalam membina semangat jatidiri Aryan, Hitler telah dengan jayanya menanamkan betapa Aryan mutlak hebat, bangsa pilihan Tuhan, bangsa lain semua adalah pariah, mereka harus dihapuskan. Sesungguhnya, inilah apa yang saya lihat sebagai falsafah dan tindakan strategik Hitler dengan merampuk konsep pembinaan semangat jatidiri Yahudi yang utuh melalui pandangan hidup mereka Yahudi terhebat, manusia pilihan Tuhan, bangsa lain adalah pariah. Jerman kemudian terus menumpu kepada membina teknologi dan masyarakat industralis dan perdagangan yang hebat. Masayarakat Jerman diaruh untuk berkembang moden secara persyarikatan besar big corporation iaitu Kooperasi. Jerman adalah salah satu Negara yang bangkit membina kekuatan rakyat dan Negara melalui gerakan kooperasi yang kental. Hitler sebetulnya telah berjaya membina sebuah Negara di mana seluruh rakyatnya mahu melihat dan bekerja ke arah keperkasaan bersama. Jerman menjalani proses demokrasi dan beragama yang lain dari seluruh Eropah. Semangat ketenteraan Hitler disinambungkan menjadi kehidupan biasa Jerman bairpun mereka telah kalah perang dan mengalami perpecahan Negara. Sehingga pada hari ini, cuba kita lihat sehingga dalam membina pasukan bola sepak pun Jerman tetap menerapkan semangat kental disiplin ketenteraan Hitler.

(6) Sesungguhnya, dari Hitler sehingga kini, Jerman berdiri kukuh atas semangat nasionalisma yang sangat kental. Nasionalisma Jerman mencakupi seluruh jatidiri kehidupan mereka. Rakyat Jerman adalah bangsa yang sangat cintakan Negara. Mereka sanggup berbuat apa saja demi negara mereka. Mereka bersatu teguh demi Jerman. Cubalah ke Jerman dan perhatikan bagaimana contohnya sikap hemah terbangun kukuh di kalangan bangsa itu. Sifat hemah Jerman menjadikan mereka sangat cekap dalam mengurus segala sumber yang Allah anugerehkan kepada mereka. Mereka tidak membazir. Mereka tidak merosakkan alam sekitar. Mereka membangun dengan alam sekitar yang terpelihara kukuh. Mereka mengurus anugerah Allah dengan penuh hemah. Mereka menjadi khalifah Allah yang sangat baik biarpun Iman mereka tidak bersamaNya. Atas sebab itu, Allah menganugerahkan mereka dengan kenikmatan duniawi yang sangat luas. Mereka maju. Mereka moden. Mereka terhormat.

(c) Kristian Orthodok Russia:

Russia mulanya terbangun hasil dari perdagangan kuat antara rantau Baltik, Black Sea dan Caspian. Perdagangan di rantau ini mulanya dipelopori oleh puak Slav. Serpihan puak Viking dari suku Rus kemudian memasuki ke timur Eropah lalu membangun Kota Kiev (kini ibu kota Ukraine). Dari Kiev, maka sejarah besar Russia mulai terbentuk melalui percaturan pelbagai puak khususnya di antara puak Slav, Rus, Turks dan Mongol sehingga terbangun Valdimir lalu kemudian Moscow mengantikan Kiev sebagai ibukota Russia. Kiev terdahulunya sangat condong kepada agama Orthodox Greek Byzanthium Christian iaitu lari dari agama Roman Chatholic. Orthodox Christian sehinnga kini menjadi jatidiri Russia dan menjadikan ianya sangat berbeza dari seluruh Barat (Katholik dan Protestant). Rakyat Russia khususnya dari sudut pandang kelompok Slav harus berkisar dalam lingkungan Christian Orthodox yang menolak kehidupan materialisma Eropah. Russia adalah gantian kepada kehancuran Constantiople di tangan Tartar dan Turks. Akibat kemewahan perdagangan antara Baltik, Black Sea dan Caspian, pertelingkahan demi pertelingkahan berlaku antara wilayah-wilayah di kawasan ini. Ini akhirnya menumbuhkan Ivan the Terrible (1547-1584) yang merombak cara pemerintahan Russia yang agak longgar kepada pemerintahan berpusat yang kuat. Bermula dari Ivan the Terrible, Russia kemudian terus berkembang meliputi Steppe Russia, sebahagian Eropah Timur dan Asia Tengah melalui beberapa siri peperangan dengan jiran-jirannya. Perubahan ketara Russia telah dilakukan oleh Peter the Great (1698-1725) dengan membawa konsep weternization. Beliau membawa pembangunan industri dengan meluas khusus bagi mendokong penguatan angkatan tenteranya. Dengan kekuatan ini, beliau kemudian terus melancarkan beberapa siri peperangan dengan negara-negara jiran untuk perebutan wilayah dan penguasaan jalan perdagangan antara Baltik dan Dark Sea. Beliau juga mula menekan pembangunan pendidikan dan kemahiran melalui perluasan pengaruh Barat ke seluruh Negara. Ciri-ciri pembangunan Barat mulai dia terap hebat di Russia. namun akibat pelbagai peperangan khususnya dengan kuasa-kuasa seperti Napolean Peranchis, Jerman, Turki dan bahkan Jepun dan kekauacan dalaman, rakyat mulai menderita kepayahan maka pemerintahan Tsar Russia akhirnya menemui kehancuran pada 1917 dengan Lenin melalui April Thesesnya membawa Russia ke dalam ideologi komunisma Karl Marx. Persekutuan Republik Sosialis Soviet Russia USSR terbentuk dengan rasminya pada 6 July 1923....... bersambung. In Shaa Allah
Back To Top