Latest Postings
Loading...
Mar 31, 2015

2/3/15 PERPECAHAN MELAYU.....muasal dan kenapa ia kekal mengakar?

Sebatang pohon, sampai ke satu titiknya, pasti ianya bukan lagi sebatang pohon yang kukuh namun adalah dahan-dahan dan ranting-ranting yang rimbun. Bagaimana Allah dan kenapa Allah menjadikan ianya sebegitu? Para Botanis dengan pasti melihatnya bersebabkan keterbatasan anatomi saliran parenkima dan sklerenkima, dua berkas pembuluh yang bertanggungjawap mengangkut air dan makanan bagi pokok tersebut. Para geo-grafis pula pasti akan melihatnya dari sudut graviti dan daya rerambut air. Sebegitulah hakikatnya cara Allah membatas ketinggian sebatang pohon. Pepohaon tidak boleh tumbuh terus ke langit, dan jika itu terjadi pasti kacau Syurga. Juga perhatikan saja sungai-sungai yang hebat-hebat; Nil, Yang Tze, Amazon, Mississipi, Ganges, Kapuas dan bahkan Rajang muaranya tidak pernah satu melainkan banyak. Pernahkan kita terfikir kenapa itu harus sebegitu dan kekal sebegitu? Saat sang pohon mati, pasti dahan dan ranting yang dulu reput lalu tersembam ke bumi. Begitu juga sungai-sungai, saat muaranya menjadi cetek akibat apapun, pasti pedalamannya akan mengalami kebanjiran. Semua ini, seperti dinyatakan di dalam Al Quran ada maksudnya, cuma mungkin lantaran terbiasa, umat Islam khususnya Umat Melayu melihatnya sebegitu seadanya dan menerima seadanya. Kita tidak mahu berfikir lebih jauh dari itu dalam menilai kebesaran Allah dan keilmuan yang hendak Dia ketengahkan agar kita menjadi lebih hebat. Psycho-analyst kita terhadap alam sesungguhnya sangat sempit dan tidak mahu berkembang.

(2) Dikatakan Karakatoa pernah meledak sehingga tiga kali. Ledakan yang pertama dikatakan merobah dunia sepertinya hari ini. Ledakan yang terkini adalah pada 27 August, 1883. Ledakan ke tiga ini menguncang hampir 30 peratus dunia pada masa itu. Apakah itu benar atau sekadar mitos. Ada juga lapuran yang mengatakan Toba, di Sumatera pernah meledak sekitar 74,000 tahun dahulu. Ledakan ini dikatakan yang terbesar pernah terjadi. Di manakah kebenarannya, pasti masa yang hanya bisa menentukan. Dalam masa yang sama, para pakar geologi dan geografi menduga tanah daratan Asia pada asalnya menangjur sehingga ke Australia, hanya lantaran ledakan Karakatoa (Toba ?) yang memuntahkan laba dan bahang sehingga mencairkan ais-ais di khutub-khutub lalu mengakibatkan banjir besar ke rantau sebelah sini. Kebanjiran itu menengelamkan segala lembah dan lembangan yang rendah-rendah di Tengara Asia lalu membentuk kini tanah daratan dan kepulauan Asia Tengara atau Nusantara. Apakah telahan ini benar? Dari tiori saintifiknya, ianya adalah sesuatu yang boleh berlaku. Begitu juga, kenapa Karakatoa (Toba ?) yang meledak dan merobah dunia? Kenapa tidak Mt Thera di Greece umpamanya? Di sinilah letaknya persoalan-persoalan saintifik serta keTuhanan yang harus kita lemparkan. Dari segi saitifik, ianya sudah terjawap, lantaran Pelantar Sunda adalah Lingkaran Api Dunia. Maka tidak heran, Karakatoa (Toba) yang terletak pada kedudukan paling lemah meledak saat ia tidak lagi mampu menahan kuasa tekanan lingkaran api tersebut? Banyak penjelasan saitifik boleh kita ikuti kenapa lingkaran api itu berada di Pelantar Sunda membawa ke Teluk Manila dan Jepun. Kenapa tidak saja berada di Pergunungan Himalaya atau bahkan Pergunungan Rocky-Alp? Pertembungan jajaran batu hampar bumi yang lembut dan keras boleh saja berlaku di mana-mana di serata bumi ini dan tidak harus terbatas di Pelantar Sunda semata-mata, namun kenapa ianya harus di khususkan di Pelantar Sunda itu? Persoalan ini pasti kita wajar kembalikan kepada Allah yang merupakan MahaPencipta segalanya. Kenapa ianya harus di situ, itu pasti di atas segala kehendak dan MahaKebijaksanaanNya, bagi yang mempercayai Dia. Penjelasan saintifik hanya boleh menjelaskan fenomena yang nyata dan sudah ada. Bagaimana asal kejadian sebenarnya, dari akar umbinya, pasti sains masih teraba-raba. Namun persoalan keTuhanan menjadikan manusia seharusnya punya pelbagai penjelasan tentang cara dan sebab musababnya kenapa Pelantar Sunda adalah Lingkaran Api Dunia. Bagi saya MahaBijaksana Allah, sepertinya sering saya katakan betapa Dia mahukan Melayu bangkit menjadi Bangsa Beasr dan paling berjasa kepada seluruh Umat Manusia. Bangsa Melayu Dia duga sekuatnya namun di sisi lain Dia persiapkan apa yang perlu bagi bangsa ini menjadi gagah.

