Latest Postings
Loading...

Development Economy

In Search of Excellence

Urban Development

Recent Post

Aug 28, 2015
1/8/15 TANAH AIR INI ... apa ertinya tropika kita?

1/8/15 TANAH AIR INI ... apa ertinya tropika kita?


Dari debu-debu berhamburan, Allah menjadikan bumi. Dalam gersang bumi, mati tanpa apa-apa, Allah hembuskan nafasNya lalu bergumpal menjadi tetes-tetes air terjun dari langit menyimbah segala. Dari air, bersamanya, lahirlah nyawa-nyawa memberikan roh kepada penciptaan bumi ini.  Di padang pasir yang tandus mulai tumbuh rumput-rumput berbunga. Dari rumput tumbuh segala tumbuhan menjalar melitupi. Muka bumi menjadi kian tidak panas, lalu Allah hadirkan pohon-pohon semak pelbagai rupa. Darinya muncul pohon-pohon besar merimbun menyegarkan lagi nuansa dunia. Segalanya melengkapkan kehijauan bumi ini. Namun tidak Allah jadikan segala serupa. Banyak kekal pada tahap-tahap azalinya agar manusia boleh berfikir betapa dalam hidup ini setiap sesuatu ada tujuannya dan tidak satupun sia-sia.

(2) Sebermula dari plankton manjadi rumpai, lalu rumput daratan, lalu tumbuh tumbuhan jalar, kemudian semak-semak belukar dan akhirnya berdirilah sebatang pohon, sebegitu jelas kitar putaran hidup succession of lives yang Allah pertontonkan. Namun di mana juga, pohon yang gagah itu tidak pernah berdiri sendiri-sendiri. Pasti ada keloninya. Sebegitulah apa juga tumbuhan dan apa juga mahluk Allah lainnya. Tidak pernah ianya hanya tumbuh sendiri-sendiri. Dan paling pasti, di sana juga Allah perlihatkan segala macam perkongsian sempurna agar manusia mengerti. Dari plankton untuk makanan ikan-ikan kecil yang menjadi rantai makanan ikan-ikan besar. Dari rumpai tumbuh segala dugong, penyu dsb. Dari rerumput menjelma lembu, kambing, badak, dsb. Dari semak-samun muncul segala serigala dan singa. Dari pepohon tinggi-tinggi maka muncul segala monyet dan beburung. Saat gugur satu-satunya, maka menjelma segala virus, bakteria, kekulat, cacing dan ulat-ulat. Pokoknya, segala suatu pasti menyuburkan yang lain. Itulah alam bukan manusia yang Allah jelas hamparkan.

(3) Hairan, manusia yang punya otak paling lengkap, saraf paling sempurna, serta segala sesuatu paling indah lengkap, malah saat berperilaku banyak yang tidak mahu menjadi manusia malah ada yang menjadi setan lebih dari setan, ada yang mahu menjadi malaikat melebihi malaikat, yang menjadi binatang menjadi lebih dari binatang. Jika ianya adalah singa, tidak pernah makannya berpilih-pilih serta punya batas rasa, malah dia membaham apa saja tanpa ada tersisa buat yang lainnya. Dia menjadi singa yang keluar dari tabii singa. Manusia singa, nafsunya menjalar dari singa sehingga ke cacing dan segala kulat. Menyapu bersih segala. Apa lagi jika manusia itu sudah memilih untuk menjadi batu tunggul. Dia pasti menjadi batu tunggul yang kesendiri. Biar batu tunggul tetap ada manfaat buat lumut dan segala, manusia batu tunggul keras dungunya pasti melewati keras dungu batu tunggul. Dia menjadi mahluk Alah paling tidak peduli apa-apapun. Pokoknya, saat manusia tidak mahu menjadi manusia, dia pasti menjelmakan dirinya melebihi dari segala mahluk Allah apapun yang lainnya. Muhammad SAW, Allah tunjukkan dia menjadi manusia paling sempurna. Dia tetap manusia lahir telanjang, kekal terlanjang, juga wafatnya telanjang. Dia bersih kekal sebagai manusia. Hidupnya hidup sebagai manusia. Jalan tugasnya tetap manusia. Segala prilakunya tetap manusia. Dia tidak didewa-dewa. Dia juga tidak mendewa-dewakan apapun juga. Dia tidak gentar akan apapun, kerana dia tahu Allah sentiasa ada. Sedang, sebut saja siapa lainnya setaranya dia, semua mereka pasti sangat berbeda kemanusiaannya. Contoh, Yusuf, hebat wajahnya tidar terperi. Pinternya bukan kepalang. Musa, dia bisa saja menelan segala ular, membelah laut dan berbicara langsung kepada Allah. Daud, itu raja dari segala raja, hanya Sulaiman bisa mengatasinya. Isa, hampir-hampir saja dirinya Tuhan, lalu Tuhan menjadilah dirinya terangkat. Muhammad SAW, datang dan perginya, tiada apa-apa melainkan hanyalah kekal sekadar persuruh Allah demi manusia. Dia adalah hamba Allah kekal sebegitu sepanjang hanyatnya. Dia sekadar pertunjuk khalifah besar yag tiada apa kepentingan pada dirinya.

(4) Di Negaraku ini, hutannya adalah hutan tropika. Di hutan tropika Allah tumbuhkan  apa saja pepohon besar-besar menongkah langit, dan sebutlah apa saja kayu-kayu paling keras dari belian, nyatuh, meranti, merakak, kapur, keruing, dsb semuanya tumbuh atas perkembangan asalnya adalah dari plankton, mahluk satu sel Allah paling mundur membawa evolusi ke pohon-pohonan maju itu. Meriah dan suburnya Tropika lantaran segalanya saling melengkap. sehingga kiamat sekalipun. Maka sebegitulah Allah menjadikan Negaraku ini, dunia tropika agar manusia-manusianya mengerti betapa tropika itu adalah suatu kepelbagaian yang saling mendokong dan harus azali kekal sebegitu. Dari yang mundur tumbuh yang paling maju. Jelas tanpa ada yang mundur tidak ada yang maju, keduanya harus saling terus bersama tiada pengabaian apapun. Kepelbagaian itu mendatangkan nuansa Tropika yang jelas subur dan damai. Namun, keparatnya sebilangannya manusia di Negaraku ini, saat mereka tumbuh menjadi pohon besar, segala apa juga harus menjadi kepunyaannya. Tiada atau paling-paling hanya sedikit balung dan najis tersisa buat yang lainnya. Pepohon besar di Negaraku ini kian menjadi penindas dan sangat rakus untuk hidup gagah sendiri-sendiri.  Kegagahan dirinya, dia mahu raikan sepuah dan semahunya. Pengertian manusia-manusia pepohon besar di Negaraku ini sudah menjadi anih. Nafsu singa sudah dialih menjadi fisiologi pepohon. Biar hanya kaku, nafsunya ingin menguasai segala gunung, lembangan dan lembah. Tidak ada padang rerumput, apa lagi belukar harus ada. Paling anih dan mungkin jelek sekali, dia hanya ingin hidup sendiri. Inilah nafsu singa pepohon besar di Negaraku ini. Paling dia tidak sadar, saat datang badai menbantai, dia menjadi terjengkang tiada apapun gunanya melainkan hanyalah sebagai pangananan para cacing dan kulat yang dulunya dia nafikan hak mereka. Dia akhirnya menjadilah dia sebangsat-bangsat mahluk Allah yang tersungkur kerana telah lupa akan siapa dirinya Dia ciptakan sebetulnya.

