Latest Postings
Loading...
Jan 4, 2012

6/1/12 isteri


dua teman, sedang goyah rumahtangga mereka. satu di pulau. satu di tanah besar. akupun ngak cukup waktu menghulur tangan. waktuku kian cemburu dan meninggalkanku tanpa peduli. kepada keduanya, sahabat, bacalah nukilan ini dari dia yang lebih mengerti. hiduplah kalian jangan sampai aku tumpah menangis gagal melihat kebahagian. khusus untuk kalian dari aku yang jauh tetep deket. jika punya kesempatan, usahakanlah, bacalah dua buku ini: Tak Goyah Diterpa Badai. Dr. H. Miftah Faridl, Gema Insani. Jakarta. 2006; Agar Cinta bersemi Indah. Mohammad Fauzi Adhim. Gema Insani. Jakarta. 2002

-isteri mesti digemateni ia sumber berkah dan rezeki
(towikromo, tambran, pundong, bantul)

isteri sangat penting untuk ngurus kita
meyapu perkarangan
memasak di dapur
mencuci di sumur
mengirim rantang ke sawah
dan ngeroki kita kalau kita masuk angin
ya. isteri sangat penting untuk kita.

ia sisihan kita,
kalau kita pergi kondangan
ia tetimbangan kita,
kalau kita mau jual palawija
ia teman belakang kita,
kalau kita lapar dan mau makan
ia sigaraning nyawa kita'
kalau kita
ia sakit kita!

ah. lihatlah. ia menjadi sama penting dengan
kerbau, cangkul, sawah dan pohon kelapa.
ia kita cangkul malam hari dan tak pernah ngeluh walau cape
ia selalu rapih menyimpan benih yang kita tanamkan dengan rasa
sukur; tahu terimakasih dan meninggikan harkat kita sebagai lelaki
ia selalu memelihara anak-anak kita dengan bersungguh-sungguh
seperti kita memelihara ayam, itik, kambing atau jagung
ah. ya. isteri sangat penting bagi kita justru ketika kita mulai
melupakanya:
seperti lidah ia di mulut kita
tak terasa
seperti jantung ia di dada kita
tak teraba
ya. ya. isteri sangat penting bagi kita ketika kita mulai
melupakannya.

jadi waspadalah!
tetep, mdep, mantep
gemati, nsatiti, ngati ati
supaya kita mandiri-perkasa dan pinter ngatur hidup
tak tergantung tengkulak, pak dukuh, bekel atau lurah

seperti subadra bagi arjuna
makin jelita ia di antara maru-marunya;
seperti arimbi bagi bima
jadilah ia jelita ketika melahirkan jabang tetuka;
seperti sawitri bagi setyawan
ia memailhara nyawa kita dari malapetaka.

ah. ah. ah alangkah pentingnya isteri ketika kita mulai melupaknya

hormatilah isterimu
seperti kau menghormati dewi sri
sumber hidupmu
makanlah
kerana memang demikianlah suratannya!
-towikromo

nota: dari darmanto jatman, dalam Ketika Kata Ketika Warna. Yayasan Ananda. Jakarta. 1995


jakarta pusat, indonesia
4 jan., 2012

0 comments :

Back To Top