(3) Persoalan kedua yang harus juga ingin kita jawab, adalah di antara Nusantara dan manusia yang menduduki wilayah ini, siapa dulu tercipta? Manusianya dulu atau Nusantaranya dulu? Andaikan manusianya dulu, iaitu manusia telah menduduki wilayah ini sebelum Karakatoa (Toba ?) meledak, maka kenapa Allah perlu meledakkan Karakatoa (Toba?)? Apa mungkin manusia-manusia yang menghuni wilayah ini punya onar yang memurkakan Allah sehingga Dia membangkitkan letusan lalu membanjir dan pasti membunuh banyak? Ataukah, dunia ini belum sempurna penciptaannya, maka keadaan yang lebih baik perlu Allah lakukan demi UmatNya? Bagaimana pernytaan ini hendak kita sekutukan dengan hujah Al Quran betapa "Manusia adalah penciptaan terbaik Allah dan segala telah Dia sediakan untuknya"? Jawabnya kita tidak pasti, dan belum ada suatu tulisan yang saya baca tentang itu. Namun, sudah ada tulisan yang menganjurkan tiori betapa sebelum pembentukan Nusantara, manusianya sudah ada di sini. Lihat sisipan ini: "Early humans first migrated out of Africa into Asia probably between 2 million and 1.8 million years ago. They entered Europe somewhat later, between 1.5 million and 1 million years. Species of modern humans populated many parts of the world much later. For instance, people first came to Australia probably within the past 60,000 years and to the Americas within the past 30,000 years or so. The beginnings of agriculture and the rise of the first civilizations occurred within the past 12,000 years." Bila berlaku kebanjiran, manusia-manusia asal ini berpindah ke tanah-tanah yang lebih tinggi. Sesungguhnya, tanah-tanah yang ada kini, adalah kawasan yang tidak digenangi air bah akibat pencairan salji hasil ledakan Karakatoa (Toba ?). Jika tiori ini benar, maka siapakah penduduk asli Nusantara? Di dalam catitan para pengembara Barat, juga yang terdahulu dari mereka iaitu pengembara India, China dan Arab, semua ada menulis tentang bangsa Melayu sebagai bangsa pribumi Nusantara. Inilah bangsa yang sebahagian tutur katanya adalah serupa, perilaku yang hampir serupa serta rupa fiziknya hampir-hampir serupa. Dari Champa, ke Manila-Sulu Filipina, Maluku, Jawa, Borneo, Sumatera, Tanah Melayu, bahkan ke Pattani, dan ke serata pulau-pulau di Timur jauh sehingga ke Papua, masyarakat dominan di rantau ini adalah Melayu. Untuk keperluan agar tidak terkeliru, biarlah saya namakan bangsa besar asal ini sebagai Melayu Raya. Inilah rumpun Melayu yang menghuni Nusantara yang kini sudah terpecah menjadi pelbagai suku dengan nama-nama yang tersendiri selaras dengan wilayah kependudukan mereka: Kedayan, Champa, Sulu, Pattani, Papua, Bugis, Lombok, Jawa, Melayu, Dayak, Kedazan, Batak dsb. Inilah suku-suku recam yang membentuk bangsa besar Melayu Raya.