(5) Selamat meraikan kebangkitan kemerdekaan untuk semua umat Negaraku yang kunamakan segala plankton, algae, rerumput bunga-bungaan, semak renek dan pepohon-pepohon yang terus berjasa pada burung, monyet dan segala. Kita harus merdeka dari pohon-pohon bangsat yang sudah lupa asal usulnya tujuan penciptaannya.

Kuching, Sarawak
28 Ogos, 2015

Jul 28, 2015
2/7/15 APA MASALAH MAHATHIR ..... siapa pilihan kita?

2/7/15 APA MASALAH MAHATHIR ..... siapa pilihan kita?

Banyak orang berkata atau bertanya, "Kenapa Mahathir selalu saja ada masalah dengan Perdana Menteri Malaysia (PM)?" Sebenarnya persoalan ini, sangat mudah difahami jika kita mengerti pribadi dan gaya perjuangan Mahathir dan mereka yang beliau berpunya masalah. Biarlah saya cuba melihat perkara ini dari sudut untuk membantu kita menentukan jalan tindakan yang sewajarnya agar kita segera terlepas dari kemungkinan-kemungkinan yang lebih parah. Di dalam Islam, kita diperlukan mengambil sikap jelas mengenai segala sesuatu. Sikap saya adalah Enough is Enough and I fear nor favor no one. Cukuplah. Apakah perlu kita menanti Allah menjadikan badut menjadi pemimpin kita, lantaran rasa bosan rakyat kepada yangt dianggap bijak beramanah namun tidak? Cuba ingat-ingat lantaran kebosanan rakyat maka Joseph Estrada di Filipina dan Gus Dur di Indonesia boleh menjadi Presiden. Apa akibatnya kepada Negara dan Bangsa? Apa tidak mungkin nanti, Abon, Shahrizan Ahmad, Raja Lawak Malaysia tidak menjadi Perdana Menteri untuk sekadar menghibur hati rakyat yang gundah gulana resah tak habis-habis? Jika badut sejati menjadi pemimpin mungkin tidak mengapa, setidak-tidak rakyat terhibur, tetapi kemungkinan badut-badut yang hanya mahu gendut sendiri menjadi pemimpin itu harus kita jangan terima, lantaran mereka pasti membawa kemelaratan rakyat.

(2) Malaysia adalah sebuah Negara majmuk. Kita menjadi makjuk kerana paksaan British. Terlalu banyak kepentingan British di Negara ini semasa kita menuntut kemerdekaan. Ingat saja, berapa banyak ladang, lombong dan segala urusan dagang British di Negara ini di zaman penjajahan mereka. Semua itu diurus oleh kuli-kuli paksaan dari China dan India. Bila merdeka, kuli-kuli paksaan ini tidak boleh dihalau keluar. Jika dihalau, punahlah segala ladang, lombong dan urusan dagang British. Kuli-kuli ini tidak juga boleh diganti dengan anak-anak Melayu lantaran berat dan parahnya kerja menjadi kuli. Maka untuk mengekalkan kepentingan ekonomi British, maka Melayu hanya boleh dimerdekakan jika mereka sanggup untuk hidup sebagai sebuah Negara majmuk. Melayu hendak segera merdeka. Melayu tidak hendak susah-susah bermandi darah berperang dengan British. Melayu terpaksa. Melayu terima. Dan Negara ini merdeka dalam kemiskinan parah biar Melayu, Cina dan India sekalipun. Kekayaan Negara terus British kaut, sedang rakyat yang ditinggalkan terus miskin kedana. Namun lantaran berbeda temadun dan asuhan, masyarakat Cina khususnya menjadi lebih industrious maka mereka dapat mengatasi masalah kemiskinan di kalangan mereka dengan lebih cepat. Masyarakat Melayu jadi terperangkap, terkial-kial di alam tradisi mereka. Pengasingan asas ekonomi di antara Melayu dan bukan Melayu yang dilakukan oleh British semasa penjajahan mereka menjadikan Melayu dalam keadaan paling disadvantage di saat merdeka dan sesudah merdeka.

(3) Mahathir menerima Negara majmuk. Mahathir tidak kisah itu. Cuma apa yang Mahathir tidak tahan adalah bila Melayu biar sudah merdeka tidak berubah cepat. Usaha pemimpin Melayu yang agak lesu dalam merombak taraf hidup Melayu sangat mengusarkan beliau. Sikap Tunku yang berlengah-lengah tak apa Mahathir lihat sebagai merbahaya kepada Melayu. Lantaran dia berpendidikan dari Singapura yang agak terdedah tentang perlombaan nyata antara Cina-Melayu maka pasti Mahathir melihat sikap tak apa Tunku akan menjadikan Melayu Malaysia menjadi Melayu Singapura, yang serba ketinggalan akhirnya. Pendeknya, Mahathir ingin melihat Melayu bergerak cergas seiringan bangsa Cina untuk membebaskan diri mereka dari kepompong kemiskinan dan segala macam kemunduran. Mahathir mahu melihat usaha-usaha keras mengenai perkara ini. Hakikatnya, Tunku dan Mahathir punya jati diri dan cara perjuangan yang sangat berbeda. Tunku anak Raja. Berpendidikan Barat. Tunku adalah anak emas. Cukup terdidiuk dengan cara gentleman. Dua sikap ini, menjadikan Tunku banyak mengalah dari memaksa.  Bahkan kebanyakan mereka yang di keliling Tunku adalah Melayu-Melayu gentlemen yang asing bagi mahathir. Perjuangan Tunku adalah kemerdekaan politik Melayu. Itu sudah tercapai, kira-kira memadai dulu. Mahatthir adalah sebaliknya. Dia anak guru yang susah. Dari rakyat biasa. Dia sekolah sepenuhnya dalam Negara (termasuk Singapura). Dia bergelumang terus dengan kemiskinan dan rakyat. Dia anak lumpur. Dia membesar dan mendewasa dalam lumpur. Dia ingin bangsanya segera bebas dari lumpur. Mahathir saya yakin dia ingin melihat bangsanya merdeka dan berdaulat mandiri.

