Latest Postings
Loading...
Dec 25, 2011

13/12/11 BUNDAR BERPUTAR


Alam, sepertinya Allah jadikan membundar (bulat), bumi, matahari, planet lainnya, bintang, mata, hati, buah-buahan segalanya sepertinya membundar. Kejadian-kejadian dalam kehidupan kita juga membundar, berkitar, berputar-putar, kian bolak balik bagai roda sang pengayuh beca. Mulai dari tidur, lalu bangkit untuk urusan segalanya, kemudian kita kembali tidur dan bangkit berkitaran sehingga ajal mendatang menjemput. Begitu juga diri kita pada zat lahiriah dan batiniahnya: tiada, ada, dan kembali tiada.

(2) Kenapakah Al Quran tercatat menjadi sebuah kitab? Tidakkah mungkin, sebagai kata-kata terpelihara oleh Allah, semua kandungannya tetap terpelihara. Tidakkah Allah mampu mempertahankan kehadiran segala firmannya biar tidak terkumpul sebagai kitab tulisan sebagai Al Quran? Pasti ada mistri di sebalik semua ini. Saya berfikir, tidakkah itu jelas mengambarkan betapa ulang berulang itu sudah menjadi hukum alam yang Allah tetapkan. Segala sesuatunya berpaksi kepada berulang, berputar-putar, berkitar lalu membundar membulat.

(3) Jika benar, apakah pendirian kita? Terima saja? Jika begitu fikiran dan jiwa kita, maka adalah sia-sia Allah menghadirkan fikiran dan nafsu pada jasad kita. Kita sepertinya, kerbau binatang penghambaan yang hidupnya sebegitu selamanya, tanpa ubah tanpa peduli, terus terbungkuk-bungkuk tunduk taat sedungunya.

(4)Saya berfikir, dalam membina sebuah masyarakat yang sempurna, ideal, mungkin juga boleh kita mengambil iktibar dari konsep membundar dalam setiap ciptaan Allah. Sebagaimana kejadian di syurga, sebelum manusia diburu hidup menguasai dunia, hakikatnya, kehidupan kita adalah berkisar kepada sistem bundar. Setiap sesuatu kehidupan kita terletak dalam lingkungan (circle) tersendiri. Dalam natural Science ianya disebut sebagai ekosistem, dalam sosiologi di sebut kelompok atau masyarakat tersendiri. Lingkungan-lingkungan inilah yang membentuk sistem kehidupan sejagat alam kemudiannya.

(5) Our lives system is made of millions or even trillions of circles. For instance, the DNAs made the molecules, then cells, then forms the organels, turn into organs, last the whole body.

(6) Maka dalam strata sistem kemasyarakatan, budaya Buddha dan Hindu telah cuba menyusun sistem kemasyarakatan pada lingkungan-lingkungan: hamba, pekerja, kesatria, dan pemimpin.Begitulah juga akhirnya seperti yang kita lihat dalam sistem masyarakat Firaun, Babylon, Greek dan bahkan Roman. Dalam Islam, Kristian dan Yahudi, juga wujud sistem sebegitu. Bahkan nafsu manusia telah menjadikan sistem tersebut kian recam sehingga kebenaran ajaran Tuhan dan keperluan nafsu sudah kian kabur batas sempadannya.

(7) Maka sistem masyarakat sempurna, jika kita dapat menghayati secara mendalam akan sistem-sistem yang berada di keliling kita, pastinya akan dapat kita rumus dan usahakan sebaiknya. Saya berhipothesis, jika kita boleh mengandaikan, lingkungan terbesar di sebelah luar adalah masyarakat, maka di dalam lingkaran masyarakat itu pastinya perlu ada subset lingkaran-lingkaran pendokong yang mesti kita bangunkan sehebatnya. Komponen-komponen penting dalam sebuah masyarakat seperti: pemimpin, pengerak, pengiat, pembuat, penguatkuasa, dsb perlu kita tafsirkan dengan jelas akan batas lingkungan dan kepertanggungjawapnya. Adam Smith, pemikir ekonomi moden, umpamaya, mengusulkan tiori Specialization sebagai tafsiran lingkungan ini. Sehingga dalam budaya masyarakat Jepun, bermula dengan sistem Samurai kini membawa kepada sistem QCC. Sedang Allah, mewujudkan para semut dan lebah sebagai contoh sistem yang mesti kita lihat secara mendalam.

(8) Cuma, pernahkah kita, khusus mereka yang asyik bertepik, "kembalilah kepada Islam dalam segala sesuatu" telah punya rungkaian yang jelas, dalam dan luas tentang hujah: "kembalilah kepada Islam" itu. Saya ingin lebih duluan menemplak golongan ini, atas kebodohan mereka untuk tidak mengerti akan tuntutan Islam yang menjangkau lebih dari yang selama ini mereka rasa dan fikirkan.

(9) Dari penjajah British sehingga kini Amerika, sekuatnya, mereka mahu menghancurkan Baghdad. Sadam Husein atas sifat degilnya yang mulai ingkar menuruti telunjuk Barat menjadikan hukum karma cara menghalalkan tujuan untuk Barat sebetulnya merompak khazanah ilmu yang tersimpan di khutub khanah Baghdad. Abdul Muluk, di zaman pemerintahan Abasiah, telah mengambil sikap yang sangat lain dari sikap para ulama dewasa ini. Sikapnya terbuka. Sikapnya mengembangkan ilmu yang tersimpan di dalam Al Quran. Sikapnya, menghurai seluruh isi Al Quran lewat gembelingan dan perluasan para pentafsirnya. Saya yakin, Abdul Muluk telah memperluas sistem bundar yang di pelopori Muhammad SAW dan rakan-rakannya, sehingga Kebangkitan Baratpun dapat dia aruhi kemudiannya.

(10) There must be circles that Muhammad SAW had created, that made those immediate after him were able to glorify Islam to its height. Unfortunately, the colonial West had made probably the Muslim scholars narrowed their outlook and approach toward the real Islam Way of Life. Islamic ulamas, probably due to certain circumstances had shied away from the true islamic course, and that sustained for too long that now probably had turned into accepted norms, by most, but wonder by people like me.

(11) Model pembinaan kegemilangan Islam, masyarakat ideal di zaman itu, kian tidak kita pedulikan, sedang Amerika dan sekutunya, membawa pulang segala model itu, buat merombak sistem kapitalis yang kian bobrok. Saya percaya, tidak mungkin Amerika pulang dari Bukhara, Bagdhad, Baserah, dan Kaherah dengan tangan kosong. Mereka datang merompak, sedang pulang dengan satu cara baru yang pasti akan sedikit masa lagi merobah sistem dunia yang akan memaksa kita umat Islam terus terbelenggu dan terjajah.

(12) Maka, masjid kita masjid yang kosong. Rumah kita rumah yang tiada roh ilmu. Diri kita, diri yang polos, bacul dan ketakutan. Masyarakat kita masyarakat yang nampak gah tanpa sedar sedang gah terpinggir. Demi masa, jika tiada antara kita yang berani menegur, berani berpeluh, berani susah, pasti badai akan membanting kita berderai di batu karang.

Concorde, Kuala Lumpur
25 Disembar, 2011

0 comments :

Back To Top