(4) Dengan kuasa Allah, lewat Karakatoa atau Toba, Melayu Raya, Dia pecahkan menjadi suku-suku yang berwilayah sendiri-sendiri. Dari Tanah Besar bersatu, dihuni bangsa besar, Melayu Raya, Allah jadikan Nusantara tanah-tanah daratan dan pulau-pulau wilayah-wilayah sendiri yang dihuni mengikut suku-suku kaum yang sendiri-sendiri. Pemisahan yang mungkin beratus ribuan tahun lamanya, akhirnya suku-suku Melayu ini membentuk tutur kata, perilaku serta peradapan yang berbeda-beda, namun tetap banyak yang serupa. Apa tujuan Allah menjadikan itu semuanya sebegitu? Adakah Melayu Raya ini mulanya terbina dari kelompok-kelompok suku yang berkepimpinan tertentu yang mungkin saling berbunuhan untuk berebut wilayah kekuasaan sehingga Allah perlu memisahkan mereka dengan lautan agar mereka boleh kembang biak dalam kelompok-kelompok tersendiri secara aman? Atau apa tidak mungkin Allah juga mahu memisahkan mereka dari keganasan kelompok manusia yang lebih buas perkasa? Kemungkinan paling mungkin adalah lantaran Allah sangat menyayangi bangsa Melayu Raya ini, maka laut Allah datangkan buat mereka agar mereka terus berkembang menjadi Bangsa Besar di kemudian harinya. Kita tidak pasti, dan kemungkinan kebenarannya tidak mungkin sedikit. Lihat saja bagaimana Allah mengatur selain manusia. Buaya ada daerahnya. Nyamuk ada wilayahnya. Orkid ada ekologinya. Begitulah apa saja, Allah menyediakan keadaan yang sesuai dengan keperluan apa saja mahlukNya. Saya yakin kelompok-kelompok manusia juga Allah sediakan segala asas keperluan mereka berasaskan tabii dan kesesuaian kelompok tersebut. Suku-suku bangsa Melayu Raya saya yakin tidak tercekuali. Cuma yang pasti, Allah bersikap sebegitu demi menjamin kelangsungan salah satu UmatNya iaitu Melayu. Suku-suku inilah kemudiannya kembang menjadi petani tetap serta juga nelayan dan akhirnya pelayar-pelayar yang hebat-hebat. Bangsa Kelautan Melayu Raya akhirnya terbentuk dan dari situ kemudiannya tumbuh pelabuhan-pelabuhan dagang yang berkembang maju di rantau tersebut. Sifat gemar mengembara suku-suku Melayu ini bukan sekadar atas keperluan dagang tetapi juga atas tabii azali bangsa ini yang gemar bertandang merantau mengunjungi sanak-saudara mereka. Lantaran dulunya, sebelum terbentuk Nusantara, mereka adalah sebuah keluarga bangsa besar, maka bila laut sudah terbentang luas, maka laut mereka jadikan lebuhraya pengembaraan. Dari sinilah saya yakin, akan kebangkitan Bangsa Kelautan Melayu berasaskan sifat-sifat azali mereka juga lingkungan kelautan yang kian menjadi sebahagian kehidupan mereka. Seluruh Nusantara adalah kampong-kampong bangsa Melayu dan mereka bergerak dan singgah-menetap di suatu daerah baru adalah suatu lumrah sebelum binatang bernama politik menjelma. Sifat ini mengembang daerah kekuasaan mereka ke seluruh Nusantara dan sebahagian Pasifik Selatan dan Afrika Timur. Barat membatas dunia Melayu Raya iaitu Nusantara hanya mencakupi Kepulauan Indonesia, Tanah Melayu dan Selatan Filipina dengan Maluku, Papua dan Utara Australia dikecualikan, namun hakikatnya Nusantara, dunia Melayu Raya adalah meliputi Indochina, juga Maluku-Papua sehingga Utara Australia. Barat bermain sejarah sedang Melayu Raya kian melemah maka kita tidak bangkit sebagai sepatutnya. Kita asyik berpecah belah.