(4) Mahathir tidak punya masalah dengan Abdul Razak. Abdul Razak, tumpuan kerja beliau adalah membangunkan Negara. Abdul razak biar punya pendidikan tinggi di London, sikap gentlemantidak terbentuk pada dirinya. Keperihatinan beliau terhadap bangsanya agak berbeza dari Tunku. Beliau kelihatan jelas jujur membina Negara. Biar di desa apa lagi di kota-kota kian jelas usaha-usaha keras Abdul Razak. Juga apa juga yang Abdul Razak buat, sepertinya adalah benda-benda baru dalam kehidupan dan tradisi Melayu. Itu semua sehati dan sejiwa dengan Mahathir sebagai anak muda yang inginkan pembaharuan dan perubahan ketara. Maka Mahathir di zaman Abdul Razak menjadi seorang pelajar yang tekun. Saban waktu bersama Abdul Razak adalah waktu belajar baginya. Abdul Razak secara sedar tidak sedar menjadi idola Mahathir. Idola dari segi sikap dan kebijaksanaannya.  Begitu juga di saat Husein Onn memegang tampuk pemerintahan Negara. Apa lagi di saat itu, Mahathir sendiri adalah Timbalan Perdana Menterinya. Saya yakin, dari pemerhatian Mahathir, Husein Onn punya sikap jujur menumpu dalam meneruskan segala usaha-usaha Abdul Razak. Husein Onn tidak meminda apa-apa, malah memperkukuh usaha Abdul Razak dengan suatu kebijaksanaan yang luar biasa contohnya dengan penubuhan Permodalan Nasional Berhad (PNB) hasil pemikiran Rezaleigh Hamzah sebagai wadah bagi rakyat bersama menyertai dan meraih faedah dari perkembangan ekonomi Negara. Saya yakin Mahathir kagum dengan pemikiran sebegini. Beliau punya kekaguman kepada Husein Onn sama seperti kagumnya beliau terhadap Abdul Razak. Saya berkira, Malaysia adalah satu-satunya Negara di dunia sehingga kini yang mempunyai wadah bagi pelaburan rakyat-rakyat kecil yang terurus secara koprat mega.

(5) Maka takala dia menjadi Perdana Menteri, semangat membina Negara, membela Melayu, mengegak Islam Mahathir asak dengan kuat serta memanafaat penuh segala apa yang telah Abdul Razak dan Husien wariskan. Setelah memerintah dari 1982 sehingga 1990, tidak banyak perubahan nyata dapat beliau lakukan. Ini dapat diperhati berdasarkan Lapuran World Macro-economic Reserach oleh Ivan Khusir, di mana pergerakkan GDP Negara dari 1970-1990 adalah amat tidak ketara. GDP Malaysia  pada nilai malar (semasa) 1970 pada 1970 adalah U$3.7b (U$43.7b), pada 1982 pula hanya bernilai U$6.1b (U$29b), 1990 pada U$16.3b (U$47.6b). Maka dengan sebab itu bermula dari 1990 beliau telah melakukan banyak perubahan kepada struktur ekonomi Negara serta cara urus tadbir agensi-agensi Negara. Dalam tempoh ini Malaysia mengalami perubahan struktur ekonomi yang amat ketara dan mulai membuahkan hasil yang baik. Pada 1996, GDP Negara bernilai U$28.3b (U$109b), namun kecelakaan terjadi bila serangan Matawang Asia pada 1997-98 telah menarik turun segala usaha-usaha keras Negara sebelumnya. Pada 2000 nilai GDP Negara hanya kembang sedikit ke U$32.5b (U$97.6b), pada 2002 meningkat ke U$34.4b (U$104.9b) dan seterusnya berkembang semula sehingga pada 2013 pada U$59.2b (U$312.4b). Sesungguhnya, potensi GDP Malaysia pada 1970 seharusnya bernilai U$55.3b dan pada 2013 seharusnya U$1,156.7b jika dirujuk berasaskan pendapatan per kapita Amerika. Keadaan sebenar ekonomi Malaysia adalah terlalu jauh dari potensi sebenar kita, maka pasti telah berlaku sistem ekonomi dan pengurusan ekonomi yang tidak optima sedang berlaku di Negara ini.

(6) Buku-buku tek ekonomi Barat, sering merujuk betapa kelemahan ekonomi Malaysia adalah lantaran adanya DEB. DEB dilihat sebagai hambatan kepada penzahiran keupayaan sebenar ekonomi Malaysia. Dakwaan itu saya setuju ada benarnya jika dilihat dari sudut perfect economic system. Itulah amalan Amerika dan Barat di zaman Kebangkitan Rennaisance mereka. Mereka khususnya Ameriuka, singkirkan kepentingan Red Indian dan Mexican. Mereka pacu sistem ekonomi terbuka penjajah. Sebegitu juga apa yang mereka lakukan di Latin Amerika dan bahkan di Filipina. Akhirnya Amerika, Kanada, seluruh Barat, bahkan Jepun, Korea dan Singapura maju mendadak, namun pribumi mereka terus pincang ketinggalan. Hakikatnya, British telah meninggalkan keadaan Imperfect Economic System, maka para pemimpin dan pentadbir Melayu sehingga kini tidak boleh terima anjuran Sistem Ekonomi Terbuka tanpa pemfaktorandanya DEB.

(7) Sehingga 1990, adalah detik saikologi bagi Melayu untuk mengapai apa yang terhak kepada mereka. Sebelumnya, Melayu sering dilihat sebagai bangsa lemah, pemalas dan mundur. DEB yang digubal pada 1972 mempunyai matlamat untuk meletak Melayu sekurang-kurang menguasai 30 peratus dari sektor ekonomi Negara, Namun pada 1990 matlamat itu masih jauh dari tercapai. Sejak merdeka sehingga 1990 Melayu masih sangat terikat bergelumang di dalam sektor ekonomi tradisional iaitu pertanian kecil-kecilan dan bekerja makan gaji. Keusahawanan dalam dunia Melayu belum terserlah. Keadaan ini saya kira Mahathir lihat sebagai psychological barrier untuk Melayu boleh melangkah jauh.  Pada 1990, pada detik DEB seharusnya sudah mencapai dasarnya, namun kepeleset jauh, Mahathir lalu mengusul gagasan Negara Maju pada 2020 sebagai gegaran agar seluruh rakyat Malaysia tumpukan untuk hambatkan. Bagi menyemai semangat sanggup berkerja keras dan tangkas, pada Jun 1992, Mahathir memperkenalkan slogan Malaysia Boleh sebagai laungan keramat untuk menguncang hati Melayu khususnya. Semangat Malaysia Boleh akhirnya terjelma sebagai semangat juang Generasi Y (dan X) Malaysia pada masa itu yang serasi dengan kehendak Mahathir untuk bergerak pantas. Segala-galanya pada 1990an, Mahathir asak dengan pantas dan keras. Era 1990-1997 menyaksikan pembinaan Malaysia Moden dengan penuh yakin. Segala rencana beliau tetapkan untuk mesti dilaksanakan demi mencapai status Negara Maju pada tahun 2020. Saban malam pada jam 20.00, rakyat Malaysia tertegun di kaca TV melihat Mahathir mundar mandir memeriksa atau melancarkan projek-ptojek mega beliau. Ekonomi Malaysia tumbuh (growing)  dan kembang (diversified) dengan hebat. Setiap hari ada rasa feel good yang amat tinggi dalam diri setiap rakyat Malaysia. Cuma terkecundangnya pada 1997 bila krisis kewangan berlaku, pada 1998 juga telah menimbulkan krisis politik yang berlarutan sehingga kini. Mahathir sendiri terperangkap dalam dakyah betapa pentadbirannya penuh cronism and corruptism. Anwar menebus maruah pribadinya dalam pelbagai skandal dengan semua itu dengan bantuan asing yang hebat. Kehadiran musuh dalam selimut kuasa asing memang nanti-nantikan untuk menghukum Mahathir di atas kelantangannya. Rakyat kian termakan dakyah Anwar. Di sana sini, segala kecacatan Mahathir terbuka hampar luas. Semua ini akhirnya memaksa Mahathir berkecil hati untuk undur diri pada 2002 dan menyaksikan perlaksanaan segala projek mega rencana asal beliau tertangguh dan atau terbatal. Di situlah bermulanya masalah Mahatthir dengan sesiapapun penganti beliau lantaran kepercayaannya betapa segala projek-projek mega tersebut adalah asas bagi mencapai sebuah Negara Maju yang lain dari negara-negara lain iaitu pada acuan sendiri.

