Latest Postings
Loading...
Jul 14, 2014

2/7/14 DI MANA KITA......saat air mata harapan mereka kekeringan?

Biar apapun alasannya. Biar apapun puncanya. Itu persoalan lain. Namun yang jelas di depan mata, saat anak-anak dan ibu-ibu menangis tidak berair mata, lantaran takut, lantaran pedih derita, lantaran kehilangan yang disayang dan atau dahan berpaut. Itu harus kita lihat. Itu harus kita dengar. Itu harus kita rasa. Dalam Sholat harian kita, pasti ada yang membaca Sural At-Kauthar di mana Allah mengingatkan Muhammad SAW saat kedukacitaanya: "Sesungguhnya kami telah menjanjikan kamu At-Kauthar di Syurga; maka sembahlah Allah dan berkorbanlah untukNya...." Hakikatnya Surah dan surah-surah lain miripnya bukanlah sekadar untuk Muhammad SAW, tetapi untuk semua Umat Islam selepas baginda. Allah menjanjikan nikmat tak terhingga bagi yang patuh sujud  dan sanggup berkorban pada jalanNya.

(2) Para perempuan, anak-anak, dan orang-orang tua Palestin adalah mahluk Allah. Allah mengekalkan mereka ulet di Palestin untuk memastikan Al Aqsa terus berdiri kental di sana. Rakyat Palestin bukan untuk Palestin, tetapi mereka adalah untuk kelestarian Al Aqsa. Al Aqsa adalah rumah ibadah kita. Al Aqsa telah menyaksikan banyak perkara jauh lebih awal dari Nabawi di Madinah. Al Aqsa pernah menjadi kiblat alternatif saat Kaabah sedang terpalit kotor. Rakyat Palestin sejak sekian lama telah menjadi korban demi Islam, demi Al Aqsa. Namun apakah pengorbanan kita di atas pengorbanan mereka?

(3) Saya berfikir, saya merasa, saat kita sedang enak berjuadah nyaman-nyaman di Ramadhan ini di Negara ini, apakah harus kita terus sebegitu sedang mereka yang berkorban jasad dan nyawa, tumpah darah, bermandi keringat dan air mata, demi Islam Adeen Allah berada dalam segala rupa ketidak cukupan, namun seperti tidak kita hiraukan? Doa, kita sekadar berdoa, sedang sebetulnya kita mampu berbuat lebih dari berdoa. Jika itu adalah pilihan kita, sedang kita hanya memilih jalan selesa, apakah Allah akan memandang kita?

(4) Ayuh kita Umat Islam di Malaysia, kita korbankan perbelanjaan Ramadhan kita. Kita juga harus korbankan perbelanjaan Aidil Fitri kita. Saya mencadang pihak Mercy Malaysia dan di Sarawak JAIS, JAKIM, BINA, ABIM dsb agar segera mengatur langkah mengumpul derma orang ramai di Masjid-Masjid, di Bazaar-bazaar Ramadhan, serta gedung-gedung membeli belah. Kita Umat Islam di Negara ini harus kini bersatu berkorban untuk mengurang dan atau tidak berbelanja seperti biasanya di bulan Ramadhan dan Aidil Fitri ini, sebaliknya mendermakan segala budget perbelanjaan tersebut untuk rakyat Palestin yang teranyiaya.

(5) Sdara/i yang membaca tulisan ini, sebarkanlah pandangan ini, mudah-mudahan pihak-pihak berkenaan dapat menyusun langkah segera. Jangan sampai kita disoal "Di mana kamu, saat suadara-saudara kamu dilanda derita siksa?". Apa erti kemeriahan Aidil Fitri kita, apa ada gunanya kenyang hilang dahaga puasa kita, saat saudara-saudara Palestin kita dalam keperitan. Bantulah mereka dengan kita terus "berpuasa" untuk mereka. Mungkin Allah hendak memberikan kita ganjaran puasa yang sangat hebat maka kita punya kesempatan sebegini untuk membela para pejuang Palestin untuk Al Aqsa. Mudah-mudahan. In Shaa Allah.

Lubok Antu, Sarawak
10 Julai, 2014

0 comments :

Back To Top