(5) Seimbas pandang, jika telahan pelbagai pihak adalah benar tentang Karakatoa dan Toba, maka tangan pertama yang memecah belahkan Melayu adalah Allah. Tujuan Allah ada hikmah tersendiri yang akan saya rumuskan kemudian. Namun dari sudut sejarah kemanusiaan, bangsa Melayu Raya mulai berpecah bila mana kekayaan menjadi hambatan mereka. Selepas terbentuknya Nusantara, mereka menjadi suku-suku bangsa persisir pulau-pulau dan tanah daratan. Namun, mereka memberani diri menjadi petualang lalu menjadi nelayan, kemudian pelayar-pelayar dan akhirnya pedagang. Bila mereka mulai berdagang secara tukar barangan, dan dengan itulah penempatan-penempatan utama mereka bertukar jadi Kota-Kota Pelabuhan. Kota-kota ini pula kemudian bertukar menjadi Kerajaan-Kerajaan Kota Perlabuhan. Saat sudah berkerajaan, mereka mulai membina bala perkapalan pedagang dan akhirnya bala ketenteraan. Nafsu para pembesar Melayu untuk mengaut kekayaan sendiri-sendiri kemudian mulai timbul. Bacalah dalam segala buku Sejarah dan atau Babat Bugis, Jawa, Melayu, Champa, Pattani dan bahkan Sulu, semua pasti akan memaparkan pergelutan di antara Kerajaan-Kerajaan Kota Dagangan sangat bermaharaja lela lantaran hasil dari rasa tamak haloba. Sesungguhnya, akibat sudah semarak rasa tamak haloba di dalam pemerintah Melayu, dan apa lagi rakyat sudah termakan budaya yang sama maka sifat memusnahkan kedua iaitu hasad dengki khianatpun kian menular. Secara psycho-analystnya, sifat hati Melayu yang tidak kental pada jalan keperkasaan sejagat, di mana sifat mudah meneriman kesenangan sebentar adalah yang paling memusnahkan bangsa ini. Melayu berpecah lantaran hati mereka sendiri sebagaimana yang dinyatakan oleh Al Quran lebih kurang maksudnya: "Pada diri kamu ada seketul daging, jika ianya baik, maka baiklah seluruh kamu, jika ianya jahat maka musnahlah kamu". Inilah akhirnya yang memudahkan kuasa-kuasa ke tiga mendirikan Kerajaan Buddha Sriwijaya di Jambi-Palembang, Sangkaluka di Pattani-Kedah-Trengganu, Singori, di Kediri, Jawa lalu kemudian diganti Majapahijuga di Kediri, Jawa dan segala macam Kerajaan-Kerajaan Kota Dagang lainnya yang bagun roboh silih berganti di seluruh Nusantara.

(6) Bala tentera Kublai Khan pernah sampai ke Nusantara. Kerajaan Singori yang dibangunkan di Kediri, Jawa Timur pada 1194M umpamanya runtuh oleh serangan sebuah Kerajaan Tentangga pendengki di Tumapel, juga di Jawa. Akibatnya, Singori yang selama ini berusaha meletakkan Jawa, Madura, Sumatera dan bahkan Tanah Melayu dan Champa di bawah satu naungan Nusantara punah bila Tumapel membakar Kendiri yang sedang kelelahan untuk terus berperang. Kedatangan tentera Kublai Khan akhirnya digunakan oleh sisa Kerajaan Singori untuk kembali licik bersekongkol secara sementara lalu mengalahkan Tumapel. Dari peristiwa saling mendengki dan dendam, Majapahit lahir lalu bermusuhan pula dengan Kerajaan-Kerajaan lain di seluruh Jawa, Maluku, Sumatera dan bahkan di Tanah Melayu. Kuasa kelautan Melayu terbangun akhirnya bukan untuk bertukar kekayaan tetapi berebut dan memusnahkan kekayaan. Akhirnya, Champa, Pattani dan Sulu terus-terus tidak mbersatu dalam Melayu Raya seperti sebermulanya. Anih, saat kerdil, kekuasaan dihambat. Saat berkuasa bukan untuk berbahagi kekayaan, namun berbahagi kerosakan menjadi wawasan Melayu.