(8) Apakah maksud Maju pada acuan sendiri? Amerika, Kanada, Australia, Singapura, bahkan Barat lainnya semua maju dengan menindas menafikan pribumi. Mahathir ingin Malaysia Maju tanpa ada pihak tertindas malah semua mampu berdiri sama tinggi bernyanyi sama merdu. Maka, kemajuan di Negara ini harus mengambil kira dengan kuat agihan saksama kekayaan Negara. Itulah asas kepada penubuhan Unit Perancang Ekonomi (EPU) dan Unit Pernyelarasan Perlaksanaan (ICU) di Jabatan Perdana Menteri sedari mulanya. Semua itu adalah atas keperluan Malaysia sebagai sebuah Negara Majmuk Terbuka. Kesaksamaan agihan adalah penting kerana Abdul Razak dan Hussein Onn telah membuktikan ianya dapoat membawa lebih kemakmuran dan keamanan kepada Negara. Cuma struktur ekonomi yang Mahathir perlu rombak. Belaiu tidak pernah membelakangkan EPU dan ICU dalam pengubalan sebarang darasr dan rencana pembangunan Negara. mahathir saya lihat tok tok setempat dan itu selari dengan sifat ultra beliau. Itulah dua agensi penting Negara yang menjadi tangan, mata, telinga dan jantung Mahathir. Mahathir dan segala kepakaran dalam Negara bersama-sama merangka apakah keperluan dan seharusnya rakyat Negara ini ada menjelang 2020 untuk mereka boleh berdiri sebagai Bangsa Malaysia, dan perancanagn itulah acuannya sebenarnya. Malaysia Maju atas citausaha anak-anak tempatan!

(9) Di antara projek-projek mega Mahathir yang terbantut dan atau terlewat selepas pelepasan jawatan beliau adalah sambungan pelbagai pembinaan di Putera Jaya, Pengembangan ketara Cyberjaya, Jambatan kedua Pulau Pinang, MRT, ERL KLIA-Putera Jaya, Keretapi Laju, Jambatan Bengkok, Lebuh Raya Pantai Timur, dsb Penangguhan apa lagi pembatalan projek-projek ini pasti membantutkan perkembangan perancangan pertumbuhan kuat di the Greater Kuala Lumpur, Sepang-Putera Jaya, bahkan di jajaran Pantai Barat, Timur dan Selatan Semenanjung. Kepada Mahathir semua prasarana asas ini adalah pentng sebagai asas bagi menyokong perkembangan ekonomi Negara berasaskan teknologi tinggi selaras dengan usaha-usaha pembangunan tenaga manusia yang sedang berjalan. Penangguhan dan atau pembatalan projek-projek ini telah frustrating usaha-uasaha pembangunan tenaga manusia berkemahiran yang sangat beliau tekankan. Akibat pembekuan projek-projek mega tersebut, berlaku penghijerahan keluar kepakaran Malaysia yang selama ini beliau bina. Mahasiswa yang keluar dari Univeristi tempatan dan luar Negara kian menghadapi kepayahan untuk mendapat pekerjaan selaras denagn pengajian masing-masing. Keresahan sosial bermula hebat dengan langkah berhemah Abdullah Badawi. Abbdulah bila mengambilalih pemerintahan oleh Mahathir sedang diasak dengan bayangan gejala rasuah. Anwar yang lantang membangkang mengasak Kerajaan yang ada terutama di zaman Mahathir adalah penuh dengan masalah rasuah dan pilih kasih. Inilah faktor yang menekan Abdullah untuk memberhenti segala projek mega dan menjalankan pengurusan berhemah. Namun, itupun tidak meredakan tekanan bangkangan Anwar, sehingga akibat berhemah, ekonomi Malaysia tidak berkembang luas dari sepatutnya.

(10) Saya melihat, Abdullah telah tertipu dengan cara politik Anwar. Anwar membantai Kerajaan bukanlah kerana rasuah, pilih kasih, boros, dsb itu sangat berleluasa di zaman Mahathir, tetapi itu adalah sekadar untuk menimbulkan rasa takut kepada Abdullah agar tidak meneruskan segala perancangan Mahathir. Anwar bijak bermain kata-kata. Abdullah gentar dengan aura Anwar di kalangan anak-anak muda. Anwar faham saban tahun ratusan ribu mahasiswa Negara akan keluar ke pasaran kerja. Jika projek mega Mahathir dapat disekat, perkembangan ekonomi Negara pasti terencat. Anwar ingin membina keadaan keresahan sosial bagi kemenangan agendanya. Dan ini benar-benar terjadi, sehingga akibatnya, Generasi Y pasca Mahathir kian menjadi resah dan itu beliau akhirnya garap sebagai gerakan politik jalanan beliau yang sangat hebat. Maka kemarahan Mahathir kepada Abdullah adalah bersebabkan dua faktor iaitu gagal dalam mengurus ekonomi Negara serta tunduk kepada muslihat Anwar. Beliau Mahathir lihat sebagai Perdana Menteri yang lemah dan harus turun.