(6) Di tangan Allah manusia terbangun, di tanganNya juga manusia punah ranah. Namun MahaRahim dan MahaRahmannya Dia, tetap Dia memberikan umat Melayu peluang untuk kembali ke pangkal jalan.  Puluhan ribuan tahun mungkinya Melayu Raya hidup dalam pencarian dan pegangan sendiri-sendiri. Allah berikan peluang seluasnya untuk umat Melatu Raya untuk mentadbir diri mereka sendiri-sendiri untuk sekian lama. Dari Nomadic ke Petani lalu Nelayan kemudian Pelayar Petualang lalu Pedagang dan bahkan Animisma, Buddha dan Hindu. Semuanya membawa kesejahteraan dan kemakmuran sementara buat Umat Melayu. Islam mulai menjamah Nusantara pada tahun 700M, lewat bahagian Utara-Timur Jauh iaitu Champa. Islam juga mendarat dari Selatan-Barat terutama dari Gujerat, India Selatan dan Haideramaut, Yaman sekitar abab ke 12. Sepertinya Islam memasuki Nusantara dari dua penjuru dan dalam dua arus saikologi kemanusiaan. Dari Timur, iaitu Champa, Islam sepertinya datang ke Nusantara lewat bauran Buddha. Champa sebelumnya adalah beragama Buddha. Champa menerima Islam lantaran sengsara sergahan bangsa-bangsa lain di sekeliling mereka. Mereka ingin mendapat perlidungan dari Islam untuk kelestarian mereka. Mereka kemudian menjadi asas penebaran Islam di sebelah Indochina dan Timur jauh. Maka tidak heran, jika penganut Islam di sebelah Timur Nusantara lebih cenderung kepada Islam berbaur Buddha. Sebegitulah saya kira Islam di Indochina dan juga pantai timur Tanah Melayu dan Timur-Selatan Thai. Mungkin itulah hikmah Allah atas masyarakat yang ekologinya sebegitu. Di sebelah Barat, khususnya yang menebar dari Pasai, adalah Islam  tebaran mubaligh Islam Gujerat, dari selatan India. Kelompok mubaligh India, cuma mereka lantaran sudah punya gen Hindu pasti sisa-sisa Hindu tetap ada pada mereka. Islam bawaan mereka pasti sangat berbaur Hindu. Kita harus ingat, sebelum kedatangan bangsa Arab, bangsa Melayu telah mulai berdagang antara India dan China. Islam yang datang ke Nusantara dari sebelah Barat, saya perhitung sebagai Islam ala India-Hindu dan Islam dari sebelah Utara-Timur adalah Islam ala Champa-Buddha. Kenapa aturan pengIslaman Melayu harus sebegitu? Di rantau Sumatera, Tanah Melayu dan Barat Selatan Siam-Burma, Melayu Raya di sini adalah pengikut kuat Hindu Majapahit, maka Islam yang berbaur adat Hindu Dia ketengahkan, sebagai jalan memudahkan kemasukan Islam. Sebaliknya, di IndoChina, Buddha sudah mengakar meluas di sana. Maka Islam berbaur Buddha Allah datangkan ke sana. Inilah dua bentuk Islam yang saya kira menjadikan dunia Melayu Raya berada awalnya dalam Islam dalam dua dunia iaitu keHinduan juga keBuddhaan. Apa tidak mungkin, pertembungan  dua bentuk Islam ini tidak punya pengaruh dalam memecah belahkan Melayu Raya seterusnya? Namun sekali lagi MahaBijaksana Allah yang harus kita perhatikan. Aturan tebaran Islam sebegini saya kira sengaja Allah wujudkan lantaran sifat dualism itu. Allah saya memperhitung mahu dunia Melayu kembali bangkit sebagai bangsa pedagang kelautan menyatukan Barat dan Timur iaitu India dan China. Inilah dua Temaddun permulaan yang besar. Kemakmuran dan kesejahteraan Melayu Raya Allah pulihkan dulu. Kedaan ini akhirnya mengundang bangsa Arab untuk datang berdagang ke sini. Bersama bangsa Arab ini, khususnya dari Haideramut, Yaman, Arab ulet pada adatnya, Allah kirim sebagai penanda aras untuk Islam di Nusantara. Sebagai tahap selqnjutnya, Allah kirimkan Islam Piawai ke Nusantara lewat Arab Yaman. Dia akhirnya menyatukan Arab dan Nusantara dalam sebuah gagasan besar iaitu Islam. Islam Allah tunjukkan secara jelas harus bangkit gagah lewat kesatuan dan dagang berkongsi kemakmuran. MahaBerkuasa Allah, aturan kehadiran Islam di dunia Melayu adalah Islam yang hadir penuh bertahap kebijaksanaan dan penuh pancaroba.

(7) Kehadiran bangsa Arab sekitar abab ke 13 menyuburkan lagi Perdagangan Timur-Barat. Arab memperluas kuasa kelautan Melayu Raya sehingga menjangkau ke dunia Arab dan Timur Afrika. Di bawah Islam, dengan kehadiran masyarakat Arab, dunia Melayu kembali menjadi dunia dagang. Pengaruh Buddha dan Hindu kian susut. Cuma, lantaran Arab Haideramaut adalah terkenal sebagai Arab Toktok Adat Istiadat maka penandaan aras Islam bawaan mereka juga tetap berbaur Adat Istiadat Arab Haideramaut. Sebahagian mereka adalah orang kaya pedagang yang memperhamba kalangan suku dan kasta bawahan. Begitu juga ada mubaligh keras, ulama yang turut juga terpengaruh kesukuan dan kasta. Sesungguhnya, biar Islam telah Muhammad SAW asakkan kepada mereka secara langsung first hand tetap sifat kesukuan dan kasta, feudalisma terus mengakar pada mereka. Kehadiran mereka di dunia Melayu seperti amat cocok sepadan dengan nafsu feudal Melayu yang disuburkan oleh Buddha dan Hindu sebelumnya. Namun apapun, kelaianan yang mungkin banyak tidak tampak jelas di antara Islam dari Timur dan Islam dari Barat ini adalah apa yang saya lihat sebagai darjah penekanan keIslaman mereka. Di Pasai-Palembang, bahkan di Tanah Melayu dan Pattani, keIslaman mereka sedikit menekan dari berbanding keIslaman di Champa, Sulu, Maluku, Borneo, bahkan sebahagian Jawa. Bangsa Arab dan India lantaran pengaruh kasta, sifat mereka sangat menekan. Lantaran itu, penonjolan jati diri diutamakan dari sifat-sifat sejagat yang seharusnya Islam kehendaki. Inilah saya kira faktor memisah sifat keIslaman Timur dan Barat Nusantara. Islam tebaran dari Timur sedikit lembut. Dunia Islam Melayu Raya menjadi Islam keras dan lembut yang kini muncul dalam erti moden iaitu Islam Extreme dan Islam Liberal-Progressive. Melayu sudah menerima itu sebegitu, dan Melayu amat senang menerima itu sebegitu dan pemimpin Melayu sudah ke pentas dunia menerima itu demi harga yang sedikit di mata Barat. Saya mengajak Melayu jangan tunduk kepada itu dan harus tidak menerima itu sebagai Islam kita.

(8) Pembentukan garis pemisah antara Muslimin di Nusantara adalah sesuatu yang berlaku sekitar abab ke 16 bila Islam mulai runtuh di Eropah dan Arab lalu bermulanya kebangkitan Negara Bangsa di Eropah lewat Pewrjanjian Tordesillas. Sepanyol dan Portugis adalah antara Negara Bangsa Eropah yang mula-mula bangkit selepas keruntuhan Islam Andalus. Atas untuk memperluas syiar Nasrani juga perdagangan kedua-dua Sepanyol dan Portugis akhirnya berlomba-lomba meneroka dunia luar dari Eropah. Sesampai ke Timur Jauh, keduannya atas kepentingan dagangan membahagi Nusantara kepada dua, satu di bawah kuasa dagang Sepanyol iaitu ke Timur termasuk Maluku dan ke Barat sehingga ke Pasai di bawah pengaruh dagang Portugis. Negara-negara Barat lain lantaran melihat kemakmuran bawaan Sepanyol dan Portugis kemudian turut berlumba-lumba menguasai dunia. Belanda, Inggeris, Jerman, dan Peranchis turut bergerak ke Timur untuk menguasai wilayah-wilayah di rantau sebelah sini. Akhirnya berlaku pertembungan kuasa-kuasa Barat ini, dan Melayu yang asyik dengan kekayaan sumber dagang tanpa sedar sudah mulai diadu domba dalam mendokong blok Barat ini lalu terperangkap licik. Melayu kian menjadi talibarut blok-blok ini dan akhirnya bersekongkol saling menyerang Kerajaan-Kerajaan Kota Dagang Islam Melayu. Permusuhan bangsa-bangsa Eropah di Timur menjadi budaya baru serapanan Melayu. Satu persatu Kerajaan-Kerajaan Kota Dagang Islam runtuh dan kuasa-kuasa Barat mulai menguasai mereka mengikut pecahan-pecahan wilayah yang lebih kecil. Senjata kian memakan tuan. Nusantara akhirnya terpecah menjadi blok-blok politik Barat. Sistem Pentadbiran berPolitik mulai diterapkan ke dunia Melayu. Nusantara akhirnya wujud sebagai Negeri-Negeri Melayu yang terasing sendiri-sendiri. Indochina di bawah Peranchis. Filipina di bawah Sepanyol. Indonesia di bawah Belanda. Portugis di kalahkan Inggeris meninggalkan Tanah Melayu dan Borneo. Kancah yang berterusan di Barat, menularkan fahaman Demokrasi, Sosialis dan Komunis ke Nusantara. Demokrasi di terima baik oleh Nusantara Kepulauan lantaran Demokrasi cocok dengan Islam serta sifat pertualauangan Melayu. Di IndoChina, mereka tiada pilihan melainkan bersekongkol dengan Komunisma untuk membebaskan diri dari cengkaman Barat. Nusantara, Barat berjaya pecahkan menjadi blok-blok fahaman dan keagamaan. Nusantara menjadi negara-negara demokrasi, soisalis, komunis, Islam, Nasrani dan Buddha. Perpecahan ini mengukuh cengkaman Barat dan terus melemahkan pribumi Nusantara. Pribumi semakin curiga sesama sendiri. Kekayaan Nusantara kian berpindah ke Barat. Pribumi terus saja disingkirkan lewat kemasukan boroh-boroh asing oleh Barat. Pribumi terus saja dilaga-lagakan sedang boroh-boroh asing kian membanjiri dipaksa mendongkel segala kekayaan Nusantara.