(11) Walau apapun, sebetulnya, pertumbuhan semula ekonomi Negara pada pasca 2002 adalah kesan dari segala perubahan prasarana dan penyusunan semula agensi-agensi awam khususnya penswastaan Mahathir di awal 1990an. Begitu juga Mahathir telah berjaya merombak semangat dan cara kerja para pegawai awam dan swasta Melayu lewat penswastaan dan penubuhan GLC. Cuma harus dibedakan di antara maksud pertumbuhan (growth) dan perkembangan (expansion) ekonomi. Pertumbuhan tidak semestinya membawa maksud perkembangan, namun perkembangan pasti membawa pertumbuhan. Pertumbuhan lebih kepada peningkatan statistik sektor yang ada sedang perkembangan merujuk kepada perluasan dan kepelbagaian sektor ekonomi. Saya perhatikan dari 2002 membawa ke kini, pertumbuhan ekonomi sememangnya ada namun perkembangan ekonomi sangat kurang. Struktur ekonomi kita masih lagi pada tahap di mana Mahathir telah berhenti. Bahkan contohnya bidang ICT kian menguncup dengan gagalnya perkembangan Cyberjaya seperti rencana struktur asalnya. Cyberjaya dari berkembang menjadi Cyberjaya Innovation City kini sedang didorong untuk berkembang serbagai bandar-bandar biasa menyaingi Putera Jaya yang letaknya hanya bersebelahan. Keduanya tidak menjadi dua bandar yang saling melengkap menuju kota bistari tetapi kian saling membatalkan peranan asal masing-masing. Begitu juga perkembanagn automotif Negara belum boleh keluar dari karyacipta Proton ie kereta penumpang dan belumpun menjurus hebat ke bidang automotif berat dan penerbangan. Semua ini tambah mengecewakan Mahathir terhadap Mohd Najib yang beliau angkat mengantikan Abdullah. Najib terus berlengah-lengah dalam melaksanakan segala perancangan awal beliau. Namun, tanpa Najib sedar, mau tidak mahu segala itu perlu juga dilaksanakan lantaran perancangan Mahathir yang bersifat Organic Economic Development yang bersandarkan sistem organel tubuh manusia, di mana setiap satu memerluka lagi satu dan tidak ada yang harus cacat, maka akhirnya Najib terpaksa akur untuk melaksanakan semua kecuali Jambatan Bengkok dan Biaya R&D Automotif Proton. Namun, kerana terlewat laksana, biaya perlaksanaan ERL, LRT, MRT, Bullet Train dsb telah melambung tinggi. Keadaan ini memaksa Negara untuk berhutang lebih besar. Inilah akhirnya Mahathir lihat betapa Najib biar punya kelulusan pengajian yang baikpun tidak faham akan Negara Maju Acuan Sendiri yang Mahathir telah rangka. Mahathir sekali lagi perlu mengambil keputusan untuk melucutkan Najib dari jawatan Perdana Menteri.  Apa lagi Najib juga Mahathir lihat sebagai lemah kerana punya banyak kecenderungan untuk tunduk kepada pihak-pihak yang tidak patut samada di dalam dan di luar Negara. Mahathir melihat Najib sebabagi tidak bijak dan lemah. Paling Mahathir tidak mahu, Najib pasti gagal untuk meletakkan Malaysia sebagai Negara Maju pada 2020.

(12) Najib Mahathir lihat sebagai terlalu tunduk kepada tekanan luar, dan itu paling memalukan sebagai sebuah Negara berdaulat. Jambatan Bengkok adalah kemarahan Mahathir paling hebat kerana kegagalan untuk melaksanakan Jambatan itu terang-terang betapa Malaysia harus tunduk kepada kehendak Singapura. Mahathir melihat kegagalan ini sebagai mencalit arang ke muka oleh Singapura. Segala alasan perundangan dan teknikal sebagaimana yang Najib cuba ketengahkan hanyalah sebagai alasan untuk melindungi dirinya dari harus tunduk kepada tekanan Singapura. Begitu jugalah dalam prihal Bullet Train. Najib juga tunduk kepada tekanan Singapura tanpa berusaha keras bertindak sebagai sebuah negara merdeka berdaulat. Apa lagi keakraban Malayisa dengan Amerika pasti kurang menyenangkan Mahathir lantaran dalam keadaan apapun Amerika pasti menagih balas budi dari Malaysia. Penglibatan Malaysia di dalam perundingan TPPA hampir-hampir menjurus Najib menyerah kedaulatan Malaysia ke dalam tangan Amerika. Dalam banyak tindak tanduk Najib, beliau kian kelihatan mengikut telunjuk pihak luar dan dalam Negara. Penghapusan pelbagai Undang-Undang Negara adalah contoh Najib genar tunduk kepada tekanan dan betapa dia lebih gemar popular politic dari benar-benar mementingkan Negara. Paling anih, bila sesuatu Undang-Undang digugurkan, beliau terpaksa pula mengujudkan Undang-Undang lain yang hampir serupa. Najib suka membuat kerja jenis buang asal balik asal.

(13) Secara kebetulan Najib juga kian diselubungi pelbagai masalah pribadi. Soal benar atau tidak itu soal lain. Namun keadaan di mana beliau tengah dilingkungi segala macam skandal-skandal pribadi pasti menjejas tumpuan beliau untuk memacu Negara menghambat waktu yang sudah terbazir. Isu 1MDB, pembunuhan Attantuya Saribu, hidup, bermewah-mewah, wang politik yang belum jelas, dsb pasti menganggu pemusatan pemikiran dan tenaga Najib untuk membina Negara. Akibat pelbagai skandal ini, Najib seperti sedang berada di dalam keadaan mudah diperas ugut oleh banyak Negara terutama Amerika, Australia, Singapura, China dan bahkan Russia. Kita seolah-olah berpunya Perdana Menteri yang sedang dikuasai dan tersangat mudah terdedah kepada manipulasi kuasa-kuasa asing. Apa lagi kini dunia seperti sedang menghidupkan kembali Perang Dingin dalam selimut perang dagang dan matawang. Blok Barat sedang membantai Blok Kominis China-Russia dalam perebutan Kapitalisma juga sebenarnya. Barat sudah selesai membantai ranapkan Arab. Ekonomi Negara pasti bertambah kacau, dan saya yakin, Mahathir terlebih lagi yakin, Najib harus berehat dulu dan seorang Nakhoda baru harus meneruskan pelayaran. Najib harus mengambil iktibar dari kejadian fitnah ke atas para isteri baginda sehingga baginda memilih jalan mengasing dan rehat dari para isterinya sehingga kebenaran sudah terhampar. Tiada guna Najib cuba menantang arus saat kapal kian kopak, layar sudah robek dan pengayuh sudah patah. Watasiah dan Maqasid yang beliau perjuangkan memerlukan beliau berkorban. Terus bertempik menuding dan mengugut tidak akan membangkit semangat Melayu untuk menjadi dedikasi waras tetapi sekadar membangkit semangat api permusuhan. Najib harus kekal sebagai wira yang sanggup berehat untuk melunas jalan pembersihan. Sebegitulah sikap Hang Tuah jika Najib masih ingat.

(14) Siapakah pilihan rakyat semasa Najib rehat dan atau berhenti? Saya tetap mendokong kepimpinan Negara harus berteraskan UMNO. Namun UMNO itu bukan UMNO kini. UMNO yang dituntut oleh Negara adalah UMNO yang bersih dan amanah. Hanya dengan UMNO yang mendokong jalan sebegitu, maka baru politik Negara akan menjadi harmoni, bersih dan amanah. Siapakah tokoh UMNO yang mampu, bukan sekadar membersihkan dan mengembalikan UMNO menjadi sandaran kukuh Melayu dan Negara? Saya melihat tokok ini, tidak sahaja boleh diterima oleh UMNO tetapi juga oleh rakyat lainnya. Beliau juga harus sudah punya pengalaman luas dan teruji benar. Tokoh itu sebetulnya sudah ada jika kita sanggup berlapang dada, dia sudah ada bersama kita. Saya yakin Allah sayangkan Umat Melayu, lantaran ArRahmannya Dia, Dia pasti sudah ada penyelamat messiah di kalangan kita. Cuma soalnya, cara Melayu massa berfikir menjadikan kita kian menyempit dan prejudis. In Shaa Allah saya akan kemukakan pandangan saya tentang ini dalam rencana selanjutnya.

Kuching-Pontianak
28 July-24 Ogos, 2015

Jul 14, 2015
1/7/15 KEMELUT MAHATHIR-NAJIB.....dilema Melayu, apa pilihan kita? (revised)

1/7/15 KEMELUT MAHATHIR-NAJIB.....dilema Melayu, apa pilihan kita? (revised)

Kita umat Melayu kini sedang secara politiknya diuji keras untuk punya pendirian, samada harus bersama Najib atau Mahathir. Kedua-dua mereka sedang bertarung untuk menjadi Negarawan Pembela Negara. 1MDB dan pelbagai perkara lain telah Mahathir jadikan sandaran untuk meminta Najib supaya berundur dari memimpin Negara. Pada Mahathir, 1MDB adalah menifestasi jelas kelemahan Najib dalam mengurus pembangunan Negara khusus untuk meletakkan Malaysia di tahap Negara Maju dalam 2020. Sedang Najib pula berkeras, lantaran dia telah terpilih secara demokrasi, juga diperkatakan masih punya sokongan kuat rakyat, maka tiada sebab untuk beliau berundur. Dia sedang mempertahankan segala apa juga tindakannya sebagai langkah Demi Negara. Najib seperti punya agenda besar, cuma lantaran persembahannya tidak crystal clear maka dia rakyat sedang lihat sebagai dalam banyak tidak pasti. Akibatnya, rakyat Malaysia yang sudah biasa dengan cara kerja Mahathir, kian kelabu dengan arah tuju Najib. Rakyat khususnya orang Melayu seperti terperangkap di antara pengalaman lepas yang jelas dan masa depan yang samar. Apapun hujah kedua belah pihak, pasti ada saja sangahan yang logik yang boleh diutarakan. Namun nan pasti rakyat menjadi semakin binggung lantaran kedua-dua belah pihak sedang bertungkus lumus untuk saling memenang dan menjatuhkan. Mereka sedang berperang kalah mati.

(2) Apa mungkin ada penghujung kepada pertelingkahan ini? Ada sememangnya ada. Cuma waktu,  tenaga dan banyak wang ringgit akan tersia-sia sebegitu lama, sehingga banyak korban harus terjadi baru akan muncul penghujungnya. Yang pasti pertelingkahan ini jika tidak segera diatasi, pastinya WW2020 akan terkorban, keresahan dan kepayahan hidup rakyat pasti akan bertindan-tindan dan perpaduan Negara akan semakin goyah. Berapa lama titik lemah akan muncul hasil pertelingkahan ini? Jawabannya pasti sangat tergantung kepada persoalan pokok dari punca kepada kemelut ini, iaitu keadaan ekonomi rakyat. Jika ekonomi rakyat adalah baik, maka pertelingkahan ini boleh berlanjutan sampai kapanpun. Namun jika ekonomi rakyat semakin goyah, pertelingkahan ini pasti menumpahkan kebanjiran air mata akhirnya. Kegoyahan ekonomi rakyat, pasti sangat tergantung kepada kedua-dua faktor dalaman dan luaran. Kalau kita melihat akan faktor-faktor dalaman semasa, akan kita dapati bahawa keadaan kini adalah ibarat api sedang membakar sekam. Keadaannya kini sudah bukan lagi seperti api dalam sekam tetapi api sedang membakar sekam iaitu apinya sudah menjalar sehingga di permukaan timbunan sekam. Terlalu banyak perkara yang sudah menjadikan api kian semarak di permukaan sekam sebetulnya. Begitu juga jika dilihat dari sudut faktor luaran. Kegoyahan ekonomi dunia akibat masalah kewangan Greece, gangguan pada pasaran saham China serta kekuncupan ekonomi dunia, pasti menjadi angin deras yang bakal menyemarakan lagi pembakaran sekam dan segala apa di sekelingnya. Sebetulnya, kita sudah terlalu dekat dengan titik lemah di jalan kebakaran hebat. We are too close to a breaking point dalam sistem sosial, politik dan ekonomi kita.

(3) Sesungguhnya tidaklah terlalu payah untuk kita mengetahui seberapa jauhkah kita dari titik lemah, the breaking point kepada sistem hidup kita ini. Hakikatnya di dalam Negara keadaan Retak Menanti Belah sememangnya sudah wujud. Cuma kita sedang menanti ribut memukul saja untuk segalanya berkecai. Saya melihat, faktor ekonomi luaran adalah tanda-tanda ribut yang harus kita perhati hebat. Langkah pemulihan kewangan Greece akan menjadi pertunjuk segalanya. Kita harus tahu, Greece tidak punya apa-apa melainkan perlancungan. Kekuatan perlancungan Greece sebenarnya adalah bersifat keseronokan ie judi, arak, sek, dan dadah. Pendeknya ekonomi Greece adalah sebuah ekonomi dan sistem yang dikawal oleh para mafia dan montoya. Semua sistem mereka dibiayai dan dijaga hebat oleh kalangan ini. Namun biar mereka adalah mafia dan atau montoya, namun tetap mereka punya lunas-lunas perundangan sendiri. Maka dengan sebab itu, Greece tidak akan terlalu mudah untuk tunduk kepada kehendak IMF. Yang bermasalah adalah Kerajaan Greece, namun rakyatnya adalah suatu cerita lain. Rakyat Greece sebetulnya ditanggung oleh para mafia dan montoya. Para mafia dan montoya Greece tidak akan mudah mahukan Kerajaan mereka berbuat sesuatu yang boleh meranapkan urusniaga mereka. Jadi masalah Greece bukan a straight forward govermnent issue. Kerajaan perlu tunduk kepada para mafia dan montoya ini. Namun Greece harus kelihatan bersih untuk terus berada di EU. Jadi dilema di antara kepentingan Kerajaan dan para mafia dan montoya akan terus terjadi untuk sekian lama di Greece.