(9) Namun Allah tetap mahu menunjuki jalan kepada Umat Melayu yang kini Nur Islam sudah berputik pada mereka. Kuasa si kerdil dari Timur Jauh Allah datangkan untuk menyatu dunia Melayu. Mungkin terpegun dengan cita-cita dan cara Kublai Khan yang berjaya menguasai India, China dan sebahagian IndoChina lalu punya usaha untuk menawan Jepun dan Nusantara, Jepun mungkin diam-diam bercita-cita ingin menguasi Asia. Jepun membangun kuasa kealuatan dan udaranya, lalu menguasai Nusantara pada 1941. Maharaja Meji Jepun bangkit menyatukan seluruh Jepun yang berpuak-puak menjadi suatu bangsa berjiwa kental dan sanggup menongkah arus. Jepun, suatu kuasa asing yang terasing dan tidak ketahuan, tetiba menjadi kuasa besar mencabar kuasa Barat di Timur. Inilah bedanya, Melayu khilaf tidak membaca kehendak Allah agar mereka bersatu dalam Islam, meninggalkan sukuan, lalu kembali bangkit sebagai Melayu Raya tetapi bersedia menjadi talibarut Jepun untuk menumbangkan Barat, kemudian kembali menjadi talibarut Barat untuk menumbangkan Jepun atas janji hadiah kemerdekaan. Melayu tidak bangkit demi Islam, melainkan bangkit demi nafsu Melayu sendiri. Apakah ini belum juga Melayu sadari betapa bilamana apa juga bukan demi Allah, Islam, pasti tiada keberakahannya. Kitapun tahu, kemerdekaan ini adalah hadiah kerdil berupa pelarian Barat untuk bertanggungjawab ke atas bangsa-bangsa asing yang mereka masukkan ke Nusantara. Bangsa-bangsa ini kemudian menjadi tanggungan imbalan kemerdekaan negeri-negeri Melayu yang berpecah belah kekal.  Bangsa-bangsa asing inilah digunakan secara bijak oleh Barat untuk terus menguasai ekonomi negara-negara Melayu merdeka. Melayu merdeka untuk mentadbir negara atas petunjuk Barat. Negara Melayu merdeka menerima nilai-nilai Pentadbiran Barat sebagai asas segala bentuk pentadbiran mereka: Inggeris, Belanda, Sepanyol, Peranchis, Portugis dan kini Yahudi-Amerika. Khususnya alam pendidikan Melayu lebih condong ke Barat dari cuba mengenengahkan dan membangun Pendidikan Islam menyeluruh. Melayu sekali lagi membelakangkan Islam. Islam dan bukan Barat yang harus mereka tegakkan, tetapi Islam mereka ke sampingkan. Maka, merdeka berdaulat adalah sangat jauh dari kecapaian Melayu. Lantaran itu Melayu sekali lagi mudah diadu domba dan ditarik ke hulu hilir bagai kerbau sehingga kini. Kita terus berpecah biar Islam ada bersama kita lantaran Islam tidak pernah Melayu kaji dan ikuti secara keilmuan Islam sebenarnya. Kita masih terbelenggu dengan nafsu Melayu sejati yang menjadi musuh dan kutukan Islam iaitu haloba, dengki dan khianat.

(10) Di abab ke 21 ini, Melayu akan terus berpecah. Negeri-negeri Melayu yang merdeka sebagai Negara-Negara mungkin terus mengalami pergolakkan dalaman. Indonesia sudah kehilangan Timur Lestye. Acheh sudah berjaya menuntut autonomi lewat jalan tsunami dan diikuti oleh wilayah-wilayah lain Indonesia.  Sulu sudah bergolak lagi. Pattani kian berdarah.  Di Malaysia, kemelut PAS dan UMNO pasti saling merenggang dan meningkatkan tekanan kepada kalangan tidak sebulu Melayu. Demokrasi, Kapitalisma dan Islam berpuak dan separuh-separuh, Allah sedang tunjukkan sebagai galang kemakmuran dan kesejahteraan kekal Melayu. Demografi di dunia Melayu sudah jauh berubah. Perubahan ini adalah perubahan ke kiri yang kian menenggelincirkan Melayu. Dunia Melayu kian lari dari Islam. Islam yang ada di dunia Melayu hanya sekadar Islam KTP, Islam pada nama, bukan Islam pada sejatinya.