(4) Judi, arak, sek dan dadah adalah komoditi atau teras ekonomi Greece. Namun kerana semua ini adalah dikawal oleh para mafia dan montoya, nafsu haloba mereka tidak akan pernah terhenti di situ, mereka menjadikan perniagaan gelap adalah jauh lebih hebat dari segalanya. Kedudukan Greece dalam lingkungan wilayah yang sering bergolak adalah peluang terhebat untuk kegiatan pasaran gelap. Pasaran gelap Greece pula sangat terkait dengan pasaran saham. Ini adalah perlu bagi menghalalkan segala pendapatan haram mereka. Dengan masalah kewangan yang ada, pasti ini meresahkan pasaran saham mereka. Kerana mereka banyak bermain di Eropah, Amerika, dan pastinya di Hong Kong, dan bahkan Singapura. Kegalauan kewangan Greece akan mempengaruhi pasaran saham-saham di tempat-tempat ini. Dunia perniagaan kini adalah sangat speculative tabiinya, maka masalah di Greece paling sesuai untuk para penyangak untuk memainkan sentimen pasaran saham dunia. Cuma, anihnya, ianya lebih dijurus kepada berkesan negatif. Hal ini, jika berterusan, boleh menjadi sesuatu yang sangat membimbangkan kerana akan menimbulkan speculative kegawatan ekonomi dan kewangan dunia. China sedang Barat heret untuk ikut sama terjejas akibat Greece ini sebagai satu tipu helah untuk melambatkan perkembangan ekonomi China. Barat dan Tokyo pasti tidak rela melihat China makmur sedang Barat tengah terkial-kial. Maka kini, masalah Greece bukan lagi menjadi masalah mutlak Greece tetapi telah menjadi permainan speculative kewangan, ekonomi, dan politik antarabangsa atas nafsu kapitalisma dan imperialisma Barat. Barat menjadikan Greece sebagai penghalal cara mereka untuk menguasai dunia. Saya mengira masalah Greece adalah permaianan para mafia dan para penyangak yang didokong oleh pakatan politik sejagat. Greece hanyalah sebagai the tip of the whole affairs. Berapa lama ini akan terus berlaku, itu hanya niat tangan-tangan di balik kegalauan Greece saja yang tahu. Akibatnya, dunia dalam keadaan tidak menentu, dan pasti Malaysia sebagai sebuah ekonomi kecil, akan menerima musibah sama. Musibah inilah yang akan mengecaikan segala sistem kita jika kemelut Mahathir-Najib tidak segera diredakan. Apakah ianya akan reda?

(5) Reda tidak reda, dan berapa lamakah kemelut ini akan berakhir, kita perhatikan halus-halus permaian Mahathir dan Najib dalam membela kebenaran masing-masing. Mudah-mudahan jika kita bijak menilai, pasti kita harus berani untuk membuat pendirian berpihak atau bertindak wajar.

(6) Amat menarik bila dilihat cara Najib mengenenggahkan ciri budaya kental perjuangan keturunan Bugisnya sebagai pukulan mautnya untuk membantai Mahathir berketurunan Mamak. Di mata kasar budaya pasar Melayu Perdana darjat Mamak sememangnya adalah jauh lebih rendah. Apa puncanya jadi sebegitu, saya tidak pasti. Tidak mungkin kerana warna kulit kerana ada juga suku-suku Melayu yang berkulit hitam gelap namun tetap mereka terhormat. Di kalangan masyarakat Bugis itu sendiri, ada juga suku kaum yang berkulit hitam. Namun saya yakin, semuanya adalah sekadar bercirikan budaya pasar. Bugis adalah rumpun Melayu. Najib sedang memimpin parti politik Melayu Perdana ie UMNO. Maka laungan sebegitu saya kira hanyalah saiko-strategi perang Najib untuk meletakkan Mahathir sebagai under dog iaitu pada kedudukan saikologi bertaraf rendah. Najib sekadar mahu merendah-rendahkan Mahathir. Apakah strategi itu berkesan? Bila dalam perlawanan yang melibatkan adanya penyokong atau dalam proses membina pendokong, apapun hujah di sebelah pihak, pasti akan ada saja balasannya. Mahathir, di kaca mata budaya pasar mungkin berdarah Mamak bertaraf rendah, namun taraf Mamak beliau bukanlah Mamak sembarangan Mamak. Inilah Mamak yang telah terbukti sangat berjasa kepada Negara. Dunia memperakuinya. Dalam tempoh lima tahun pertama pentadbiran Mahathir contohnya, Najib biar sudah mentadbir selama enam tahunpun belum boleh menyamakan apa lagi menandinginya.  Sesungguhnya, Najib di saat melaungan darah kepahlawanan Bugisnya sebetulnya beliau sudah mengkhabar kepada dunia, dia pantang beralah. Itu sememangnya menjadi adat dalam sebuah pertarungan. Apa lagi jika Najib berpunya agenda besar. Dia juga pastinya kepingin mahu jadi Negarawan. Saya telah menduga akan prihal ini. Namun hakikatnya, Najib, saat melaungkan nada kepahlawanan Bugis sebenarnya dia sedang meraih berusaha keras untuk simpati semua kaum-kaum Melayu untuk terus bersama beliau sebagai sebuah bangsa serumpun untuk tekad mengalahkan Mahathir Mamak. Namun Mamak ini bukan sembarangan Mamak, maka laungan Najib sudah bersambut dengan saikologi dualisma budaya Melayu itu sendiri.

(7) Melayu banyak suku kaumnya. Orang Pattani (Kelantan-Trengganu) lain caranya. Melayu Rhiau-Johor lain caranya. Apa lagi Jawa, Banjar, Sambas, Kedayan, Kedazan, Sulu, dsb. Tidak ada satu suku Melayu benar-benar boleh menguasai suku Melayu yang lainnya. Hakikatnya, satu suku Melayu tidak akan tunduk patuh penuh kepada suatu suku lain. Yang mengamankan Melayu adalah adanya keserasian budaya dan Islamnya. Saya melihat, Mahathir yang merupakan Mamak bukan sembarangan Mamak mengerti the Art of War Melayu. Dalam pemerhatian saya, Melayu ini ada sifat dualisma, dua alam. Contohnya, Melayu suka kepada kesopanan, namun tetap sifat kasar itu ada pada Melayu. Namun bila terlalu santun gemalai dan apa lagi terlalu kasar biadap, Melayu juga tidak suka. Bahkan Melayu berpantang pada sifat sebegitu. Juga Melayu cukup ceria menerima buah tangan, namun rasuah tidak Melayu suka biar ianya tetap juga berlaku pada Melayu. Melayu suka dipuji, biar menghina tetap juga ada. Namun tidaklah Melayu selesa jika terlalu dipuji apa lagi dipuja. Perhatikan dalam perang Mahathir-Najib kini, Najib sudah mulai menampakkan ketelanjuran sedang Mahathir terus mempertahan sikap tenang tetapi sesekali memukul. Atas strategi ini, apa lagi perkara-perkara yang Mahathir persoalkan adalah teras kepada keresahan dan kepayahan hidup rakyat saya yakin Najib telah Mahathir pukul secara diam-diam. Budaya Melayu, inilah hebatnya mereka, siapa dulu makan garam, pasti kenal maksud kilas ikan di air, dan apa lagi bila ular menyusur akar, tidak akan hilang bisanya, Najib kian termakan kekhilafannya untuk benar-benar mengerti budaya Melayu. Cara keduanya dibesar dan membesar pasti mempengaruhi cara fikir dan tindakan masing-masing. Ketelanjuran Najib, dan apa lagi adanya nada-nada dan suasana ugutan pasti membawa padah kepada dirinya. Cuma, berapa lama lagikah harus Melayu massa untuk menanti kemunculan  juara dalam kemelut ini?

(8) Melayu benar-benar dalam dilema dalam mendepani kemelut Mahathir-Najib ini. Namun dilema ini, bukanlah dilema sebetulnya, ianya lebih kepada masalah saikologi. Melayu selama ini telah terdoktrin dengan segala macam ugutan. Melayu telah terlalu lama ditakut-takutkan. Dari semasa kanak-kanak, cara mendidik dan mendisiplin Melayu banyak bersifat menakut-nakutkan dari cuba menanam sifat suka menganalisa segala secara saksama dan teliti. Akibatnya Melayu menjadi bukan penganalisa yang baik lalu menjadi kurang yakin kepada diri mereka sendiri. Mereka jadi takut-takut dalam banyak hal. Mereka juga jadi terlalu bergantung kepada pihak lain dalam banyak hal. Dalam prihal kemelut kini, Melayu massa gentar untuk berpihak secara berani. Jika contohnya berpihak kepada Mahathir, apa mungkin Mahathir itu benar? Apa lagi bila dilihat belum ada jaguh di kandangnya Mahathir. Siapakah sebetulnya jagoan Mahathir? Jika ada jagoan Mahathir, apa mungkin beliau nanti juga bukan yang terbaik? Jika Melayu memihak kepada jagoan Mahathir, apa tidak nanti akan berlaku pemberontakan di kalangan Melayu lain? Jika keadaanh ini terjadi, apa tidak mungkin kekacauan akan terjadi dan kepimpinan Melayu akan terlepas? Samalah prihalnya dengan Najib. Jika Najib terus disokong, apa tidak mungkin segalanya akan menjadi lebih parah? Jika Najib juga terus dipertahankan, apa tidak mungkin kempimpinan Melayu tidak akan pecah? Pelbagai kesangsian melanda Melayu. Hakikatnya Melayu massa masih terlalu sayangkan UMNO, sehingga rasa taksub sayang itu melupakan Melayu kepada sayang anak tangan-tangankan, sayang bini tinggalkan. Benar, kesangsian harus ada, namun kesangsian demi kesangsian jika terus berjalan lama, akhirnya pergolakkan akan berterusan dan menjadi semakin hebat parah dan akhirnya Melayu juga jadi korban.Haruskan Melayu bangkit dari nanah dan debu?

(9) Dalam kemelut Mahathir-Najib ini, biar Najib juga Mahathir tidak akan mahu mengalah. Kedua-dua punya keyakinan untuk mempertahankan kebenaran masing-masing. Biar apapun, keduan-duannya tidak akan mahu tunduk kepada sesiapapun di antaranya. Cuma, keadaan luaran kita sudah kian tidak menentu, diperkuat dengan kemelut dalaman yang kian membuah banyak kejadian songsangan sosial Melayu massa harus tidak lagi boleh membuang masa. Tanpa Mahathir mengusul keras jagoannya, saya menghitung beliau sedang membiarkan kepada Melayu massa untuk bertindak. Maka untuk itu, pihak ketiga harus muncul dan berani mengaman segala. Maka di sini kita harus boleh menilai pemimpin-pemimpin Melayu yang ada. Tengku Rezaleigh, Musa Hitam, Rais Yatim, Yusuf Nor, Muhammad Taib, Harris Salleh, Daim Zainuddin, bahkan saya yakin Wahid Omar dan Nazir Abdul Razak mereka boleh secara sepakat membentuk Kuasa Tengah dalam mengatasi kemelut Mahathir-Najib ini. Saya yakin, In Shaa Allah atas rasa hormat kepada Tun Abdul Razak Dato' Hussein, mereka pasti boleh meneruskan kesinambungan semangat perjuangan dan jati diri UMNO dan Melayu semasa beliau. Saya melihat, Najib harus stepped aside untuk pembersihan diri, dan dengan berlatarkan perjuangan dan sifat-sifat hormat kepada Tun Abdul Razak Dato' Hussien, sebagai pembayang dalam pembentukan Kuasa Tengah ini In Shaa Allah akan lebih mudah beliau terima, dan Kuasa Tengah ini harus punya mandat sebagaimana pengubal perlembagaan Amerika dalam mengaris perlembagaan baru UMNO yang bercorak melahir dan menyuburkan kepimpinan murni Melayu di samping meneliti kesahihan kebenaran permainan kedua-dua pihak. Saya juga yakin, Kuasa Tengah dari golongan ini, pasti akan dihormati oleh Melayu massa lantaran keselamatan UMNO adalah terjamin. Melayu massa harus berpihak kepada kepentingan mereka untuk hidup aman, makmur dan sejahtera. Inilah kepentingan hakiki masyarakat Melayu, Negara dan Islam. Kepentingan Mahathir juga Najib harus disingkirkan cepat. Mereka harus berani bergabung membentuk Kuasa Tengah dalam memperjuang dan mempertahankan hak mereka. Para pemimpin veteran dan cendikiawan Melayu harus berpakat cepat untuk membentuk Kuasa Tengah ini sebelum kempimpinan Melayu disaut hijjack oleh kalangan yang tidak karuan sebagaimana yang sedang berlaku di dunia Arab. Melayu tidak boleh bergantung kepada kalangan rhetoric sebagai pemimpin mereka. Melayu perlukan mereka yang pakar dalam Islam, politik, antarabangsa, dan ekonomi untuk mentadbir Negara.

(10) Selamat Lebaran Minal Aizin Walfaizin dan Selamat Liburan untuk semua pembaca. Semoga Syawal memberikan kita semua kekuatan untuk berani  bersikap tegas demi Negara, Melayu dan Islam. In Shaa Allah.


Kuching, Sarawak
15 Julai, 2015

Back To Top