(11) Sesungguhnya dunia Melayu tidak sadar bertapa Sejarah Bangun dan Runtuhnya Nusantara sama dengan Sejarah Bangun dan Runtuhnya Islam di dunia Arab. Dunia Melayu dan dunia Arab adalah serupa. Serupa lantaran kedua-dua Allah biarkan sesat untuk seketika. Serupa lantaran kedua-duanya adalah suku-suku dalam kepulauan. Arab adalah suku-suku pulau gurun membunuh. Dunia Melayu adalah suku-suku kepulauan kelautan yang ganas. Serupa, biar dalam alam penuh perit, namun jika mereka gigih dan utuh, segala macam kekayaan Allah sediakan buat mereka di telapak kaki mereka. Serupa, lantaran bila Allah hadirkan Islam yang menuntut sifat kesejagatan, keduanya pesongkan menjadi Islam sukuan dan Islam kenegerian. Dari Islam sejagat agar manusia saling punya rasa hormat dan saling mendokong berdagang mereka memilih untuk saling berbunuh dan mengkhianat. Selagi Islam tidak dapat menghapus rasa tamak, bakhil, dengki dan khianat Melayu (dan Arab), Melayu Raya tidak akan pernah kembali bangkit dan sangat payah untuk bangkit. Apa lagi bila pemimpin Melayu sudah menjadi terlalu tamak untuk berkuasa sehingga Islam dan Melayu mereka singkirkan. Usah disebut tentang Ummah sejagat, Umat pimpinan merekapun pasti mereka khianati. Mereka pasti gemar memilih jalan untuk melemahkan Melayu dan Ummah agar mereka terus utuh berkuasa dan kaya. Mereka tidak akan membenarkan jalan Islam sebenar jadi ikutkan Melayu juga diri mereka. Mereka akan berpilih-pilih. Pastinya seperti janji Allah: "Dunia engkau pilih, maka dunia Aku hadiahkan, cuma waktu akan menghitung kebenaran segala". Islam belum pernah Melayu tegakkan pada jalan menyeluruh dan benarnya. Melayu kian memilih Kapitalis Tulin sebagai pembimbing ke jalan kemakmuran dan kesejahteraan Umat itu. Melayu memilih ciptaan manusia dari fitrah Allah penciptanya sebagai jalanan hidupnya. Saya melihat Melayu kini sudah mempersetankan waktu yang Allah maksudkan dan sepertinya semua sedang seronok untuk menikmati waktu kini, tuntutan kapitalis. Maka perpecahan terus Allah anugerah hebat untuk Melayu dan Umat Islam lainnya yang serupa, menjadi kita bangsa-bangsa berpulau memulau, sehingga sampai waktunya, sebuah tangan keras akan menyatukan kita semua, namun pada waktu yang sudah hampir terhenti.

(12) Pedih dan bangsatnya bila sebahagian kita sudah menjadi buta, tuli dan pekak untuk merasakan sakitnya bangsa Melayu Raya ini di Champa, Pattani, Sulu bahkan di kepulau-kepulauan dan pedalaman-pedalaman yang terpencil. Banyak sudah berpuas dengan pelangsaian tanggungjawab sebagai mereka telah lalukan. Mereka buta, tuli, dan pekak pengorbanan kezuhudan Muhammd SAW dan para sahabah baginda dalam menegak dan mempertahankan Islam. Juga betapa bangsat dan dayusnya Melayu, saat mereka sudah berjaya, mereka lupa dan jijik pada asal usul mereka. Mereka terus tamak, bakhil malah khianat. Kegigihan mereka Allah balasi dengan segala rahmat, dan bagi mereka rahmat itu adalah anugerah pribadi Allah buat kesenangan mereka. Mereka tidak mengerti dan bahkan menegenepikan maksud Allah: "Aku melebihkan kamu dari sebahagian, kerana Aku ingin melihat di mana keImanan dan keTaqwaan kamu". Mereka menduga betapa Allah menguji mereka hanya lewat kepayahan dan tidak juga lewat kesenangan. Mereka lupa akan soal: "Ke mana kamu gunakan masa muda kamu, di mana kamu gunakan masa senang kamu....." Mereka menjadi Melayu yang hanya sedar saat terlantar di perbaringan untuk menerima janji waktu yang Allah sumpahi. Anih dan bodoh. Segala keanihan dan kebodohan inilah yang terus melestarikan perpecahan Melayu.

(13) Firaun itu manusia gagah perkasa. Nilpun mereka boleh robah. Piramidpun sehingga kini masih utuh. Namun, apa masih wujud sisa keturunan Firaun? Tiada berbekas keturunan itu sehingga kini. Tidakkah Melayu mengerti akan pengajaran yang Allah cuba jelaskan lewat kepupusan terus Firaun dan segala keturunannya? Juga lihatlah betapa lemah, hina, dahifnya Bilal bin Rabah? Siapakah Bilal sebelum Islamnya? Tiada siapa kenal akan beliau, melainkan Abu Bakar Assidique dan Muhammd SAW. Bilal atas zuhud, atas jujur, atas ikhlas demi Islam, sehingga kiamatpun baktinya tetap berkumandang. Menegrtikah kita akan kenapa Allah adakan dua manusia yang berbeda ini dari sudut Islam mereka?

Kuching, Sarawak
31 March, 2015

0 comments :

Back To Top